Menham Usul Halaman DPR Jadi Lapangan Demonstrasi, Publik Heboh: Simbol Baru Demokrasi?
- Antara
Selain itu, Pemprov DKI Jakarta juga pernah membangun Taman Aspirasi di Monas pada 2016, tetapi ruang itu lebih bersifat simbolik dan tidak difungsikan sebagai lokasi demonstrasi resmi.
“Momentum politik saat ini bisa menjadi kesempatan kedua. Jangan hanya wacana, halaman DPR harus benar-benar jadi ruang demokrasi,” ujar Pigai.
Publik Masih Terbelah
Meski ide ini mendapat dukungan, publik juga menyoroti potensi tantangan. Sebagian menilai ruang demonstrasi di DPR bisa memperkuat demokrasi dengan cara yang tertib, sementara yang lain khawatir wacana ini bisa berubah menjadi pembatasan, sebagaimana kritik yang kerap dialamatkan pada Speakers’ Corner di Singapura.
Pigai menegaskan, gagasan ini bukan pembatasan, melainkan perluasan ruang demokrasi resmi yang aman dan representatif. “Indonesia harus menghindari jebakan regulasi yang mengekang kebebasan. Justru dengan ruang di DPR, kita memperluas fasilitasi demokrasi dalam bentuk paling substantif,” katanya.
Dengan usulan kontroversial ini, pemerintah dan DPR dihadapkan pada dilema baru: apakah membuka halaman parlemen untuk rakyat bisa benar-benar menjadi simbol demokrasi, atau justru menimbulkan perdebatan baru tentang batas kebebasan berpendapat. (ant/nsp)
Load more