Profil Kompol Cosmas Kaju Gae: Karier Brimob Berakhir Tragis Usai Rantis Lindas Ojol Hingga Tewas
- Antara
Selain gaji pokok, seorang perwira menengah juga menerima berbagai tunjangan, seperti tunjangan kinerja, lauk pauk, hingga uang operasional. Dengan jabatan strategis di Brimob, total pendapatan bulanannya bisa mencapai dua kali lipat dari gaji pokok.
Namun, semua hak dan kewenangan tersebut kini harus dilepas menyusul pemecatan tidak hormat dari institusi Polri.
Tanggung Jawab di Insiden Rantis Maut
Dalam insiden di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, Cosmas duduk di kursi depan kendaraan taktis (rantis), tepat di samping sopir Bripka Rohmat. Posisinya itu menempatkan dirinya sebagai pengawas langsung pergerakan kendaraan.
Sayangnya, rantis yang mereka kendarai menabrak dan melindas Affan Kurniawan hingga tewas. Video amatir kejadian tersebut viral di media sosial dan memicu kemarahan publik.
KKEP menilai Cosmas lalai dalam menjalankan tugas, sehingga peristiwa tragis itu terjadi. Ia pun dijatuhi sanksi etik terberat berupa PTDH, sementara enam anggota lainnya dijadwalkan menjalani sidang dengan kategori pelanggaran sedang.
Respon dan Penyesalan
Usai pembacaan putusan, Cosmas tak kuasa menahan tangis. Dengan suara lirih, ia menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga korban, pimpinan Polri, serta rekan sejawat.
“Tidak ada niat sama sekali mencelakai korban. Saya menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga almarhum Affan Kurniawan,” ujarnya.
Cosmas juga mengaku baru mengetahui korban meninggal setelah video kejadian viral di media sosial. Ia menyatakan akan berdiskusi dengan keluarga terkait langkah hukum selanjutnya, termasuk kemungkinan banding atas putusan tersebut.
Profil Kompol Cosmas Kaju Gae menjadi sorotan publik lantaran karier panjangnya di Korps Brimob harus berakhir dengan pemecatan tidak hormat. Dari seorang perwira menengah dengan jabatan strategis dan gaji yang mapan, kini ia harus menanggung konsekuensi hukum dan etik akibat insiden yang mencoreng nama baik Polri. (nsp)
Load more