News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Menkeu Purbaya Ancam Ganti Dirjen Anggaran Jika Kompensasi BUMN Telat Dibayar

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa ancam ganti Dirjen Anggaran jika kompensasi BUMN telat dibayar. Ia ingin proses pencairan dipercepat hanya satu bulan.
Rabu, 1 Oktober 2025 - 11:45 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR RI di Jakarta Pusat, Selasa (30/9/2025).
Sumber :
  • YouTube DPR RI

Jakarta, tvOnenews.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan akan mempercepat pembayaran kompensasi kepada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) penugasan, khususnya di sektor energi dan non-energi.

Langkah ini diambil untuk meringankan beban arus kas perusahaan pelat merah seperti Pertamina dan PLN, yang selama ini kerap terganggu akibat lambatnya pencairan dana pemerintah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Purbaya menyampaikan hal tersebut dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI, Selasa (30/9/2025). Ia menilai proses review dan audit pelunasan kompensasi selama tiga bulan terlalu lama, sehingga harus dipangkas hanya menjadi satu bulan.

“Kita akan review proses yang tiga bulan tadi. Kelamaan menurut saya juga. Harus dipastikan program PSO (Public Service Obligation) tidak mengganggu cash flow dari Pertamina, PLN, dan BUMN lainnya,” tegas Purbaya.

Dana Pemerintah Tak Boleh Mengendap

Menurut Purbaya, percepatan pembayaran kompensasi juga penting agar dana pemerintah segera masuk ke sistem perekonomian, bukan hanya mengendap di Bank Indonesia (BI). Ia menyoroti peran Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) yang dinilainya masih kurang proaktif dalam menagih pencairan dana.

“Kalau bisa sebulan langsung bayar, kenapa harus tiga bulan? Uang saya juga nganggur di BI. Seharusnya Danantara lebih cerdas lagi, ketika saya sudah membuka ruang percepatan, mereka langsung datang dan minta,” ujar Purbaya.

Ia menegaskan pemerintah tak boleh lagi terlambat dalam membayar kompensasi, karena dampaknya bisa menekan operasional BUMN sekaligus mengganggu stabilitas energi nasional.

Ancaman Ganti Dirjen Anggaran

Dalam rapat tersebut, Purbaya juga melontarkan pernyataan tegas. Jika pembayaran kompensasi tetap lambat, ia siap mengganti Direktur Jenderal (Dirjen) Anggaran Kementerian Keuangan yang saat ini dijabat Luky Alfirman.

“Sebulan selesai. Kalau tidak, Dirjen Anggaran saya pindahkan,” ucapnya lantang.

Pernyataan ini sontak menjadi sorotan, mengingat posisi Dirjen Anggaran merupakan jabatan strategis di Kemenkeu. Sikap tegas Purbaya dinilai sebagai bentuk keseriusan pemerintah dalam memastikan BUMN tetap sehat secara finansial.

Anggaran Subsidi dan Kompensasi 2025

Sebagai informasi, pemerintah menetapkan pagu subsidi dan kompensasi energi maupun non-energi tahun 2025 sebesar Rp498,8 triliun. Hingga Agustus 2025, realisasi pembayaran baru mencapai Rp218 triliun atau sekitar 43,7% dari total pagu.

Angka tersebut menunjukkan masih ada selisih besar yang perlu segera dicairkan agar BUMN tak terbebani. Jika pencairan lambat, dikhawatirkan akan mengganggu stabilitas arus kas perusahaan negara yang memikul beban subsidi energi.

DPR Dukung Percepatan

Beberapa anggota Komisi XI DPR RI menyambut baik langkah percepatan yang dicanangkan Menkeu Purbaya. Menurut mereka, percepatan ini akan memperbaiki keuangan BUMN sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi, karena dana pemerintah dapat lebih cepat berputar di masyarakat.

Selain itu, percepatan pembayaran diyakini mampu menekan risiko utang jangka pendek BUMN, yang kerap membengkak akibat keterlambatan kompensasi.

Harapan untuk Sistem Baru

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ke depan, Purbaya berharap mekanisme pembayaran kompensasi bisa lebih transparan, cepat, dan tepat sasaran. Dengan percepatan proses review menjadi hanya satu bulan, ia optimistis arus kas BUMN akan lebih sehat dan stabil.

Langkah ini sekaligus menjadi sinyal keras bagi jajaran Kemenkeu agar tidak lagi menunda pencairan dana, serta memastikan tidak ada hambatan birokrasi yang mengorbankan kepentingan publik. (nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Hanya Imbang Lawan 10 Pemain Timnas Indonesia, Pelatih Akui Malaysia Buang-buang Peluang 

Hanya Imbang Lawan 10 Pemain Timnas Indonesia, Pelatih Akui Malaysia Buang-buang Peluang 

Bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (28/9/2026), Malaysia harus puas dengan hasil imbang 0-0 dari Timnas Indonesia.
Detik-detik Tiga Maling Gotong Dua Motor Curian dari Kontrakan di Probolinggo

