News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Tokoh Agama dan Masyarakat Papua Ikut Klarifikasi Soal Isu TNI Gunakan Bom di Kiwirok, Sebut Fitnah Lama OPM

Tokoh agama dan masyarakat Papua bantah isu TNI gunakan bom di Kiwirok. Mereka sebut tuduhan OPM hanyalah fitnah lama untuk menutupi aksi kekerasan mereka.
Jumat, 10 Oktober 2025 - 12:04 WIB
Menhan-Menkeu Kunjungi Prajurit TNI di Garis Terdepan Papua
Sumber :
  • istimewa

Jakarta, tvOnenews.com – Isu liar yang menuding TNI menggunakan pesawat dan bom di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan, kembali dibantah keras oleh tokoh agama dan masyarakat setempat. Mereka menyebut tuduhan tersebut sebagai fitnah keji yang dihembuskan oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM) untuk menutupi aksi kekerasan mereka terhadap warga sipil.

Isu ini pertama kali disebarkan oleh OPM Kodap XV Ngalum Kupel melalui sejumlah akun media sosial simpatisannya. Dalam unggahan tersebut, OPM menuding bahwa TNI melakukan serangan udara di Kiwirok, padahal menurut warga, TNI justru tengah menjalankan misi kemanusiaan di bawah kendali Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pendeta Markus Nop, tokoh masyarakat sekaligus rohaniwan di Distrik Kiwirok, menegaskan bahwa tuduhan terhadap TNI tidak berdasar. Ia bahkan menyebut OPM sebagai pihak yang selama ini menjadi pelaku utama teror terhadap masyarakat asli Papua dan para pendatang.

“Mereka yang membakar sekolah, mengancam guru, tapi malah menuduh TNI mengebom desa. Itu bohong besar. Kami tahu siapa yang sebenarnya membuat kerusakan di sini,” ujar Markus, Jumat (10/10/2025).

Markus menilai, penyebaran isu dan video editan oleh OPM adalah strategi lama untuk menggiring opini publik agar membenci pemerintah dan aparat keamanan. Narasi semacam itu, kata dia, juga sering dipakai untuk mendapatkan simpati internasional sekaligus menutupi aksi kejahatan kemanusiaan yang mereka lakukan sendiri.

“Saya masih ingat peristiwa pilu September 2021. Setelah mereka membakar puskesmas, para nakes diserang. Ibu Gabriela Meilan ditemukan tewas di jurang sedalam 500 meter. Itu bukan perbuatan manusia yang punya hati,” kenangnya.

Sementara itu, Kepala Distrik Kiwirok, Yulianus Kalakmabin, turut membantah keras tuduhan OPM terhadap TNI. Ia menegaskan bahwa keberadaan prajurit Kogabwilhan III di Kiwirok bukan untuk berperang, melainkan untuk melindungi dan membantu masyarakat yang terdampak aksi kekerasan kelompok separatis.

“Saya melihat sendiri bagaimana TNI membantu para guru dan warga yang ketakutan akibat pembakaran sekolah. Tidak ada bom, tidak ada pesawat tempur. Yang ada adalah bantuan dan perlindungan,” tegas Yulianus.

Ia menambahkan, pola yang digunakan OPM sudah berulang: menyebarkan hoaks dan propaganda digital untuk membentuk citra negatif terhadap TNI dan pemerintah Indonesia. Menurutnya, masyarakat kini sudah lebih cerdas dalam menyaring informasi.

“Hoaks adalah senjata baru kelompok separatis. Mereka ingin menebar ketakutan dan perpecahan. Tapi masyarakat Papua sudah tahu siapa yang benar-benar bekerja untuk rakyat,” ujarnya.

Pernyataan para tokoh ini memperkuat bahwa narasi TNI menggunakan bom di Kiwirok hanyalah manipulasi informasi. Di lapangan, TNI justru menjalankan misi kemanusiaan, termasuk menyalurkan bantuan logistik, melindungi tenaga pendidik, serta membantu pemulihan fasilitas umum yang rusak akibat aksi kekerasan OPM.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Peristiwa di Kiwirok kembali menjadi pengingat bahwa perang informasi kini menjadi bagian dari konflik Papua. Ketika fakta dibalik, masyarakat sipil menjadi korban utama. Karena itu, tokoh-tokoh setempat mengimbau agar masyarakat Papua dan dunia internasional berhati-hati terhadap berita tanpa sumber yang jelas, terutama yang beredar di media sosial simpatisan kelompok separatis.

Dengan pernyataan tegas dari tokoh agama dan masyarakat, isu penggunaan bom oleh TNI terbukti hoaks, sekaligus memperlihatkan bahwa OPM kembali memainkan narasi lama untuk menutupi kekerasan yang mereka lakukan sendiri. (nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Sukses Bawa Norwegia Sampai Babak perempat Final, Erling Haaland Bilang Piala Dunia 2026 Benar-benar Mengubah Hidupnya

Sukses Bawa Norwegia Sampai Babak perempat Final, Erling Haaland Bilang Piala Dunia 2026 Benar-benar Mengubah Hidupnya

Erling Haaland mengaku Piala Dunia 2026 meninggalkan kesan yang cukup mendalam untuk dirinya meski langkah Norwegia harus terhenti di babak perempat final.
Gus Yahya Balas Cak Imin soal Ganti Ketum PBNU, Singgung soal Jabatan Ketum PKB: Beliau Kurang Mengerti NU, Pengurus Saja Belum Pernah

