News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kacab BRI Ilham Sempat Diancam Oknum TNI, Ini Kronologi Lengkapnya: Minta Uang Rp5 Juta Hingga Disikat

Tewasnya kacab Bank BUMN, Mohamad Ilham Pradipta (37) masih menyisahkan luka bagi keluarga. Bahkan, pihak keluarga meminta para aparat penegak hukum
  • Reporter :
  • Editor :
Selasa, 16 September 2025 - 16:46 WIB
Potret Kasus Kacab Bank BUMN Tewas Dibunuh
Sumber :
  • istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Tewasnya kepala cabang pembantu Bank BUMN (Kacab BRI), Mohamad Ilham Pradipta (37) masih menyisahkan luka bagi keluarga. Bahkan, pihak keluarga meminta para aparat penegak hukum mengadili pelaku dengan tegas.

Apalagi, Kacab BRI Ilham dihabisi dengan sadis dan lebih mengejutkannya lagi, ada oknum TNI yang terlibat dari kasus tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Komandan Polisi Militer Kodam Jaya Kolonel Corps Polisi Militer (Cpm) Donny Agus Priyanto jelaskan kronologi lengkat tewasnya Kacab BRI Ilham.

Dijelaskannya, Mohamad Ilham Pradipta ditemukan dalam kondisi tak bernyata dengan kaki dan mata terlilit lakban, di area persawahan wilayah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (21/8/2025).

Penemuan jasad Ilham Pradipta terjadi usai viralnya video penculikan korban di parkiran sebuah supermarket Pasar Rebo, Jakarta Timur, Rabu (20/8/2025).   

Sementara dua prajurit TNI Angkatan Darat (AD) terlibat dalam kasus penculikan dan pembunuhan Mohamad Ilham Pradipta (37), mereka adalah Sersan Kepala (Serka) N dan Kopral Dua (Kopda) FH.

“Menetapkan dua orang tersangka atas nama Serka N dan Kopda F,” beber Komandan Polisi Militer Kodam Jaya Kolonel Corps Polisi Militer (Cpm) Donny Agus Priyanto dalam jumpa pers di Polda Metro Jaya, Selasa (16/9/2025).

Kolonel Cpm Donny Agus mengatakan peristiwa bermula pada hari Minggu, 17 Agustus 2025, ketika tersangka berinisial JP mendatangi seorang oknum TNI AD berpangkat Sersan Kepala (Serka N). 

Dalam pertemuan tersebut, JP menawarkan pekerjaan kepada Serka N, yaitu untuk menjemput seseorang dan membawanya kepada atasan JP yang diketahui bernama Dwi Hartono (DH).

Menanggapi tawaran itu, Serka N kemudian menghubungi Kopral Dua (Kopda F) juga oknum TNI AD, untuk membantu proses penjemputan korban.

Ketiganya kemudian bertemu di sebuah kafe di wilayah Jakarta Timur.

Dalam pertemuan itu, JP menjelaskan secara rinci mengenai pekerjaan yang harus dilakukan, serta imbalan yang akan diberikan.

Dua hari berselang, tepatnya pada 19 Agustus sekitar pukul 09.30 WIB, Serka N kembali menghubungi Kopda F untuk memastikan kesediaannya menjalankan tugas tersebut. Kopda F akhirnya menyanggupi, dan bahkan bertugas membentuk tim untuk menjemput korban.

Untuk keperluan operasional, Kopda F meminta dana sebesar Rp5 juta yang disanggupi oleh Serka N. Dana tersebut bersumber dari JP.

Pada Rabu, 20 Agustus, Serka N bertemu kembali dengan JP di sebuah bank swasta di Jakarta Timur.

Dalam pertemuan tersebut, JP menyerahkan uang tunai sebesar Rp95 juta kepada Serka N untuk mendukung operasi penculikan. Uang itu kemudian diberikan kepada Kopda F di sebuah kafe di Rawamangun.

Setelah menerima dana, Kopda F menghubungi seorang rekannya, saudara EW, untuk mengatur pertemuan.

EW datang bersama 4 orang lainnya yang berinisial AT, JR, hingga RA, mereka menggunakan mobil Avanza putih sebagai kendaraan operasional.

