GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pengamat Kritik 5 Program Kemenpar: Omong Awang-awang Tidak Ada Dasarnya!

Pengamat pariwisata menyebut lima program pariwisata utama Kemenpar tahun 2025 tidak memiliki landasan yang jelas.
Selasa, 23 September 2025 - 17:51 WIB
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana
Sumber :
  • tvOnenews

Jakarta, tvOnenews.com Pengamat pariwisata menyebut lima program pariwisata utama Kemenpar tahun 2025 tidak memiliki landasan yang jelas.

Diketahui, Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana memfokuskan lima program prioritas, yakni Pariwisata Bersih, Tourism 5.0 (digitalisasi AI), Pariwisata Naik Kelas (high-quality tourism), Pengadaan Event Wisata, dan Pengembangan Desa Wisata.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Jadi yang diomongkan itu, omong awang-awang artinya tidak ada dasarnya," ucap Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Pariwisata Indonesia (ICPI) Azril Azhari saat dihubungi, Selasa (23/9).

Azril menilai, bahwa kebijakan yang dikeluarkan oleh Kemenpar itu harus adanya perubahan dari Undang-Undang yang lama terkait dengan Kepariwisataan.

Pasalnya, dalam UU 10 Tahun 2009 sudah tidak mengakomodasi hal-hal tersebut.

"Pertama harus ada pembuat Undang-Undang kepariwisataan kita yang diubah atau perubahan dari Undang-Undang yang lama karena yang lama itu tidak mengakomodasi" ujarnya.

Ia menilai bahwa keadaan pariwisata sekarang harus berbasis dengan ekosistem lingkungan dan juga berpengaruh terhadap komunitas masyarakat. Namun nyatanya, pariwisata di Indonesia masih berbasis terhadap investor.

"Kita berbasisnya kepada investor, jadi yang kaya di Indonesia bukan lah masyarakat tapi adalah investor, investor yang kaya. Itu yang punya destinasi, yang punya restoran dan segala macam," ujarnya.

Kemudian, ia menyebut bahwa UN Tourism telah mewajibkan bahwa pariwisata harus berbasis kepada sustainable tourism atau berkelanjutan yang berlaku saat ini hingga masa yang akan datang. Namun, Undang-Undang yang saat ini justru tidak berbabasis terhadap hal tersebut.

"Jadi wajib untuk membuat kesana, terus juga terjadinya pergeseran paradigma pariwisata di Indonesia dan dunia. Jadi itu tidak paham, Menteri dan anak buahnya tidak paham apa itu paradigma pariwisata," ungkapnya.

Selain itu, ia juga menilai 10 destinasi prioritas dan 5 super prioritas harus dievaluasi. Pasalnya ada beberapa destinasi wisata seperti Danau Toba telah mendapatkan kartu kuning dari UNESCO karena tidak adanya penjagaan lingkungan.

"Saya rasa kalau sudah lampu merah, hilang itu di UNESCO dan orang tidak ada yang mau datang lagi, karena kita tidak bisa menjaga lingkungan geopark kita," imbuhnya.

Ditambah yang terbaru, kondisi alam di Raja Ampat tercemar oleh adanya aktivitas pertambangan nikel yang dilakukan oleh BUMN dan juga adanya pembangunan villa di Pulau Komodo.

"Itu tidak berbasis, itu menurut saya kesahalah dari Menteri dan orang-orang yang ada di Kementerian yang tidak paham," tegasnya.

Terakhir, Azril menuturkan bahkan pariwisata tidak bisa menggunakan ilmu sosial dan humaniora, melainkan ilmu profession and applied science atau ilmu terapan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Oleh karena itu, ia menilai Menteri Pariwisata tidak memahami dasar-dasar dari pariwisata tersebut sehingga kebijakan yang dikeluarkan terkesan mengada-ngada.

"Kenapa bikin kebijakan tetapi tidak mengevaluasi pariwisata selama ini, kok bisa tiba-tiba bikin 5 item, mimpi itu mereka," tandasnya. (aha/raa)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Enggan Sampaikan Permohonan Maaf Secara Terbuka, Dewan Juri LCC 4 Pilar MPR RI Justru Salahkan Sound

Enggan Sampaikan Permohonan Maaf Secara Terbuka, Dewan Juri LCC 4 Pilar MPR RI Justru Salahkan Sound

Ajang Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI terus menuai polemik di publik usai aksi dewan juri yang menganulir jawaban siswi SMAN 1 Pontianak.
DPR Bela Siswa SMAN 1 Pontianak: Jangan Sangka Mereka Memberontak, Sikap Kritis Siswa ke Juri LCC 4 Pilar Perlu Dihargai

DPR Bela Siswa SMAN 1 Pontianak: Jangan Sangka Mereka Memberontak, Sikap Kritis Siswa ke Juri LCC 4 Pilar Perlu Dihargai

Anggota Komisi II DPR RI Fraksi PKS, Aus Hidayat Nur menyoroti polemik Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat Kalimantan Barat yang belakangan ramai diperdebatkan publik.
Permintaan Maaf MC Lomba Cerdas Cermat MPR Dinilai Tak Cukup, Bunda Corla dan Netizen: Buat Video

