News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Cair Lagi? Ini Fakta Terbaru Isu Pencairan BSU September 2025

Isu pencairan BSU September 2025 kembali ramai dibahas. Simak fakta terbaru, cara cek penerima, dan siapa saja yang sudah pasti mendapat bantuan.
Senin, 15 September 2025 - 13:35 WIB
PT Pos Indonesia (Persero) atau PosIND masih terus menyalurkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) kepada para pekerja di berbagai wilayah, termasuk Kota Batam.
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com – Isu pencairan Bantuan Subsidi Upah (BSU) September 2025 kembali mencuat di tengah masyarakat. Setelah program BSU sebelumnya disalurkan pada periode Juni hingga Agustus 2025 dengan nilai Rp600.000 per orang kepada 14,95 juta pekerja, kini publik mempertanyakan apakah bantuan serupa akan cair lagi pada September ini.

Program BSU selama ini menjadi salah satu bentuk perhatian pemerintah terhadap pekerja dengan gaji rendah agar tetap bisa bertahan di tengah tekanan ekonomi. Tak heran, kabar kelanjutan pencairan di bulan September 2025 langsung menjadi sorotan utama.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Apakah BSU Akan Cair Lagi?

Mengacu pada Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 5 Tahun 2025, hingga kini belum ada pengumuman resmi mengenai pencairan dana bantuan setelah penyaluran terakhir pada Agustus 2025. Artinya, masyarakat masih harus menunggu keputusan pemerintah apakah program ini akan diperpanjang atau dihentikan.

Meski begitu, penyaluran bantuan masih berlangsung untuk kelompok tertentu. Salah satunya adalah guru PAUD nonformal di bawah naungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Berdasarkan data resmi Puslapdik, tercatat sebanyak 253.407 pendidik PAUD nonformal telah dipastikan menerima BSU di tahap lanjutan ini.

Cara Cek Status Penerima BSU 2025

Bagi pekerja maupun pendidik yang ingin memastikan apakah termasuk penerima BSU 2025, pemerintah menyediakan beberapa layanan pengecekan online. Berikut langkah-langkahnya:

1. Cek di Situs BPJS Ketenagakerjaan

  • Buka laman bsu.bpjsketenagakerjaan.go.id

  • Masukkan data pribadi: NIK, nama lengkap, tanggal lahir, nama ibu kandung, nomor HP, dan email aktif

  • Klik “Lanjutkan”

  • Sistem akan menampilkan status penerimaan BSU

2. Cek di Situs BSU Kemnaker

  • Buka laman bsu.kemnaker.go.id

  • Pilih menu “Cek NIK”

  • Masukkan 16 digit NIK sesuai KTP

  • Isi kode CAPTCHA lalu klik “Cek Status”

  • Hasil akan langsung ditampilkan

3. Cek via Aplikasi PosPay

  • Unduh aplikasi PosPay di Google Play Store

  • Registrasi akun (bagi pengguna baru)

  • Pilih menu BSU Kemnaker 1

  • Unggah foto e-KTP sesuai instruksi

  • Isi formulir data diri, lalu klik “Lanjutkan”

  • Sistem akan memberi notifikasi status penerimaan BSU

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Harapan Masyarakat di Tengah Ketidakpastian

Belum adanya kepastian pencairan BSU September 2025 membuat banyak pekerja masih menaruh harapan besar. Pasalnya, program ini dinilai sangat membantu meringankan beban hidup, terutama bagi kelompok pekerja dengan gaji di bawah Rp5 juta per bulan.

Halaman Selanjutnya :
Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Sehari KPK OTT Dua Lokasi di Jakarta dan Banjarmasin

Sehari KPK OTT Dua Lokasi di Jakarta dan Banjarmasin

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Jakarta dan Banjarmasin. OTT ini dilakukan di hari yang sama, Rabu (4/2/2026).
Polisi Ungkap Pembuang Bayi di Senduro Lumajang, Pelakunya Orang Tua Kandung

