GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Polisi: Pelaku Penusukan di Cilandak Pernah Dirawat di RSKJ Dharmawangsa

Polisi memastikan pelaku penusukan di Cilandak, Jakarta Selatan, merupakan ODGJ yang sebelumnya pernah menjalani perawatan di RSKJ, kawasan Dharmawangsa.
Senin, 6 Oktober 2025 - 21:36 WIB
Lokasi rumah pria yang ngamuk dan tusuk 4 orang di Cilandak Barat, Jakarta Selatan.
Sumber :
  • tvOnenews.com/Rika Pangesti

Jakarta, tvonenews.com – Polisi memastikan pelaku penusukan di Cilandak, Jakarta Selatan, merupakan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang sebelumnya pernah menjalani perawatan di rumah sakit khusus jiwa (RSKJ), kawasan Dharmawangsa.

Setelah insiden penyerangan terhadap empat warga, pelaku berinisial RMS alias Yoyo (45) kini diamankan di Polsek Cilandak dan akan segera dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk menjalani konseling psikologis.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kapolsek Cilandak, Kompol Febriman Sarlase, mengatakan langkah itu dilakukan untuk memastikan kondisi kejiwaan pelaku sebelum proses hukum dilanjutkan.

“Untuk tersangka sementara diamankan di Polsek Cilandak. Setelah pemeriksaan administrasi, nanti akan dibawa ke Rumah Sakit Kramat Jati untuk konseling psikologis,” ucap Febriman, Senin (6/10/2025).

Menurut Febriman, hasil pemeriksaan psikologis akan menentukan arah penanganan kasus, mengingat pelaku sudah pernah dirawat karena gangguan mental.

“Yang bersangkutan ini sudah pernah dirawat di Rumah Sakit Ketergantungan Mental di Dharmawangsa oleh keluarganya,” jelasnya.

Dalam peristiwa yang terjadi Minggu (5/10) sekitar pukul 12.30 itu, Yoyo disebut mengamuk setelah bertengkar dengan kakaknya di rumah.

Ketika warga dan Ketua RT mencoba melerai, pelaku justru menyerang menggunakan senjata tajam jenis karambit. Empat orang terluka, termasuk Ketua RT, namun tidak ada korban jiwa.

“Alhamdulillah, tidak ada yang meninggal. Hanya luka gores tusukan di tangan dan perut, dan semuanya sudah dirawat di RS Fatmawati. Sebagian juga sudah kekmbali pulang," kata Febriman.

Kepolisian menegaskan, meski pelaku diduga ODGJ, penanganan hukum tetap dilakukan sesuai prosedur.

"Ya, mengingat ada korban dan ada laporan, untuk sementara kita amankan dulu, setelah hasil konseling keluar, baru nanti bisa kita segera tindaklanjuti” ujar Febriman.

Sebelumnya, pelaku dikenal warga hanya kerap marah di dalam rumah tanpa melibatkan orang lain.

Namun kali ini, amukannya meluas hingga melukai warga yang hendak menenangkan situasi.

Pelaku Pecandu Narkoba

Pelaku berinisial RMS alias Yoyo (45) ternyata merupakan pecandu narkoba yang tengah mengalami sakau dan halusinasi berat saat menyerang sejumlah warga pada Minggu (5/10/2025) siang.

Koordinator Keamanan RW 03 Cilandak Barat, sekaligus saksi mata kejadian, Johanes Santika (62), mengungkapkan bahwa Yoyo sudah lama hidup dalam ketergantungan obat-obatan.

“Dia memang orang dalam ketergantungan obat. Kalau nggak minum obat bisa langsung kambuh, ngamuk, bahkan kaya orang halu,” kata Johanes saat ditemui, Senin (6/10/2025).

Johanes Santika mengungkapkan, Yoyo sudah sejak usia belasan kecanduan obat-obatan terlarang alias narkotika. Saat ini, usia Yoyo menginjak 45 tahun. Artinya, sudah hampir 30 tahun, Yoyo ketergantungan obat-obatan.

