2 Fakta Misterius di Kasus Satu Keluarga Tewas di Jakarta Utara, Dugaan Sementara karena Keracunan
- Foe Peace/VIVA
Jakarta, tvOnenews.com- Media sosial tengah dihebohkan dengan kasus kematian satu keluarga di Jakarta Utara, di kontrakannya kawasan Jalan Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara pada Jumat (2/1/12025).
- Antara
Kasus misterius ini viral, dan masih didalami pihak Kepolisian. Dugaan sementara yang muncul meninggal dunia karena keracunan.
Diketahui, juga satu keluarga yang tewas di Jakarta Utara tersebut beranggotakan empat orang itu tiga diantaranya didapati telah tak bernyawa. Satu orang dalam kondisi kritis.
Berdasarkan informasinya, ketiga orang yang dinyatakan tewas masing-masing berinisial SS SS (50), dan dua anaknya berinisial Afiah (27), dan AAAJ (13).
- Foe Peace/VIVA
"Kami dari Satreskrim Polres Metro Jakarta Utara mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa ditemukan adanya penemuan mayat terhadap tiga jenazah yang berjenis kelamin dua perempuan dan satu laki-laki," kata Polres Jakarta Utara.
"kami melaksanakan olah TKP bersama dengan tim Inafis dan juga dari Dokkes Polres,” kata Kanit Resmob Polres Metro Jakarta Utara, Iptu Seno Adji Pradana kepada awak media, Jakarta, Jumat (2/1/2026).
Sejauh ini, tvOnenews. com menemukan 2 fakta misterius dalam kasus kematian satu keluarga di Jakarta Utara, antaranya:
1. Luka melepuh
Kondisi melepuh pada korban yang tewas, hal ini masih didalami Polisi. Sebab kondisi melepuh juga ditemukan pada korban yang kritis.
"Secara kasat mata ada (kondisi jenazah melepuh). Di sekitar tubuh saja,” kata Seno, kepada wartawan, Jumat (2/1/2026).
"Dirawat saat ini masih dalam penanganan medis oleh kedokteran. Masih menunggu hasil-hasil laboratorium dan lainnya. Kondisinya cukup stabil,” jelasnya.
Lebih lanjut, anggota keluarga lainnya ditemukan dalam kondisi hidup. Korban saat ini masih menjalani perawatan medis intensif di Rumah Sakit Koja, Jakarta Utara.
"Betul ada satu korban juga yang kondisinya masih dirawat di Rumah Sakit Koja, saat ini sedang dalam proses penanganan oleh dokter," katanya.
Load more