Sekitar pukul 13.45 WIB, JP memberikan informasi bahwa korban berada di sebuah pusat perbelanjaan di wilayah Pasar Rebo, Jakarta Timur.

Menindaklanjuti informasi itu, Kopda F dan tim bergerak menuju lokasi dengan dua kendaraan berbeda.

Saat korban tiba di pusat perbelanjaan sekitar pukul 16.30 WIB, mobil Avanza putih yang dikendarai EW diparkir di samping mobil korban.

Lantas EW dan AT langsung menciduk Ilham dan memaksanya masuk ke dalam mobil.

"Sekira pukul 13.45 saudara JP memberikan informasi kepada kopda F bahwa korban berada di sebuah perbelanjaan di wilayah Pasar Rebo Jakarta Timur selanjutnya kopda F dengan menggunakan mobil yang lain bersama dengan saudara EW dan kawan-kawan lainnya 4 orang itu yang menggunakan Avanza warna putih bergerak menuju ke pusat perbelanjaan tersebut."

"Kemudian saudara EW memarkirkan kendaraannya di samping mobil korban sekitar pukul 16.30 WIB saat korban datang kemudian saudara EW dan saudara AT langsung membawa korban dan memasukkannya ke dalam mobil Avanza berwarna putih pada saat kejadian tersebut kopda F berada di lokasi parkir namun tidak dalam satu kendaraan yang sama selanjutnya setelah korban berhasil dibawa," jelas Kolonel Cpm Donny Agus. 

Lanjutnya menceritakan, Kopda F saat itu berada di lokasi, namun tidak dalam mobil yang sama.

Dalam perjalanan, Kopda F sempat beberapa kali menghubungi JP untuk menanyakan tim penjemput lanjutan, yang dijanjikan sebelumnya. 

Karena tim tak kunjung datang, Kopda F mengancam akan menurunkan korban.

Untuk memudahkan pertemuan, EW mengirimkan lokasi (shareloc) kepada Kopda F, yang kemudian diteruskan kepada JP. 

Sekitar pukul 19.45 WIB, seluruh pihak bertemu di bawah flyover Kemayoran. 

Saat di sana, korban dipindahkan dari mobil Avanza ke mobil Fortuner hitam yang dikendarai saudara U, dan berisi JP, Serka N, serta DH.

Dalam perjalanan, Ilham yang sudah dalam kondisi terikat dan dilakban, berusaha melawan.

Serka N dilaporkan ikut menahan dada korban untuk meredam perlawanan. Namun, karena kondisi korban yang semakin melemah dan ketidakjelasan dari tim penjemput lanjutan, para pelaku memutuskan untuk mengakhiri aksi tersebut.

Mobil Fortuner yang dikendarai Kopda F kemudian berhenti di area persawahan.

Di sana, korban dibuang secara paksa: bagian kepala dipegang Kopda F, sedangkan JP mengangkat bagian kaki. 

Korban dibuang sekitar dua meter dari mobil, dalam kondisi tak berdaya.

Setelah itu, seluruh pelaku, termasuk Serka N, JP, dan DH, meninggalkan lokasi kejadian.

Hingga saat ini, penyelidikan masih terus berlanjut untuk mengungkap peran masing-masing pelaku secara lebih mendalam. 

Pihak berwenang juga menegaskan bahwa seluruh oknum yang terlibat akan diproses sesuai hukum yang berlaku, tanpa pandang bulu.

Berikut Klaster Tersangka Pembunuhan Kacab BRI Ilham

Klaster 1: Perencana

1. C alias Ken berperan dalam mengatur, merancang rencana, serta menyiapkan tim IT untuk memindahkan uang dari rekening dormant ke rekening penampungan.

2. Dwi Hartono (DH) berperan mencari tim penculik, menyiapkan tim untuk membuntuti korban, merencanakan aksi, serta memberikan Rp 60 juta kepada JP untuk biaya operasional.

3. AAM berperan merencanakan penculikan korban dan menyiapkan tim membuntuti korban.

4. JP berperan menyiapkan tim eksekutor bersama N, ikut membuang korban di Cikarang bersama N, mengoordinasikan serta mengawasi proses pembuntutan hingga penculikan, serta memberikan uang Rp 150 juta kepada N untuk operasional.

