News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Dikritik Melalui Karangan Bunga Karena Tak Naikan Cukai Rokok, Menkeu Purbaya: Bunganya Wangi

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa dikirtik melalui karangan bunga karena tidak naikan cukai rokok. Sontak, hal itu menuai komentar publik hingga viral di media sosial
Selasa, 30 September 2025 - 17:29 WIB
Menkeu Purbaya Beri Peringatan Keras ke Pegawai Pajak: Jangan Meras-meras!
Sumber :
  • istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa dikirtik melalui karangan bunga karena tidak naikan cukai rokok. Sontak, hal itu menuai komentar publik hingga viral di media sosial.

Menanggapi isu tersebut, Menkeu Purbaya langsung balas kritik tersebut dengan berkelakar. Kata dia, karangan bunga yang didapatkan bagus. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Nggak apa-apa, bunganya wangi kok bagus," ucapnya sambil sedikit tertawa ketika ditanya soal kritik tersebut, di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (30/9/2025). 

Untuk diketahui, kritik melalui karangan bunga itu dikirim ke kantornya langsung sebagai simbol protes Menkeu Purbaya tidak naikan cukai rokok.

Kemudian, Menkeu Purbaya tegaskan namanya kebijakan pasti ada pro dan kontra. Dia tak heran kritik itu datang.

Bahkan, di matanya kebijakan tak menaikkan cukai rokok adalah cara untuk menjaga industri rokok yang menyerap banyak tenaga kerja tidak mati.

"Jadi gini setiap kebijakan kan ada pro kontra ada yg suka dan tidak suka. Kan saya sudah hitung alasannya kenapa karena saya nggak mau industri kita mati. Terus dibiarkan yang ilegal hidup," jelas Purbaya.

Di sisi lain, kalangan industri pun memberikan permintaan yang tak muluk-muluk soal cukai rokok. 

Industri tak meminta cukai diturunkan, cukup ditahan saja kenaikannya dan meminta dirinya untuk menjaga pasar rokok dari barang-barang ilegal.

Selain itu, kritik tersebut juga jelaskan Purbaya menahan tarif cukai rokok dan dinilai tak tegas untuk mengurangi jumlah perokok yang membludak di Indonesia. 

Cukai rokok yang tinggi dinilai menjadi salah satu cara untuk menekan jumlah perokok dan memperbaiki kesehatan masyarakat Indonesia.

Menyikapi hal ini, Purbaya menilai percuma mengkritik kebijakan cukai rokoknya dengan berbagai alasan kalau tidak bisa mengantisipasi pengangguran yang terjadi saat industri rokok kolaps imbas cukai yang tinggi. 

Menurutnya masyarakat juga butuh penghidupan, industri rokok sendiri menjadi salah satu mata pencaharian banyak orang di Indonesia.

"Kalau dia bisa ciptakan lapangan kerja sebanyak yang terjadi pengangguran karena industri yang mati, boleh kita ubah kebijakannya langsung. Kalau dia nggak bisa jangan omong aja. Kan masyarakat butuh penghidupan kan. Harus ada keseimbangan kebijakan lah saya bilang," jelas Purbaya.

Menurutnya, bila yang disoroti adalah alasan kesehatan, lebih baik semua pihak di sektor kesehatan yang harusnya lebih banyak melakukan penyuluhan dan berbagai gerakan untuk mengurangi orang merokok. Bukan mematikan industrinya.

Bahkan, kata dia, sejauh ini belum ada satupun langkah konkret yang dilakukan untuk mengantisipasi pengangguran yang bisa terjadi bila industri rokok hancur.

"Kalau Anda mau ajarin agar mereka nggak ngerokok ya, diajarin lah pengertian supaya nggak ngerokok, dan harusnya bertahap. Saya belum lihat ada program bertahap yang ciptakan lapangan kerja yang gantikan orang di industri rokok kalau itu tutup semua," ujar Purbaya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Terakhir, Purbaya justru menantang pengkritiknya, apabila mau membuat saran kebijakan yang bisa membuat industri stabil dan jumlah perokok berkurang, silakan diberitahukan. Bila memang kebijakannya baik, dia siap mengikutinya.

"Dia design aja kebijakannya kalau mau nanti saya ikutin, kalau bagus," pungkas Purbaya. (aag)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Timnas Indonesia Dapat Kabar Buruk Usai Kalahkan Singapura, Meski Menang namun Ranking Garuda di FIFA Malah Turun Gara-gara Ini

Timnas Indonesia Dapat Kabar Buruk Usai Kalahkan Singapura, Meski Menang namun Ranking Garuda di FIFA Malah Turun Gara-gara Ini

Timnas Indonesia mendapat tambahan poin setelah menang atas Singapura. Namun, posisi Garuda di ranking FIFA justru turun satu tingkat.
Susana Florika Angkat Bicara Soal Namanya Dicatut dalam Undangan Pelantikan PP PMKRI