"Sejak remaja, sekolah atau kuliah lah udah salah bergaul dengan teman-temannya yang juga begitu, suka obat-obatan (terlarang)," ujarnya.

Usai menjadi pecandu narkotika, Yoyo sempat menjalani perawatan di RSKO Cibubur dan rumah sakit ketergantungan obat di Dharmawangsa, namun tak tuntas.

Saat ini Yoyo mengonsumsi obat penenang untuk menstabilkan kondisi kejiwaannya, hanya dalam pengawasan keluarganya di rumah.

Namun belakangan terakhir, Johanes Santika menuturkan, Yoyo menolak minum obat karena merasa keluarganya ingin membunuhnya secara perlahan dengab memberikan obat-obatan terus menerus.

“Dia suka bilang, ‘Keluarga pengin bunuh gue, disuruh minum obat terus.’ Padahal itu obat penenang dari dokter,” ujarnya.

Warga sekitar mengaku Yoyo dikenal tenang bila rutin mengonsumsi obat, tetapi berubah agresif ketika kambuh.

“Kalau lagi kambuh, matanya kosong, jalannya kayak zombie. Ngeri banget,” ucap Johanes.

Saat insiden, Yoyo membawa pisau lipat karambit koleksinya dan menyerang empat orang, termasuk kakaknya sendiri, Ketua RT setempat serta asisten rumah tangga keluarga tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Korban yang ditusuk Yoyo sempat dibawa ke RS Fatmawati. Ibunya juga kena cekik, tapi selamat,” jelas Johanes.

“Kalau tidak diawasi, bahaya buat warga lain. Kami berharap ada tindakan tegas, jangan sampai terulang,” tegasnya. (rpi/aag)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Rupiah Tembus Rp17.400 per Dolar AS, Ekonom Sebut Alarm Bahaya Ekonomi: Fondasi Kita Masih Rapuh

Rupiah Tembus Rp17.400 per Dolar AS, Ekonom Sebut Alarm Bahaya Ekonomi: Fondasi Kita Masih Rapuh

Pakar Kebijakan Publik UPN Veteran Jakarta Achmad Nur Hidayat menyebut kondisi tersebut menjadi alarm serius yang mencerminkan rapuhnya fondasi ekonomi nasional di tengah tekanan global.
Tinjau Pasar Kramat Jati, Pramono Kenalkan Teknologi Hidrotermal untuk Pengolahan Sampah Organik

Tinjau Pasar Kramat Jati, Pramono Kenalkan Teknologi Hidrotermal untuk Pengolahan Sampah Organik

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau pengolahan sampah organik di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (11/5/2026).
HIPMI Apresiasi Langkah Presiden Prabowo Perkuat Ketahanan Energi Nasional di Tengah Perang Global

HIPMI Apresiasi Langkah Presiden Prabowo Perkuat Ketahanan Energi Nasional di Tengah Perang Global

Caketum BPP HIPMI, Anthony Leong, menyampaikan apresiasinya kepada Presiden Prabowo Subianto dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia atas berbagai langkah strategis pemerintah dalam memperkuat ketahanan energi nasional di tengah dinamika global yang semakin kompleks.
Daftar Pemain Asing Liga Voli Korea 2026-2027: Megawati Hangestri Jadi Pemain Terakhir yang Diumumkan

Daftar Pemain Asing Liga Voli Korea 2026-2027: Megawati Hangestri Jadi Pemain Terakhir yang Diumumkan

Daftar pemain asing Liga Voli Korea 2026-2027, di mana Megawati Hangestri jadi pevoli terakhir yang diumumkan.
Korban Tewas Bus ALS di Muratara Bertambah Jadi 18, Tim DVI Temukan Dugaan Jenazah Anak di Bawah 5 Tahun

Korban Tewas Bus ALS di Muratara Bertambah Jadi 18, Tim DVI Temukan Dugaan Jenazah Anak di Bawah 5 Tahun

Kepala RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang, Komisaris Besar Polisi Budi Susanto, mengatakan bagian tubuh tersebut ditemukan menempel pada bagian ketiak dan diduga milik seorang anak kecil.
Pengakuan Mengejutkan Santriwati: Dugaan Pencabulan oleh Kiai Ashari Berulang, Korban Capai 50 Orang

Pengakuan Mengejutkan Santriwati: Dugaan Pencabulan oleh Kiai Ashari Berulang, Korban Capai 50 Orang

Dugaan pencabulan yang dilakukan Kiai Ashari di Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Kabupaten Pati, semakin terkuak setelah pengakuan korban dalam podcast Densu.

Trending

Gerak-gerik Kiai Ashari Ternyata Sudah Lama Dinilai Janggal, Santriwati Sering Diajak Lakukan Ini saat Malam Hari

Gerak-gerik Kiai Ashari Ternyata Sudah Lama Dinilai Janggal, Santriwati Sering Diajak Lakukan Ini saat Malam Hari

Gerak-gerik Kiai Ashari pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah ternyata sudah lama dinilai janggal, santriwati sering diajak lakukan ini saat malam.
KDM Tak Habis Pikir, Sudah Ditawari Jadi Pegawai PU Jabar, Ribuan Eks Pekerja Tambang Bogor Tidak Ada yang Daftar

KDM Tak Habis Pikir, Sudah Ditawari Jadi Pegawai PU Jabar, Ribuan Eks Pekerja Tambang Bogor Tidak Ada yang Daftar

KDM mengaku telah menawarkan solusi agar para eks pekerja tambang tersebut beralih profesi menjadi tenaga kebersihan di bawah naungan Dinas Pekerjaan Umum Jabar
Mulai 1 Agustus 2026, TPST Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu: Warga Jakarta Wajib Pilah dari Rumah

Mulai 1 Agustus 2026, TPST Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu: Warga Jakarta Wajib Pilah dari Rumah

Mulai 1 Agustus 2026, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang direncanakan hanya akan menampung sampah residu. 
Demi Lancarkan Aksi Bejatnya, Kiai Cabul Minta Santri Pijat hingga Tidur Bersama, Korban: Katanya Ajaran Guru

Demi Lancarkan Aksi Bejatnya, Kiai Cabul Minta Santri Pijat hingga Tidur Bersama, Korban: Katanya Ajaran Guru

Aksi bejat yang dilakukan Kiai Ashari di Ponpes Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah perlahan terbongkar oleh kesaksian para korban. Kini oknum telah jadi tersangka
Sejak Awal Ponpes Berdiri, Orangtua Korban Sudah Curiga dengan Kelakuan Kiai Cabul: yang Diajak Selalu Santriwati

Sejak Awal Ponpes Berdiri, Orangtua Korban Sudah Curiga dengan Kelakuan Kiai Cabul: yang Diajak Selalu Santriwati

Oknum Kiai berinisial AS (51) atau Ashari ditetapkan sebagai tersangka. Korban merupakan santriwati Pondok Pesantren (Ponpes) Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah
Terbongkar Modus "Pesan Tengah Malam" Kiai Ashari di Ponpes Pati dan Dugaan Adanya Upaya Suap Tutup Kasus

Terbongkar Modus "Pesan Tengah Malam" Kiai Ashari di Ponpes Pati dan Dugaan Adanya Upaya Suap Tutup Kasus

LPSK mengambil langkah proaktif untuk melindungi puluhan santriwati yang menjadi korban dugaan pencabulan di Pesantren Tahfidzul Qur’an Ndholo Kusumo, Pati. 
Ayah Santriwati Beberkan Kejanggalan di Ponpes Pati, Sebut Anaknya Dikeluarkan usai Tolak Temani Pelaku Tidur

Ayah Santriwati Beberkan Kejanggalan di Ponpes Pati, Sebut Anaknya Dikeluarkan usai Tolak Temani Pelaku Tidur

Ayah santriwati bongkar kejanggalan di Ponpes Pati. Anaknya disebut dikeluarkan usai menolak temani tidur pelaku di pesantren. Simak cerita selengkapnya!
Selengkapnya

Viral