Detik-detik Tiga Maling Gotong Dua Motor Curian dari Kontrakan di Probolinggo

Aksi pencurian baru diketahui pemilik pada Senin subuh, dimana daat itu, gerbang kontrakan telah terbuka dan gemboknya ditemukan dalam kondisi rusak. 
Diperiksa 8 Jam, Anggota BPK Bobby Rizaldi Dicecar KPK Soal Audit Muara Enim yang Disulap Jadi WTP

Diperiksa 8 Jam, Anggota BPK Bobby Rizaldi Dicecar KPK Soal Audit Muara Enim yang Disulap Jadi WTP

Pemeriksaan Senin merupakan pemeriksaan kedua terhadap Bobby dalam penyidikan perkara tersebut. KPK sebelumnya memeriksa Bobby sebagai saksi pada 16 Juli 2026.
Kisah Agen Polisi yang Lolos di Tragedi G30S PKI 1965, Sukitman Beri Kesaksian saat Temukan Lubang Buaya

Kisah Agen Polisi yang Lolos di Tragedi G30S PKI 1965, Sukitman Beri Kesaksian saat Temukan Lubang Buaya

AKBP (Purn) Sukitman, agen polisi yang menjadi saksi mata dalam Tragedi Gerakan 30 September 1965 PKI (G30S PKI) cerita saat menemukan sumur tua Lubang Buaya.
Modus Tawarkan Jadi Istri Kedua "Abah" Pimpinan Ponpes di Lombok Lecehkan Belasan Santriwati

Modus Tawarkan Jadi Istri Kedua "Abah" Pimpinan Ponpes di Lombok Lecehkan Belasan Santriwati

Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Mataram Joko Jumadi mengatakan Abah menawarkan para korban pelecehan seksual untuk menjadi istri kedua sang ustaz.
Korban Pelecehan Abah Bertambah Jadi 16 Santriwati, Diduga Ada Ustaz Lain yang Terlibat

Korban Pelecehan Abah Bertambah Jadi 16 Santriwati, Diduga Ada Ustaz Lain yang Terlibat

Jumlah korban yang melaporkan dugaan kekerasan seksual di Ponpes Abul Barokat Wannafahat, di Lombok Tengah, bertambah menjadi 16 orang.

Trending

Hanya Imbang Lawan 10 Pemain Timnas Indonesia, Pelatih Akui Malaysia Buang-buang Peluang 

Hanya Imbang Lawan 10 Pemain Timnas Indonesia, Pelatih Akui Malaysia Buang-buang Peluang 

Bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (28/9/2026), Malaysia harus puas dengan hasil imbang 0-0 dari Timnas Indonesia.
Menang Susah Payah, Pemain Singapura Akui Determinasi Tinggi Bangladesh Sulit Diatasi

Menang Susah Payah, Pemain Singapura Akui Determinasi Tinggi Bangladesh Sulit Diatasi

Singapura menang susah payah dengan skor akhir 1-0 atas Bangladesh di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (28/9/2026). 
Hubungan Augusz Dewanggara dengan Internal BPK Tengah Didalami KPK Lewat Bobby Rizaldi

Hubungan Augusz Dewanggara dengan Internal BPK Tengah Didalami KPK Lewat Bobby Rizaldi

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan penyidik juga mendalami mekanisme penentuan opini hasil pemeriksaan, mulai dari BPK Perwakilan hingga BPK RI.
Modus Tawarkan Jadi Istri Kedua "Abah" Pimpinan Ponpes di Lombok Lecehkan Belasan Santriwati

Modus Tawarkan Jadi Istri Kedua "Abah" Pimpinan Ponpes di Lombok Lecehkan Belasan Santriwati

Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Mataram Joko Jumadi mengatakan Abah menawarkan para korban pelecehan seksual untuk menjadi istri kedua sang ustaz.
Momen Kevin Diks Salah Fokus Sorakan Shin Tae-yong di Stadion GBK Saat Bela Thom Haye Viral di Sosial Media

Momen Kevin Diks Salah Fokus Sorakan Shin Tae-yong di Stadion GBK Saat Bela Thom Haye Viral di Sosial Media

Kevin Diks menjadi wakil pemain dalam wawancara yang digelar broadcast usai hasil imbang tanpa gol antara Timnas Indonesia melawan Malaysia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (28/9/2026). 
Detik-detik Tiga Maling Gotong Dua Motor Curian dari Kontrakan di Probolinggo

Detik-detik Tiga Maling Gotong Dua Motor Curian dari Kontrakan di Probolinggo

Aksi pencurian baru diketahui pemilik pada Senin subuh, dimana daat itu, gerbang kontrakan telah terbuka dan gemboknya ditemukan dalam kondisi rusak. 
Badai Petir Diperkirakan Terus Melanda Arab Saudi, Warga Diimbau untuk Waspada

Badai Petir Diperkirakan Terus Melanda Arab Saudi, Warga Diimbau untuk Waspada

Badai petir diperkirakan akan terus melanda sebagian besar wilayah Arab Saudi hingga Jumat mendatang (2/10). Untuk itu, Pemerintah Arab Saudi mengimbau masyarakat untuk waspada.
Selengkapnya

Viral