Klaster 2: Penculik

1. Eras berperan memaksa korban masuk ke mobil para penculik, melakukan penganiayaan, serta melilitkan lakban dan mengikat tangan korban. Ia menerima Rp 45 juta dari Kopda FH, tersangka yang tengah diusut Pomdam Jaya, lalu membagikan uang tersebut kepada empat rekannya masing-masing Rp 8 juta.

2. REH berperan membantu Eras memegangi korban dari belakang.

3. RS berperan membantu Eras memegangi korban dari sisi kanan.

4. AT berperan membantu Eras memasukkan korban secara paksa ke dalam mobil Avanza putih yang digunakan penculik dan memegangi korban dari kiri

5. EWB yang berperan sebagai sopir mobil penculik. Ada juga tersangka dari oknum TNI dalam klaster ini. Penanganan perkaranya oleh Pomdam Jaya.

Klaster 3: Penganiaya

1. JP, yang juga menjadi salah satu otak perencana, ikut menganiaya dan membuang korban.

2. MU berperan sebagai sopir mobil Fortuner hitam yang digunakan untuk menganiaya dan membuang korban ke Bekasi.

3. DS berperan sebagai sopir mobil Fortuner hitam yang digunakan untuk menganiaya dan membuang korban ke Bekasi.

Ada juga tersangka dari oknum TNI dalam klaster ini, yakni Serka N.

Klaster 4: Pemantau Korban

1. AW

2. EWH

3. RS

4. AS.

Di sampin itu, Polda Metro Jaya mengungkap motif di balik penculikan dan pembunuhan Kepala Cabang (Kacab) Bank BUMN di Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Mohamad Ilham Pradipta (37). 

Aksi tersebut diduga dilakukan untuk mencuri uang dari rekening dormant.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Demikian yang dikatakan Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Wira Satya Triputra.

"Motif para pelaku yaitu para pelaku tersangka berencana melakukan pemindahan uang dari rekening dormant ke rekening penampungan yang sudah dipersiapkan," beber Wira, dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (16/9/2025). (aag)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Arman Tsarukyan Klaim UFC Melindungi Paddy Pimblett: Saya Adalah Mimpi Buruk Baginya

Arman Tsarukyan Klaim UFC Melindungi Paddy Pimblett: Saya Adalah Mimpi Buruk Baginya

Arman Tsarukyan menuding UFC melindungi Paddy Pimblett dan menyebut dirinya sebagai “mimpi buruk” bagi bintang Inggris itu, menjelang perebutan gelar interim.
Paus Pembunuh Punya Budaya Pijat Rumput Laut, Ilmuwan Terkejut

Paus Pembunuh Punya Budaya Pijat Rumput Laut, Ilmuwan Terkejut

Para ilmuwan kini semakin terpesona oleh beragam perilaku tidak biasa yang ditunjukkan oleh orca (Orcinus orca), mamalia laut yang juga dikenal sebagai paus pembunuh.
Geger Pria Misterius Terkapar Tewas di TPU Bekasi, Tampak Luka di Lehernya, Diduga Korban Pembunuhan

Geger Pria Misterius Terkapar Tewas di TPU Bekasi, Tampak Luka di Lehernya, Diduga Korban Pembunuhan

Sesosok mayat pria misterius ditemukan tewas di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Jalan KH Noer Ali, Bekasi Barat, Kota Bekasi. Identitasnya masih tak diketahui.
Menko Airlangga Ungkap Singapura Tak Suka Indonesia Lakukan Ekspansi Perdagangan: Ada Upaya Mengganggu!

Menko Airlangga Ungkap Singapura Tak Suka Indonesia Lakukan Ekspansi Perdagangan: Ada Upaya Mengganggu!