Permintaan Maaf MC Lomba Cerdas Cermat MPR Dinilai Tak Cukup, Bunda Corla dan Netizen: Buat Video

Permintaan maaf Shindy Lutfiana MC Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI Kalimantan Barat dinilai tak cukup, netizen hingga Bunda Corla minta untuk buat video.
Budaya Kerja Sehat Berdampak Besar pada Produktivitas Perusahaan di Era Digital? Ini Alasannya

Budaya Kerja Sehat Berdampak Besar pada Produktivitas Perusahaan di Era Digital? Ini Alasannya

MetaDesk: Budaya kerja kini menjadi indikator penting dalam menilai daya saing perusahaan, bukan hanya di tingkat nasional tetapi juga regional. Fenomena ini terlihat jelas di sejumlah perusahaan
DPR: Polri Harus Tindak Tegas Premanisme dan Begal yang Ganggu Masyarakat

DPR: Polri Harus Tindak Tegas Premanisme dan Begal yang Ganggu Masyarakat

Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI, M. Sarmuji menyoroti maraknya aksi begal dan premanisme yang terjadi di berbagai daerah sepanjang Mei 2026.
DPR Warning BPS soal Sensus Ekonomi 2026: Data Harus Valid Sesuai Fakta

DPR Warning BPS soal Sensus Ekonomi 2026: Data Harus Valid Sesuai Fakta

Wakil Ketua Komisi X DPR RI, MY Esti Wijayati memberi peringatan kepada Badan Pusat Statistik (BPS) terkait pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.

Trending

Permintaan Maaf MC Lomba Cerdas Cermat MPR Dinilai Tak Cukup, Bunda Corla dan Netizen: Buat Video

Permintaan Maaf MC Lomba Cerdas Cermat MPR Dinilai Tak Cukup, Bunda Corla dan Netizen: Buat Video

Permintaan maaf Shindy Lutfiana MC Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI Kalimantan Barat dinilai tak cukup, netizen hingga Bunda Corla minta untuk buat video.
Enggan Sampaikan Permohonan Maaf Secara Terbuka, Dewan Juri LCC 4 Pilar MPR RI Justru Salahkan Sound

Enggan Sampaikan Permohonan Maaf Secara Terbuka, Dewan Juri LCC 4 Pilar MPR RI Justru Salahkan Sound

Ajang Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI terus menuai polemik di publik usai aksi dewan juri yang menganulir jawaban siswi SMAN 1 Pontianak.
DPR Bela Siswa SMAN 1 Pontianak: Jangan Sangka Mereka Memberontak, Sikap Kritis Siswa ke Juri LCC 4 Pilar Perlu Dihargai

DPR Bela Siswa SMAN 1 Pontianak: Jangan Sangka Mereka Memberontak, Sikap Kritis Siswa ke Juri LCC 4 Pilar Perlu Dihargai

Anggota Komisi II DPR RI Fraksi PKS, Aus Hidayat Nur menyoroti polemik Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat Kalimantan Barat yang belakangan ramai diperdebatkan publik.
Imbas Polemik Penilaian Juri Lomba Cerdas Cermat Kalbar, Wedding Planner Langsung Putus Hubungan Kerja dengan MC

Imbas Polemik Penilaian Juri Lomba Cerdas Cermat Kalbar, Wedding Planner Langsung Putus Hubungan Kerja dengan MC

MC yang bertugas dalam Lomba Cerdas Cermat yang diselenggarakan MPR mengalami pemutusan hubungan kerja setelah polemik penilaian dewan juri terhadap peserta
Sama-sama Tersingkir dari Piala Asia U-17, AFC Resmi Beri Hukuman bagi Qatar Imbas Pertandingan Vs Timnas Indonesia U-17

Sama-sama Tersingkir dari Piala Asia U-17, AFC Resmi Beri Hukuman bagi Qatar Imbas Pertandingan Vs Timnas Indonesia U-17

Tak hanya dipastikan tersingkir, Qatar justru mendapatkan hukuman dari AFC imbas dari pertandingan melawan Timnas Indonesia U-17 di laga pekan kedua babak penyisihan grup Piala Asia U-17. 
Rekam Jejak Indri Wahyuni, Juri Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI di Kalbar yang Viral

Rekam Jejak Indri Wahyuni, Juri Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI di Kalbar yang Viral

Berikut profil dan rekam jejak karier Indri Wahyuni, dewan juri Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI di Kalimantan Barat yang viral di media sosial.
John Herdman Penuh Senyum, Timnas Indonesia Segera Dapat Tambahan 5 Pemain Diaspora Jelang Piala Asia 2027

John Herdman Penuh Senyum, Timnas Indonesia Segera Dapat Tambahan 5 Pemain Diaspora Jelang Piala Asia 2027

Timnas Indonesia dikabarkan akan segera mendapatkan lima pemain diaspora tambahan untuk Piala Asia 2027. Kelima pemain tersebut kabarnya adalah permintaan dari pelatih John Herdman.
Selengkapnya

Viral