GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

BEM SI Gelar Aksi Damai #SelamatkanIndonesia di DPR Hari Ini, Simak Agendanya

Aliansi BEM SI akan gelar aksi damai bertajuk #SelamatkanIndonesia di depan Gedung DPR/MPR RI hari ini. Simak agenda, tuntutan, dan situasi jelang aksi.
Kamis, 4 September 2025 - 12:24 WIB
KPAI: Remaja di Bawah 18 Tahun Tidak Boleh Ikut Aksi Demo, Melanggar UU Perlindungan Anak
Sumber :
  • istimewa - antaranews

Jakarta, tvOnenews.com – Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) dijadwalkan menggelar aksi damai bertajuk #SelamatkanIndonesia di depan Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (4/9/2025). Aksi ini akan dimulai pukul 13.00 WIB hingga selesai dan diperkirakan melibatkan mahasiswa dari berbagai kampus di Indonesia.

Pengumuman resmi terkait aksi tersebut disampaikan BEM SI melalui akun Instagram @bem_si. Dalam unggahannya, BEM SI menegaskan bahwa keresahan rakyat bukan disebabkan aksi mahasiswa turun ke jalan, melainkan dipicu oleh praktik korupsi, politisasi hukum, pemelintiran sejarah, hingga kebijakan negara yang dinilai abai terhadap rakyat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Menyelamatkan Indonesia bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama. Rakyat harus bersatu, menjaga persatuan, dan tetap lantang bersuara,” tulis BEM SI dalam keterangan resminya.

Fokus Aksi #SelamatkanIndonesia

Menurut BEM SI, aksi damai ini akan menjadi wadah mahasiswa dan masyarakat untuk menyalurkan aspirasi secara konstitusional. Korpus Aliansi BEM SI, Muzammil Ihsan, saat dikonfirmasi menyatakan benar adanya agenda aksi tersebut. “Iya benar (akan ada aksi damai),” ujar Muzammil, Kamis pagi.

Aksi ini disebut bukan sekadar protes, tetapi sebuah gerakan moral mahasiswa untuk mengingatkan pemerintah dan parlemen agar tidak abai terhadap kepentingan rakyat.

Situasi Jelang Aksi

Pantauan di sekitar kawasan DPR hingga pukul 11.00 WIB menunjukkan kondisi lalu lintas masih lancar. Jalan Gatot Subroto, Jalan Tentara Pelajar, hingga Jalan Gerbang Pemuda belum dipadati massa aksi. Kendaraan umum maupun mobil dinas masih bisa melintas normal.

Meski begitu, tanda-tanda persiapan pengamanan sudah mulai terlihat. Beberapa personel Brimob dan TNI berada di pintu Gerbang Pancasila DPR. Sementara aparat kepolisian dalam jumlah besar belum tampak berjaga di sekitar lokasi. Hingga berita ini diturunkan, belum ada informasi resmi terkait pola pengamanan maupun jumlah peserta aksi yang diperkirakan hadir.

Tuntutan Mahasiswa

Dalam seruan aksinya, BEM SI menekankan bahwa penyelamatan Indonesia tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Rakyat, termasuk mahasiswa, harus ikut serta menjaga persatuan dan menolak praktik penyalahgunaan kekuasaan.

Sejumlah isu utama yang disorot mahasiswa antara lain:

  1. Korupsi yang merugikan rakyat dan melemahkan kepercayaan publik.

  2. Politisasi hukum yang dianggap mencederai keadilan.

  3. Pemelintiran sejarah dalam kepentingan politik tertentu.

  4. Kebijakan negara yang tidak berpihak pada kesejahteraan masyarakat.

Menurut BEM SI, suara mahasiswa adalah cermin keresahan rakyat. Karena itu, aksi damai ini diharapkan dapat menjadi momentum konsolidasi untuk mengawal jalannya demokrasi di Indonesia.

Aksi Damai, Bukan Anarkis

BEM SI juga menegaskan bahwa demonstrasi ini akan berjalan damai. Mereka mengajak mahasiswa serta elemen masyarakat lain untuk hadir dengan tetap menjaga ketertiban.

“Kami menolak stigma bahwa aksi mahasiswa identik dengan kerusuhan. #SelamatkanIndonesia adalah gerakan moral, bukan provokasi,” tulis BEM SI.

Pernyataan ini sekaligus merespons situasi politik yang belakangan memanas setelah gelombang demonstrasi besar pada 25 dan 28 Agustus 2025 sempat berujung ricuh di sejumlah daerah.

Publik Menanti Jalannya Aksi

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kini publik menunggu bagaimana jalannya aksi BEM SI hari ini. Apakah tetap berlangsung damai sesuai seruan, atau justru berpotensi diwarnai ketegangan mengingat tingginya eskalasi politik dalam beberapa pekan terakhir.

Yang jelas, agenda #SelamatkanIndonesia menjadi sorotan nasional. Bukan hanya sebagai bentuk kritik mahasiswa, tetapi juga sebagai pengingat bahwa demokrasi sehat harus ditopang partisipasi aktif rakyat. (nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Dedi Mulyadi Tak Main-main, Tegas Larang Izin Pembangunan Tempat Wisata dan Perumahan di Kawasan Hutan Jabar

Dedi Mulyadi Tak Main-main, Tegas Larang Izin Pembangunan Tempat Wisata dan Perumahan di Kawasan Hutan Jabar

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengambil langkah radikal untuk melindungi wilayahnya dari ancaman bencana banjir dan tanah longsor. 
Gelagat Kiai Ashari Sudah Dicurigai Sejak Awal Pendirian Ponpes Ndholo Kusumo: Santriwati Selalu Diajak Pergi Malam

Gelagat Kiai Ashari Sudah Dicurigai Sejak Awal Pendirian Ponpes Ndholo Kusumo: Santriwati Selalu Diajak Pergi Malam

Pak Di, nama samaran, yang telah bekerja 10 tahun lebih di Ponpes Ndholo Kusumo sebetulnya telah lama curiga terhadap gelagat Kiai Ashari terhadap santriwati.
Viral, Detik-detik Rekaman CCTV Dugaan Penganiayaan Perempuan saat Akan Bersaksi di Persidangan

Viral, Detik-detik Rekaman CCTV Dugaan Penganiayaan Perempuan saat Akan Bersaksi di Persidangan

Viral di media sosial video dugaan persekusi terhadap seorang perempuan.
Polda Jambi Dapati Vape Kandungan Etomidate Merk Yakuza dari aringan Narkoba Lintas Provinsi

Polda Jambi Dapati Vape Kandungan Etomidate Merk Yakuza dari aringan Narkoba Lintas Provinsi

Empat orang pelaku jaringan peredaran narkoba antarprovinsi yakni Pekanbaru-Sumatera Selatan (Sumsel) diringkus Polda Jambi.
Dedi Mulyadi Rencanakan Buat Jalan Provinsi Berbayar di Jabar, Sebagai Pengganti Pajak Kendaraan

Dedi Mulyadi Rencanakan Buat Jalan Provinsi Berbayar di Jabar, Sebagai Pengganti Pajak Kendaraan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengungkapkan rencana untuk mengganti Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) tahunan dengan sistem jalan berbayar pada setiap ruas jalan milik provinsi.
Trend Terpopuler: Aksi Bejat Kiai Cabul Minta Pijat dan Tidur Bersama, hingga Orangtua Korban Curigai Kelakuan Ashari

Trend Terpopuler: Aksi Bejat Kiai Cabul Minta Pijat dan Tidur Bersama, hingga Orangtua Korban Curigai Kelakuan Ashari

Aksi oknum Kiai, Ashari di Ponpes Pati, Jawa Tengah minta pijat hingga tidur bersama santriwati. Kelakuan kiai cabul kepada santriwati dicurigai orangtua korban

Trending

Reaksi Kapten Red Sparks Yeum Hye-seon Setelah Megawati Hangestri Pilih Gabung ke Hyundai Hillstate

Reaksi Kapten Red Sparks Yeum Hye-seon Setelah Megawati Hangestri Pilih Gabung ke Hyundai Hillstate

Begini reaksi kapten Red Sparks Yeum Hye-seon setelah sahabatnya Megawati Hangestri memilih gabung Hillstate sekaligus gagal bermain setim lagi musim depan.
Setelah Kasus di Pati, Pengasuh Ponpes di Mesuji Diduga Cabuli Santriwati Hingga Gedung Habis Dibakar Warga

Setelah Kasus di Pati, Pengasuh Ponpes di Mesuji Diduga Cabuli Santriwati Hingga Gedung Habis Dibakar Warga

Setelah adanya kasus dugaan pencabulan dilakukan pengasuh sekaligus pemilik Pondok Pesantren, Ashari di Pati, Jawa Tengah. Kini terjadi pula di Mesuji, Lampung.
News Terpopuler: Modus Pesan Tengah Malam Kiai Cabul Ponpes Pati, hingga Doktrin Ashari Pada Santriwati

News Terpopuler: Modus Pesan Tengah Malam Kiai Cabul Ponpes Pati, hingga Doktrin Ashari Pada Santriwati

Modus pesan oknum Kiai, Ashari pengasuh ponpes di Pati saat tengah malam. Doktrin diberikan tersangka kasus dugaan pencabulan untuk melancarkan aksi bejatnya
Bukti WhatsApp Dibongkar Kuasa Hukum Korban, Begini Isi Chat Kiai Ashari ketika Minta Temani Tidur Santriwati

Bukti WhatsApp Dibongkar Kuasa Hukum Korban, Begini Isi Chat Kiai Ashari ketika Minta Temani Tidur Santriwati

Bukti WhatsApp dibongkar kuasa hukum korban, Ali Yusron, begini isi chat Kiai Ashari ketika minta ditemani tidur oleh santriwati di malam hari.
Sherly Tjoanda Hela Nafas Dalam-dalam Setelah Temui Anak yang Tak Bisa Perhitungan Dasar: Mamanya yang Mana Ini?

Sherly Tjoanda Hela Nafas Dalam-dalam Setelah Temui Anak yang Tak Bisa Perhitungan Dasar: Mamanya yang Mana Ini?

Gubernur Malut Sherly Tjoanda tarik nafas panjang setelah melihat anak-anak usia sekolah yang tak pandai berhitung matematika di Desa Gulapapo, Halmahera Timur.
Persib Libas Persija, Dedi Mulyadi Beri Peringatan Tegas untuk Bobotoh: Jangan Jumawa

Persib Libas Persija, Dedi Mulyadi Beri Peringatan Tegas untuk Bobotoh: Jangan Jumawa

Insiden gesekan antarmassa yang pecah di Purwakarta dan aksi pelemparan benda keras di Karawang pasca-kemenangan Persib Bandung atas Persija Jakarta memicu reaksi keras dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. 
Saksi Ceritakan Awal Mula Didirikan Ponpes Ndholo Kusumo oleh Kiai Ashari: Belum Ada Kejanggalan tapi Gerak-geriknya Mencurigakan

Saksi Ceritakan Awal Mula Didirikan Ponpes Ndholo Kusumo oleh Kiai Ashari: Belum Ada Kejanggalan tapi Gerak-geriknya Mencurigakan

Pak Di, saksi yang lebih dari 10 tahun bekerja dengan Kiai Ashari menceritakan awal mula didirikannya Ponpes Ndholo Kusumo Pati sebelum ramai kasus pencabulan.
Selengkapnya

Viral