Polisi Ungkap Pembuang Bayi di Senduro Lumajang, Pelakunya Orang Tua Kandung

Kepolisian Sektor Senduro Lumajang Jawa Timur, akhirnya berhasil menemukan pelaku pembuang bayi laki-laki di sebuah warung gorengan Desa Kandangan Kecamatan Senduro Lumajang, pada Rabu (4/2) pagi.
Tragedi Siswa Ngada, Menko PM Cak Imin: Masyarakat Kalau Ada Masalah Ekonomi Sampaikan Pada Kita

Tragedi Siswa Ngada, Menko PM Cak Imin: Masyarakat Kalau Ada Masalah Ekonomi Sampaikan Pada Kita

Kasus anak bunuh diri di NTT, negara seharusnya tidak boleh kecolongan hanya karena jalur komunikasi antara masyarakat dan pemerintah tersumbat, baik secara administratif maupun sosial.
Bahar Bin Smith Minta Tunda Pemeriksaan Perdana Sebagai Tersangka, Kuasa Hukum Beberkan Alasannya

Bahar Bin Smith Minta Tunda Pemeriksaan Perdana Sebagai Tersangka, Kuasa Hukum Beberkan Alasannya

Bahar bin Smith minta penundaan pemeriksaan perdana sebagai tersangka dalam kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang anggota Banser Kota Tangerang hari ini.
Presiden Instruksikan Penggunaan Genteng untuk Program 3 Juta Rumah, Ini Respon Pengrajin Lokal di Banyuasin

Presiden Instruksikan Penggunaan Genteng untuk Program 3 Juta Rumah, Ini Respon Pengrajin Lokal di Banyuasin

Presiden Prabowo Subianto menurunkan instruksi penggunaan genteng untuk program 3 juta rumah. Hal itu disampaikan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) seluruh
Tiket Arus Balik H+1 Lebaran 2026 Mulai Dijual Malam Ini, Simak Jadwalnya!

Tiket Arus Balik H+1 Lebaran 2026 Mulai Dijual Malam Ini, Simak Jadwalnya!

PT KAI mulai melakukan penjualan tiket kereta api untuk periode arus balik H+1 Lebaran 2026 pada Kamis (5/2/2026). Ini jadwal lengkap pemesanan tiket arus balik

Trending

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Siswa SD Gantung Diri di NTT, DPR: Pendidikan Harus Gratis Tanpa Bebani Keluarga Miskin

Siswa SD Gantung Diri di NTT, DPR: Pendidikan Harus Gratis Tanpa Bebani Keluarga Miskin

Merespons hal tersebut, Hetifah menegaskan negara harus memberikan perhatian serius untuk peristiwa tersebut. Ia menilai tak ada negara manapun yang bisa menerima peristiwa tragis tersebut.
Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Kabar anak SD, YBS (10) bunuh diri di Ngada, NTT, Kamis (29/1/2026), viral. Isi pesan di surat wasiat pada ibunya diduga menjadi penyebab gantung diri heboh.
Ditulis Pakai Bahasa Bajawa, Anak Kelas IV SD di NTT yang Bunuh Diri di Pohon Cengkeh Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu Minta Sang Ibu Tak Mencarinya

Ditulis Pakai Bahasa Bajawa, Anak Kelas IV SD di NTT yang Bunuh Diri di Pohon Cengkeh Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu Minta Sang Ibu Tak Mencarinya

Ditulis pakai bahasa Bajawa, anak kelas IV SD di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berpesan agar sang ibu untuk tak mencarinya.
Tolak Penggusuran Pasar Sambas Medan, Pedagang Sebut Pemko Medan Matikan Rezeki Rakyat Kecil

Tolak Penggusuran Pasar Sambas Medan, Pedagang Sebut Pemko Medan Matikan Rezeki Rakyat Kecil

Puluhan pedagang Pasar Sambas berunjuk rasa menolak penggusuran lahan di Pasar Sambas, Kota Medan, yang akan dieksekusi juru sita Pengadilan Negeri (PN) Medan,
Isi Surat Memilukan Bocah SD di NTT Nekat Bunuh Diri karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena: Mama Saya Pergi Dulu

Isi Surat Memilukan Bocah SD di NTT Nekat Bunuh Diri karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena: Mama Saya Pergi Dulu

Begini isi surat memilukan yang ditulis bocah SD di NTT yang nekat bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena. Surat tersebut ditujukan untuk ibunya.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT