News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Menguak Tabir Kasus Balita Diduga Dibunuh Kekasih Ibunya di Medan, Hasvara: Proses Hukum Harus Dijalankan

Hasvara Dhiba Inantha merasa yakin keponakannya yang masih balita menjadi korban pembunuhan kekasih ibu kandung balita. Keyakinan itu yang akhirnya membuat
Sabtu, 11 Oktober 2025 - 18:33 WIB
Menguak Tabir Kasus Balita Diduga Dibunuh Kekasih Ibunya di Medan, Hasvara: Proses Hukum Harus Dijalankan
Sumber :
  • istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Hasvara Dhiba Inantha merasa yakin keponakannya yang masih balita menjadi korban pembunuhan kekasih ibu kandung balita. Keyakinan itu yang akhirnya membuat Hasvara membuat laporan polisi ke Polretabes Medan pada Selasa (25/3/2025) lalu.

Laporan tersebut dengan nomor laporan LP/B/111/2025/SPKT/POLRESTABES MEDAN/POLDA SUMATERA UTARA. Hasvara membuat laporan karena adanya kecurigaan terhadap kondisi jenazah korban yang penuh dengan lebam berwarna biru.  

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Terlapor adalah Zul Iqbal. Terkait laporan Hasvara, kasus ini sudah berproses hukum dan telah dilangsungkan persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Medan dengan perkara dugaan pembunuhan anak berusia 3,5 tahun.

Bahkan pada Kamis (9/10/2025), Hasvara dihadirkan sebagai saksi di persidangan yang berlangsung di Ruang Cakra V, PN Medan

Dalam persidangan, Hasvara mengaku sempat sangat kaget melihat badan keponakannya terdapat banyak lebam biru. 

“Aduh, kok biru semua badan Si Ale ini, Mi?” ucap Hasvara menirukan perkataan dirinya kepada ibu korban di hadapan majelis hakim.

Hasvara juga menerangkan pihak keluarga tidak mengetahui asal mula munculnya lebam tersebut. Menurut keterangan ibu korban, saat korban masih berada di rumah sakit, tidak terlihat adanya lebam biru di tubuh anaknya.

Hakim Evelyn Napitupulu sempat menanyakan kepada saksi mengenai adanya dugaan kekerasan di bagian leher korban. 

Hasvara menyebut, berdasarkan keterangan yang didengarnya dari pihak kepolisian, leher korban diduga patah akibat digantung dengan handuk, dan ditemukan pula pecahnya empedu korban.

“Saya mendapat keterangan itu dari polisi, yang menyebut informasi tersebut berasal dari istri dan anak terdakwa. Jadi bukan saya dengar langsung dari anak atau istrinya,” jelas saksi.

Ketika hakim menanyakan apakah saksi mengetahui hal tersebut dari dokumen resmi kepolisian, Hasvara menegaskan tidak melihat berkas forensik atau salinannya, melainkan hanya mendengar dari keterangan polisi.

Tim penasihat hukum terdakwa Zul Iqbal, Hari Irwanda, SH, menanyakan kepada saksi mengenai perilaku ibu korban. 

“Apakah benar, jika kebutuhan hidupnya tidak terpenuhi, ibu korban sering kali mengancam akan mengakhiri hidupnya bersama anaknya?” tanya Hari Irwanda.

“Benar,” jawab saksi singkat.

Untuk memperjelas, kuasa hukum kembali bertanya apakah hal tersebut juga pernah terjadi saat ibu korban masih bersama ayah kandung anak tersebut.

Hasvara menjawab bahwa ia pernah dihubungi oleh ayah korban agar segera datang ke rumah ibu korban di Jalan Sei Kapuas, Medan, sekitar pukul 03.00 WIB karena ibu korban melukai tangannya akibat emosi.

Di akhir sidang, hakim Evelyn Napitupulu meminta jaksa penuntut umum untuk menghadirkan saksi lainnya yang juga merupakan terlapor dalam persidangan berikutnya. Diketahui, saksi tersebut saat ini berada di Malaysia.

Di luar persidangan, kuasa hukum terdakwa, Hari Irwanda, SH, menyampaikan ancaman bunuh diri yang dilakukan ibu korban merupakan bentuk reaksi emosional yang muncul akibat tekanan dalam hubungan keluarga. Ia berharap publik tidak berspekulasi dan menghormati proses hukum yang sedang berjalan.

“Kami meminta agar seluruh pihak bijaksana dalam menanggapi kasus ini. Proses hukum harus dijalankan secara transparan dan adil,” tegas Hari Irwanda.

Cerita Hasvara

Kepada media, Sabtu (11/10/2025), Hasvara menceritakan tentang sosok Zul Iqbal. Sepengetahuan Hasvara, terduga pelaku selama tampak seperti sosok pria yang mengayomi. Namun setelah kematian Ale, semua kebohongan yang seolah-olah ditutupinya seperti terungkap. Hasvara juga merasa sangat tertipu.

“Pertama, soal istrinya. Sebelum kasus ini terungkap, Zul Iqbal mengaku seorang duda empat anak. Belakangan diketahui, perempuan yang selama ini diakuinya sebagai kakaknya, ternyata adalah istrinya sendiri. Dan anak bayi yang selama ini diakuinya sebagai anak angkat, juga ternyata anak kandungnya paling kecil. Ternyata, Zul Iqbal ini punya anak lima,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, kebohongan lainnya adalah soal pengakuan Zul Iqbal bahwa mantan istrinya seorang Polwan. Padahal, hal itu tidak benar. “Dia masih punya istri, nah itu yang sampai saat ini saya tidak tahu apa motifnya dia mengaku seperti itu. Kami merasa sangat tertipu oleh orang ini (Zul Iqbal,” ucapnya.

Apalagi saat di awal-awal kematian Ale, Hasvara sempat merasa curiga bahwa keponakannya itu menghembuskan napas terakhir akibat perbuatan Zul. Sebab, saat itu beberapa kali Zul Iqbal mengatakan kematian Ale akibat kesalahannya, karena lalai memberi obat.

“Tapi, saat sidang ucapan itu dibantahnya. Kan aneh. Padahal, istri dan anaknya yang mengungkapkan di kepolisian bahwasannya ada dugaan penganiayaan terhadap Ale. Hal itu juga terungkap di dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP),”

“Saya juga melihat saat olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di rumah pelaku, ada adegan leher Ale digantung menggunakan handuk oleh Zul, lalu ditendang dan dikurung di ruangan gelap, di rumah mereka. Itu saya lihat semua saat olah TKP. Masak polisi mengada-ngada,” 

Diungkapkan Hasvara, hasil visum menyatakan penyebab kematian Ale mengalami peresapan di leher karena kondisi sudah patah, dan empedunya juga pecah. Dan dari lambungnya juga tidak ada keracunan obat.

“Kalau ditanya soal bukti forensik, ya saya tidak bisa melihat secara langsung, karena bersifat rahasia. Tapi apa yang saya ketahui dan saya sampaikan, itu berdasarkan keterangan sementara ekshumasi yang dilakukan polisi saat itu,” 

Semakin kuat kecurigaan Hasvara bahwa ternyata ada kekerasan fisik terhadap Ale dari informasi yang mereka dapat dari pihak kepolisian, maka tertujulah dugaan kepada Zul Iqbal, dan dipanggil anggota keluarga lainnya. 

“Bahkan usai laporan, polisi bergerak cepat melakukan penyelidikan ke keluarga terdakwa. Kami apresiasi pihak kepolisian yang bergerak cepat merespons laporan kami,” 

Merasa Tertipu

Selaku tante korban, yang merupakan sepupu dari Anlyra Zafira Lubis, Hasvara menyampaikan, mereka juga merasa tertipu. Beberapa hari sebelum kematian Ale, disebut-sebut keponakannya itu dititipkan oleh ibunya kepada Zul Iqbal. 

“Ternyata, dijemput bukan dititipkan, dengan alasan agar bisa dekat dengan anak-anaknya yang lain, karena ada rencana Zul Iqbal dengan Anlyra Zafira akan menikah sehabis Lebaran,” 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selaku keluarga, Hasvara berharap kasus ini bisa terang benderang di persidangan. Sehingga pelaku dihukum sesuai dengan perbuatannya. Hasvara juga merasa apa yang disampaikannya ke media dan persidangan tidak ada yang dilebih-lebihkan.

“Semua yang saya sampaikan berdasarkan apa yang saya terima hasil dari penyelidikan polisi, BAP, dan olah TKP,” pungkasnya. (aag)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Piala Dunia 2026: Reaksi Rendah Hati Ousmane Dembele Usai Cetak Hattrick dan Bawa Prancis Hancurkan Norwegia 4-1

Piala Dunia 2026: Reaksi Rendah Hati Ousmane Dembele Usai Cetak Hattrick dan Bawa Prancis Hancurkan Norwegia 4-1

Prancis tutup fase grup Piala Dunia 2026 dengan performa sempurna setelah menaklukkan Norwegia 4-1 pada laga terakhir Grup I, Sabtu (27/6/2026) dini hari WIB.
RI Tegaskan Komitmen Transisi Energi yang Melindungi Lingkungan Hidup sekaligus Pekerja di Forum Global

RI Tegaskan Komitmen Transisi Energi yang Melindungi Lingkungan Hidup sekaligus Pekerja di Forum Global

Di forum Global Electrification and Transition Energy Summit (GETES) 2026, Menteri LH Jumhur Hidayat menegaskan komitmen RI dalam transisi energi yang didasarkan pada prinsip lingkungan sekaligus pelindungan pekerja.
Penyekapan dan Penganiayaan di Bandung Sangat Membahayakan Perempuan, Fahira Idris Minta Pelaku Dihukum Berat

Penyekapan dan Penganiayaan di Bandung Sangat Membahayakan Perempuan, Fahira Idris Minta Pelaku Dihukum Berat