Gus Yahya Balas Cak Imin soal Ganti Ketum PBNU, Singgung soal Jabatan Ketum PKB: Beliau Kurang Mengerti NU, Pengurus Saja Belum Pernah

Gus Yahya memberi balasan menohok kepada Cak Imin mengenai pergantian Ketum PBNU. Sebelumnya, Cak Imin sempat menyebut PBNU kepemimpinan Gus Yahya adalah yang paling mundur.
Alasan Gus Yahya Mau Maju Lagi Jadi Ketum PBNU, Anggap Dinamika Internal Biasa Saja: Banyak Orang yang Kepengin

Alasan Gus Yahya Mau Maju Lagi Jadi Ketum PBNU, Anggap Dinamika Internal Biasa Saja: Banyak Orang yang Kepengin

Gus Yahya blak-blakan mengaku ingin maju lagi jadi Ketum PBNU meski terdapat berbagai dinamika internal. Ia merasa perlu menyelesaikan agenda yang telah dibangun.
Hasil Babak Pertama Semifinal Piala Dunia 2026: Unggul Atas Prancis, Spanyol Injakkan Satu Kaki di Partai Puncak

Hasil Babak Pertama Semifinal Piala Dunia 2026: Unggul Atas Prancis, Spanyol Injakkan Satu Kaki di Partai Puncak

Hasil babak pertama semifinal Piala Dunia 2026 yang mempertemukan dua tim kandidat juara, Spanyol vs Prancis Stadion Dallas, Amerika Serikat, Rabu 16 Juli.
Babak Baru Ruben Onsu Vs Sarwendah, Sidang Hak Asuh Anak Digelar Hari Ini

Babak Baru Ruben Onsu Vs Sarwendah, Sidang Hak Asuh Anak Digelar Hari Ini

Sidang perdana gugatan hak asuh yang diajukan Ruben Onsu dijadwalkan berlangsung di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada hari ini, Rabu (15/7/2026).
Disorot Lagi karena Kasus DJKA, Ini Deretan Kontroversi Gus Miftah yang Pernah Gegerkan Publik

Disorot Lagi karena Kasus DJKA, Ini Deretan Kontroversi Gus Miftah yang Pernah Gegerkan Publik

Gus Miftah disinggung dalam persidangan kasus dugaan korupsi proyek pembangunan jalur ganda kereta api (double track) Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA).

Trending

31 Saksi Kasus Penyekapan dan Penganiayaan Wanita di Bandung oleh Taufik Hidayat Diperiksa, Penyidikan Masih Berlangsung

31 Saksi Kasus Penyekapan dan Penganiayaan Wanita di Bandung oleh Taufik Hidayat Diperiksa, Penyidikan Masih Berlangsung

Sebanyak 31 saksi diperiksa dalam kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan terhadap seorang perempuan berinisial YTR yang diduga dilakukan oleh Taufik Hidayat.
Link Live Streaming Semifinal Piala Dunia 2026: Spanyol Hadapi Prancis untuk Perebutkan Satu Tiket ke Partai Puncak

Link Live Streaming Semifinal Piala Dunia 2026: Spanyol Hadapi Prancis untuk Perebutkan Satu Tiket ke Partai Puncak

Link Live Streaming Semifinal Piala Dunia 2026, Rabu 15 Juli, akan menyajikan duel dua tim kandidat juara, Spanyol Vs Prancis di AT&T Stadium, Amerika Serikat.
Babak Baru Ruben Onsu Vs Sarwendah, Sidang Hak Asuh Anak Digelar Hari Ini

Babak Baru Ruben Onsu Vs Sarwendah, Sidang Hak Asuh Anak Digelar Hari Ini

Sidang perdana gugatan hak asuh yang diajukan Ruben Onsu dijadwalkan berlangsung di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada hari ini, Rabu (15/7/2026).
Inilah Susunan Pemain Prancis Melawan Spanyol

Inilah Susunan Pemain Prancis Melawan Spanyol

Didier Deschamps kembali mengandalkan formasi 4-2-3-1 dengan menurunkan kekuatan terbaik melawan Spanyol.
Melongok Sumber Kekayaan Gus Miftah, Namanya Kini Terseret dalam Sidang Kasus Korupsi DJKA

Melongok Sumber Kekayaan Gus Miftah, Namanya Kini Terseret dalam Sidang Kasus Korupsi DJKA

Nama pendakwah Miftah Maulana Habiburrahman atau Gus Miftah kembali menjadi perhatian, usai namanya disebut dalam persidangan kasus dugaan korupsi DJKA.
Disorot Lagi karena Kasus DJKA, Ini Deretan Kontroversi Gus Miftah yang Pernah Gegerkan Publik

Disorot Lagi karena Kasus DJKA, Ini Deretan Kontroversi Gus Miftah yang Pernah Gegerkan Publik

Gus Miftah disinggung dalam persidangan kasus dugaan korupsi proyek pembangunan jalur ganda kereta api (double track) Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA).
Resmi Jadi Pemain Hyundai Hillstate di Liga Voli Korea, Megawati Hangestri Bertekad Mengalahkan Red Sparks Musim Depan

Resmi Jadi Pemain Hyundai Hillstate di Liga Voli Korea, Megawati Hangestri Bertekad Mengalahkan Red Sparks Musim Depan

Bintang voli Indonesia, Megawati Hangestri, resmi kembali ke negeri ginseng untuk memperkuat Hyundai Hillstate pada Liga Voli Korea musim depan.
Selengkapnya

Viral