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut ada negara tidak senang dengan Indonesia yang saat ini merupakan negara dengan agenda pembukaan pasar terbesar.
Belum usai Euforia Persib Menang Atas Persija, Maung Bandung Dapat Kabar Buruk dari Situasi Federico Barba

Belum usai Euforia Persib Menang Atas Persija, Maung Bandung Dapat Kabar Buruk dari Situasi Federico Barba

Persib Bandung meraih kabar kurang menyenangkan dari Federico Barba usai menumbangkan Persija Jakarta. Bek asal Italia itu kini dikabarkan menjadi incaran tiga klub Serie B.
Selamat Tinggal Maarten Paes, Rumor Kiper Baru Persib Bandung Gugur Setelah FC Dallas Umumkan Skuad Musim 2026

Selamat Tinggal Maarten Paes, Rumor Kiper Baru Persib Bandung Gugur Setelah FC Dallas Umumkan Skuad Musim 2026

Nama Maarten Paes mencuat setelah sejumlah nama pemain naturalisasi Timnas Indonesia dikaitkan dengan Persib Bandung.

Trending

Juventus Beri Pukulan Telak kepada Emil Audero, Luciano Spalletti Justru Sampaikan Pernyataan Mengejutkan

Juventus Beri Pukulan Telak kepada Emil Audero, Luciano Spalletti Justru Sampaikan Pernyataan Mengejutkan

Pelatih Juventus, Luciano Spalletti, menyampaikan pernyataan mengejutkan setelah menang telak dengan skor 5-0 atas Cremonese. Kiper Timnas Indonesia, Emil Audero, menjadi korbannya.
Kekayaan Timothy Ronald Disorot Usai Terseret Dugaan Penipuan, Ini Sumber Pundi-Pundi Sang Raja Kripto

Kekayaan Timothy Ronald Disorot Usai Terseret Dugaan Penipuan, Ini Sumber Pundi-Pundi Sang Raja Kripto

Kekayaan Timothy Ronald disorot usai terseret dugaan penipuan trading kripto. Ini sumber pundi-pundi Raja Kripto Indonesia.
Xabi Alonso Masuk Bursa Pelatih Manchester United usai Didepak Real Madrid? Media Inggris Beberkan Peluangnya

Xabi Alonso Masuk Bursa Pelatih Manchester United usai Didepak Real Madrid? Media Inggris Beberkan Peluangnya

Media Inggris membahas kemungkinan Manchester United mengejar Xabi Alonso sebagai pelatih baru. Sang juru taktik asal Spanyol baru saja berpisah dengan Real Madrid.
Peluang Tembus 58%, Striker Kroasia Eks Liga Korea Ini Selangkah Lagi ke Persib Bandung?

Peluang Tembus 58%, Striker Kroasia Eks Liga Korea Ini Selangkah Lagi ke Persib Bandung?

Rumor kedatangan pemain anyar kembali membuat Persib jadi sorotan jelang dibukanya bursa transfer. Nama Marko Dugandzic kini jadi sorotan penuh bobotoh.
3 Pemain Persib Bandung yang Pernah Berseragam Ajax Amsterdam, Gaston Avila akan Menyusul?

3 Pemain Persib Bandung yang Pernah Berseragam Ajax Amsterdam, Gaston Avila akan Menyusul?

Gaston Avila segera menyusul? Beberapa nama-nama tenar ini ternyata pernah berseragam Ajax Amsterdam sebelum akhirnya menjadi andalan bersama Persib Bandung.
Jadwal Lengkap Proliga 2026 usai Seri Pontianak: Pindah ke Medan, Diwarnai Big Match Jakarta Bhayangkara Presisi vs LavAni

Jadwal Lengkap Proliga 2026 usai Seri Pontianak: Pindah ke Medan, Diwarnai Big Match Jakarta Bhayangkara Presisi vs LavAni

Jadwal lengkap Proliga 2026 usai seri Pontianak, para pemain kembali berjuang di seri Medan yang juga diramaikan dengan big match antara Jakarta Bhayangkara Presisi vs LavAni.
Kasus Dugaan Penipuan Kripto Seret Nama Timothy Ronald, Ini Penjelasan Lengkap soal Koin Manta Network

Kasus Dugaan Penipuan Kripto Seret Nama Timothy Ronald, Ini Penjelasan Lengkap soal Koin Manta Network

Kasus dugaan penipuan kripto menyeret nama Timothy Ronald. Korban rugi Rp3 miliar usai beli koin Manta Network. Ini penjelasan MANTA.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT