News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

KPK Bongkar Pengakuan Mengejutkan Immanuel Ebenezer: Ada Penerimaan Lain Saat Jadi Wamenaker

KPK ungkap Immanuel Ebenezer akui ada penerimaan lain di luar kasus sertifikat K3 saat menjabat Wamenaker. Simak detail pengakuan dan kasusnya.
Rabu, 10 September 2025 - 08:02 WIB
Mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan sekaligus tersangka kasus dugaan pemerasan terkait dengan pengurusan sertifikat keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan, Immanuel Ebenezer Gerungan.
Sumber :
  • Antara

Jakarta, tvOnenews.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengungkap fakta baru dalam kasus dugaan pemerasan sertifikat Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Kementerian Ketenagakerjaan. 

Mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer Gerungan mengaku ada penerimaan lain yang ia peroleh selama menjabat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Secara garis besar sudah ada informasi dari yang bersangkutan bahwa memang ada dari yang lain,” ujar Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (9/9).

Pengakuan Berbeda dari Temuan KPK

Asep menjelaskan, penerimaan lain yang diakui Immanuel berada di luar perkara sertifikasi K3. Saat ini, penyidik masih menelusuri aliran dana tersebut, termasuk aset-aset yang sudah diamankan.

“Awalnya, kalau yang terkait dengan sertifikasi K3, itu ada uang Rp3 miliar dengan satu motor Ducati. Akan tetapi, pada kenyataannya, selain uang itu untuk renovasi rumah, sekarang kami menemukan ada mobil, ada segala macam,” ungkap Asep.

Pengakuan ini dinilai berbeda dengan temuan KPK sebelumnya. Oleh sebab itu, penyidik mendalami kemungkinan adanya penerimaan berlapis, baik berupa uang tunai maupun aset bernilai tinggi.

Dari Ducati hingga Renovasi Rumah

Dalam perkara awal, KPK menelusuri adanya dugaan pemerasan senilai Rp3 miliar terkait pengurusan sertifikat K3, disertai pemberian satu unit motor Ducati. Uang tersebut disebut digunakan untuk renovasi rumah, namun hasil penyelidikan justru menemukan adanya tambahan aset berupa mobil dan barang lain.

KPK memastikan akan menelusuri seluruh aset yang diduga berkaitan dengan praktik korupsi di lingkungan Kemenaker, baik yang menggunakan nama pribadi maupun pihak ketiga.

Immanuel Ebenezer Jadi Tersangka

Pada 22 Agustus 2025, KPK menetapkan Immanuel Ebenezer bersama 10 orang lainnya sebagai tersangka dalam kasus dugaan pemerasan pengurusan sertifikat K3.

Namun, di hari yang sama, Immanuel sempat menyatakan harapan agar Presiden Prabowo Subianto memberi amnesti. Bukannya mendapat pengampunan, ia justru resmi dicopot dari jabatan Wamenaker oleh Presiden.

Selain Immanuel Ebenezer, berikut daftar tersangka lain dalam perkara ini:

  1. Irvian Bobby Mahendro (Koordinator Kelembagaan dan Personel K3)

  2. Gerry Aditya Herwanto Putra (Koordinator Bidang Pengujian dan Evaluasi Kompetensi K3)

  3. Subhan (Subkoordinator Keselamatan Kerja Direktorat Bina K3)

  4. Anitasari Kusumawati (Subkoordinator Kemitraan dan Personel Kesehatan Kerja)

  5. Fahrurozi (Dirjen Binwasnaker dan K3, Maret–Agustus 2025)

  6. Hery Sutanto (Direktur Bina Kelembagaan Kemenaker, 2021–Februari 2025)

  7. Sekarsari Kartika Putri (Subkoordinator di Kemenaker)

  8. Supriadi (Koordinator di Kemenaker)

  9. Temurila (Pihak PT KEM Indonesia)

  10. Miki Mahfud (Pihak PT KEM Indonesia)

  11. Immanuel Ebenezer Gerungan (Wamenaker 2024–2025)

Fokus KPK Telusuri Aliran Uang

KPK menegaskan pihaknya masih akan mendalami keterangan Immanuel terkait penerimaan lain di luar perkara K3. Aset berupa rumah, kendaraan, hingga barang berharga lain tengah ditelusuri untuk disita.

“Kami sedang menelusuri penerimaan-penerimaan tersebut, baik melalui orang dekat maupun aset yang sudah digunakan,” jelas Asep.

Dengan adanya pengakuan baru dari Immanuel, KPK memastikan penanganan kasus ini akan semakin diperluas. Lembaga antirasuah itu menekankan bahwa setiap aliran dana haram akan diusut hingga tuntas.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kasus dugaan korupsi sertifikat K3 di Kementerian Ketenagakerjaan terus berkembang dengan pengakuan mengejutkan dari Immanuel Ebenezer. 

Dari uang miliaran rupiah, motor Ducati, hingga aset mobil, KPK kini menelusuri kemungkinan adanya penerimaan lain yang belum terungkap. Publik menanti langkah tegas lembaga antirasuah dalam membongkar praktik korupsi yang melibatkan pejabat tinggi kementerian ini. (ant/nsp) 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Patung Jenderal Sudirman Tidak Dipindah, Pramono: Jadi Ikon Tengah Jembatan Donat Dukuh Atas

Patung Jenderal Sudirman Tidak Dipindah, Pramono: Jadi Ikon Tengah Jembatan Donat Dukuh Atas

Belakangan ini, mencuat terkai wacana pemindahan Patung Jenderal Sudirman di kawasan Dukuh Atas, Jakarta. Namun, baru-baru saja, pemindahan itu batal dilakukan.
Terungkap, Penyebab Utama Roy Suryo dan Dokter Tifa Dipindah ke Rutan Polda Metro

Terungkap, Penyebab Utama Roy Suryo dan Dokter Tifa Dipindah ke Rutan Polda Metro

Ihwal kasus dugaan ijazah palsu mantan Presiden ke-7, Jokowi, masih menjadi perhatian publik. Terutama terkaiat perkembangan soal nasib Roy Suryo & dokter Tifa
Seskab Teddy Bocorkan Isi Pertemuan Presiden Prabowo dengan Rosan Roeslani

Seskab Teddy Bocorkan Isi Pertemuan Presiden Prabowo dengan Rosan Roeslani

Seskab Teddy Indra Wijaya bocorkan isi pertemuan antara Presiden Prabowo dengan Menteri Investasi dan Hilirisasi/CEO Danantara Rosan Roeslani di Kertanegara
Wapres Gibran Tinjau Sekolah Lapang Sagu Asmat Papua Selatan, Dorong Hilirisasi Ekonomi Lokal

Wapres Gibran Tinjau Sekolah Lapang Sagu Asmat Papua Selatan, Dorong Hilirisasi Ekonomi Lokal

Wapres Gibran Rakabuming meninjau Sekolah Lapang Sagu Keuskupan Agats di Kampung Yepem, Kabupaten Asmat, Papua Selatan, pada Minggu (21/6/2026). Kunjungan itu
Bermasalah, Hotel di Purwokerto Digugat Warga Yogyakarta

Bermasalah, Hotel di Purwokerto Digugat Warga Yogyakarta

Pendirian dan pengoperasian Hotel E di Purwokerto menghadapi persoalan hingga dibawa ke Pengadilan Negeri Purwokerto. Angka Rp4 miliar disebutkan dalam pengajuan perkara
Mencoba "Surat Sakti" Ala Askar

Mencoba "Surat Sakti" Ala Askar

Namanya, Brigadir Jenderal Yahya Mussa’id Azzahroni. Dia adalah pemimpin tertinggi askar Masjidil Haram. Brigjen Yahya ini berperawakan seperti kebanyakan orang Arab lainnya: hidung mancung, berjenggot tipis, dan sedikit beruban.

Trending

Wapres Gibran Tinjau Sekolah Lapang Sagu Asmat Papua Selatan, Dorong Hilirisasi Ekonomi Lokal

Wapres Gibran Tinjau Sekolah Lapang Sagu Asmat Papua Selatan, Dorong Hilirisasi Ekonomi Lokal

Wapres Gibran Rakabuming meninjau Sekolah Lapang Sagu Keuskupan Agats di Kampung Yepem, Kabupaten Asmat, Papua Selatan, pada Minggu (21/6/2026). Kunjungan itu
Terungkap, Penyebab Utama Roy Suryo dan Dokter Tifa Dipindah ke Rutan Polda Metro

Terungkap, Penyebab Utama Roy Suryo dan Dokter Tifa Dipindah ke Rutan Polda Metro

Ihwal kasus dugaan ijazah palsu mantan Presiden ke-7, Jokowi, masih menjadi perhatian publik. Terutama terkaiat perkembangan soal nasib Roy Suryo & dokter Tifa
Kapolri Bocorkan Alasan Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangkap Polda Metro

Kapolri Bocorkan Alasan Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangkap Polda Metro

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bocorkan alasan terkait Polda Metro Jaya tangkap Roy Suryo dan dokter Tifa soal kasus dugaan ijazah palsu mantan Presiden
Mencoba "Surat Sakti" Ala Askar

Mencoba "Surat Sakti" Ala Askar

Namanya, Brigadir Jenderal Yahya Mussa’id Azzahroni. Dia adalah pemimpin tertinggi askar Masjidil Haram. Brigjen Yahya ini berperawakan seperti kebanyakan orang Arab lainnya: hidung mancung, berjenggot tipis, dan sedikit beruban.
Bermasalah, Hotel di Purwokerto Digugat Warga Yogyakarta

Bermasalah, Hotel di Purwokerto Digugat Warga Yogyakarta

Pendirian dan pengoperasian Hotel E di Purwokerto menghadapi persoalan hingga dibawa ke Pengadilan Negeri Purwokerto. Angka Rp4 miliar disebutkan dalam pengajuan perkara
Patung Jenderal Sudirman Tidak Dipindah, Pramono: Jadi Ikon Tengah Jembatan Donat Dukuh Atas

Patung Jenderal Sudirman Tidak Dipindah, Pramono: Jadi Ikon Tengah Jembatan Donat Dukuh Atas

Belakangan ini, mencuat terkai wacana pemindahan Patung Jenderal Sudirman di kawasan Dukuh Atas, Jakarta. Namun, baru-baru saja, pemindahan itu batal dilakukan.
Seskab Teddy Bocorkan Isi Pertemuan Presiden Prabowo dengan Rosan Roeslani

Seskab Teddy Bocorkan Isi Pertemuan Presiden Prabowo dengan Rosan Roeslani

Seskab Teddy Indra Wijaya bocorkan isi pertemuan antara Presiden Prabowo dengan Menteri Investasi dan Hilirisasi/CEO Danantara Rosan Roeslani di Kertanegara
Selengkapnya

Viral