Susana Florika Angkat Bicara Soal Namanya Dicatut dalam Undangan Pelantikan PP PMKRI

Sikap ini bukan ditujukan untuk memperpanjang perbedaan, apalagi mengambil posisi untuk salah satu pihak. Justru sebaliknya,
Bukan Lagi Megatron, Ini Panggilan Khusus Megawati Hangestri dari Rookie Hyundai Hillstate

Bukan Lagi Megatron, Ini Panggilan Khusus Megawati Hangestri dari Rookie Hyundai Hillstate

Megawati Hangestri mulai menunjukkan kedekatan dengan para pemain muda Hyundai Hillstate. Salah satu rookie bahkan memiliki panggilan khusus sejak Mega gabung.
Harga Emas Antam Hari Ini 26 September 2026 Rp2.613.000 per Gram, Naik Rp23.000

Harga Emas Antam Hari Ini 26 September 2026 Rp2.613.000 per Gram, Naik Rp23.000

Harga emas Antam hari ini 26 September 2026 terpantau berada di angka Rp2.613.000 per gram.
Kapolri Pimpin Upacara Kenaikan Pangkat, 50 Pati dari Kadivhubinter hingga Kapolda Sulut Jadi Irjen Pol

Kapolri Pimpin Upacara Kenaikan Pangkat, 50 Pati dari Kadivhubinter hingga Kapolda Sulut Jadi Irjen Pol

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo memimpin upacara Laporan Korps Kenaikan Pangkat (Korprapot) 50 Perwira Tinggi (Pati) dan 4 PNS Polri.
Kebakaran Hanguskan Ruang BK dan Perpustakaan SMP Negeri 2 Perak Jombang

Kebakaran Hanguskan Ruang BK dan Perpustakaan SMP Negeri 2 Perak Jombang

Kebakaran melanda SMP Negeri 2 Perak, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Sabtu (26/9) dini hari.

Trending

Fakta-fakta Kondisi Guruh Soekarnoputra Sebelum Dikabarkan Meninggal Dunia

Fakta-fakta Kondisi Guruh Soekarnoputra Sebelum Dikabarkan Meninggal Dunia

Media sosial dan pemberitaan diramaikan dengan kabar meninggal dunianya tokoh publik, Guruh Soekarnoputra. Berikut fakta-fakta kondisi almarhum sebelum wafat
Tanpa Ditutup-tutupi, Megawati Hangestri dengan Jujur Ungkap Kesan Pertamanya soal Pelatih Hyundai Hillstate

Tanpa Ditutup-tutupi, Megawati Hangestri dengan Jujur Ungkap Kesan Pertamanya soal Pelatih Hyundai Hillstate

Megawati Hangestri akan membuka lembaran baru bersama Hyundai Hillstate pada gelaran Liga Voli Korea 2026/2027.
Lepas Kepergian Guruh Soekarnoputra Erick Thohir Kirim Doa Tulus: Selalu Jadi Bagian dari Perjalanan Bangsa

Lepas Kepergian Guruh Soekarnoputra Erick Thohir Kirim Doa Tulus: Selalu Jadi Bagian dari Perjalanan Bangsa

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) dan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, turut menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas wafatnya Guruh Soekarnoputra.
Top 3 Voli: Media Korea Soroti Perubahan Megawati Hangestri, Veteran Hyundai Hillstate Ungkap Harapan, hingga Zhong Hui Tinggalkan China

Top 3 Voli: Media Korea Soroti Perubahan Megawati Hangestri, Veteran Hyundai Hillstate Ungkap Harapan, hingga Zhong Hui Tinggalkan China

Redaksi tvOnenews.com memilih tiga artikel terpopuler yang paling banyak dibaca seputar olahraga voli dan Megawati Hangestri. Berikut rangkuman artikelnya.
Kabar Duka, Guruh Soekarnoputra Wafat

Kabar Duka, Guruh Soekarnoputra Wafat

Guruh Soekarnoputra, adik Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri, meninggal dunia.
Jadwal Asian Games 2026, Sabtu 26 September: Bulu Tangkis Tunggal Mulai Hari Ini dan Perebutan Medali di Kano dan Marathon

Jadwal Asian Games 2026, Sabtu 26 September: Bulu Tangkis Tunggal Mulai Hari Ini dan Perebutan Medali di Kano dan Marathon

Jadwal Asian Games 2026, Sabtu 26 September yang merupakan hari ke-8 penyelenggaraan multi event terbesar se-Asia ini.
Kapolri Pimpin Upacara Kenaikan Pangkat, 50 Pati dari Kadivhubinter hingga Kapolda Sulut Jadi Irjen Pol

Kapolri Pimpin Upacara Kenaikan Pangkat, 50 Pati dari Kadivhubinter hingga Kapolda Sulut Jadi Irjen Pol

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo memimpin upacara Laporan Korps Kenaikan Pangkat (Korprapot) 50 Perwira Tinggi (Pati) dan 4 PNS Polri.
Selengkapnya

Viral