Penyekapan dan penyiksaan dalam kurun waktu panjang menunjukkan adanya pola kekerasan ekstrem, kontrol, isolasi, dan perampasan kemerdekaan yang sangat membahayakan.
Tim ARMI Duga Kematian Luis David Hutabarat Dipicu Kekerasan Petugas Keamanan PT Agrinas

Tim ARMI Duga Kematian Luis David Hutabarat Dipicu Kekerasan Petugas Keamanan PT Agrinas

Tim Advokasi Rakyat Melawan Impunitas (ARMI) mengungkap kronologi dugaan kekerasan yang dilakukan petugas keamanan PT Agrinas Palma Nusantara (APN) terhadap empat warga Desa Sukarame Baru, Kecamatan Kualuh Hulu, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Sumatera Utara, pada 16 Juni 2026.
Masih Ingat Kisah Hendrawan Pinjamkan Sepatunya pada Pebulu Tangkis Jamaika? Aksi Sportivitasnya Banjir Pujian

Masih Ingat Kisah Hendrawan Pinjamkan Sepatunya pada Pebulu Tangkis Jamaika? Aksi Sportivitasnya Banjir Pujian

Masih ingat aksi Hendrawan di Commonwealth Games 2022? Legenda bulu tangkis Indonesia itu rela melepas sepatunya untuk dipinjamkan kepada pebulu tangkis Jamaika, Samuel Ricketts.
Polisi Berhasil Ringkus Terduga Penganiaya Kedi Golf di Tangerang

Polisi Berhasil Ringkus Terduga Penganiaya Kedi Golf di Tangerang

Polres Metro Tangerang Kota menangkap pria berinisial FP (38), tersangka kasus penganiayaan terhadap seorang kedi golf di kawasan Modern Golf, Kota Tangerang yang dipicu persoalan kecemburuan.

Trending

Anak 6 SD Dijual Ibu Kandung di Banten, Modusnya Buat Publik Geram

Anak 6 SD Dijual Ibu Kandung di Banten, Modusnya Buat Publik Geram

Ironis, nasib seorang anak 6 SD di Tangerang, Banten. Pasalnya, anak itu dijual ibu kandungnya sendiri, yakni berinisial N (36). Modus Ibu kandung jual anak
Kepercayaan Publik Meningkat, Polri Disebut Berhasil Lakukan Reformasi Internal

Kepercayaan Publik Meningkat, Polri Disebut Berhasil Lakukan Reformasi Internal

Tingkat kepercayaan publik terhadap Polri meningkat melalui hasil survei yang dikeluarkan oleh Litbang Kompas.
Jadwal F1 GP Austria 2026, Sabtu 27 Juni: Kualifikasi Makin Menarik! McLaren Mulai Ganggu Mercedes di Red Bull Ring

Jadwal F1 GP Austria 2026, Sabtu 27 Juni: Kualifikasi Makin Menarik! McLaren Mulai Ganggu Mercedes di Red Bull Ring

Jadwal F1 GP Austria 2026, Sabtu 27 Juni yang merupakan hari kedua dari rangkaian seri ke-8 Formula 1 musim ini akan tersjai sesi latihan bebas dan kualifikasi.
Miris! Kasus Kekerasan pada Anak 12 Tahun Terbongkar, Polisi Tetapkan Ibu dan Seorang Pria 46 Tahun sebagai Tersangka

Miris! Kasus Kekerasan pada Anak 12 Tahun Terbongkar, Polisi Tetapkan Ibu dan Seorang Pria 46 Tahun sebagai Tersangka

Polresta Tangerang menetapkan dua tersangka dalam kasus dugaan kekerasan seksual terhadap anak berusia 12 tahun. Salah satunya merupakan ibu kandung korban
Link Live Streaming Piala Dunia 2026: Norwegia Vs Prancis

Link Live Streaming Piala Dunia 2026: Norwegia Vs Prancis

Norwegia dan Prancis sudah memastikan diri lolos ke babak 32 besar berkat kemenangan di dua laga awal. Duel dini hari nanti akan menentukan status juara Grup I Piala Dunia 2026.
Petani Labura Tewas usai Dianiaya, Kapendam Benarkan Ada Keterlibatan Anggota TNI

Petani Labura Tewas usai Dianiaya, Kapendam Benarkan Ada Keterlibatan Anggota TNI

Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) I/Bukit Barisan, Kolonel Inf Sandy membenarkan adanya peristiwa penganiayaan yang dilakukan oleh anggota TNI terhadap warga
Link Live Streaming Piala Dunia 2026: Senegal Vs Irak

Link Live Streaming Piala Dunia 2026: Senegal Vs Irak

Senegal dan Irak pun mesti menggantungkan nasib melalui mekanisme peringkat ketiga terbaik. Keduanya saat ini belum mengantongi poin usai dikalahkan Norwegia dan Prancis di dua pertandingan awal Piala Dunia 2026.
Selengkapnya

Viral