News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Keluarga Diplomat Muda Kemenlu Sebut Polda Metro Jaya Seolah Tutupi Bukti Kematian

Misteri kematian Diplomat Muda Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Arya Daru Pangayunan kembali menuai sorotan.
Selasa, 14 Oktober 2025 - 15:15 WIB
Konferensi pers pengungkapan kasus kematian diplomat muda Kemenlu, ADP (39) oleh Ditrskrimum Polda Metro Jaya, Selasa (29/7/2025).
Sumber :
  • Rika Pangesti/tvOnenews

Jakarta, tvOnenews.com - Misteri kematian Diplomat Muda Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Arya Daru Pangayunan kembali menuai sorotan.

Keluarga menilai penyidikan kasus ini jalan di tempat dan menuding Polda Metro Jaya enggan meningkatkan status perkara ke tahap penyidikan, meski bukti dianggap sudah cukup dalam kasus kematian Diplomat Muda Kemenlu itu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kuasa hukum keluarga korban, Dwi Librianto menuturkan bahwa pihak kepolisian terkesan menutup akses terhadap bukti-bukti penting serta hasil penyelidikan.

“Mereka belum mau naikkan ke penyidikan dengan alasan buktinya kurang. Padahal, bagi kami, bukti yang ada sudah lebih dari cukup,” ujar Dwi kepada wartawan, Selasa (14/10).

Menurutnya, penyidik justru membatasi ruang gerak keluarga untuk ikut memantau perkembangan kasus. Upaya kuasa hukum untuk melakukan pemeriksaan lokasi tempat Arya ditemukan tewas pun dihalangi dengan alasan harus mendapat izin dari pemilik kos.

“Lho, kok bisa? Itu kan kewenangan penyidik. Kalau kasus ini sudah naik ke penyidikan, mereka bisa memaksa. Tapi karena tidak dinaikkan, akhirnya penyidik malah terbelenggu,” tegas Dwi.

Ia menilai situasi ini janggal dan menghambat proses pencarian keadilan.

“Kami sudah berkali-kali minta bukti dan hasil penyelidikan, tapi tidak pernah diperlihatkan. Permintaan kami untuk pemeriksaan lokasi juga ditolak. Ini lucu dan tidak masuk akal,” tambahnya.

Dwi menduga ada upaya menutupi fakta di balik kematian Arya.

“Kalau penyidik minta kami yang mengajukan izin ke pemilik kos untuk lihat TKP, itu aneh. Seharusnya justru mereka yang punya kewenangan. Apalagi police line di lokasi sudah dicabut sejak 16 Juli, beberapa hari setelah jenazah ditemukan,” ujarnya.

Kuasa hukum keluarga kini berencana mengambil langkah hukum lanjutan.

“Kami akan ke Bareskrim Polri untuk meminta gelar perkara khusus, karena kami menilai penanganan kasus di Polda Metro Jaya tidak berjalan transparan,” kata Dwi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kasus kematian Arya Daru Pangayunan hingga kini belum menemukan titik terang sejak jasadnya ditemukan di kamar kos kawasan Jakarta Timur pada pertengahan Juli lalu.

Keluarga menduga ada kejanggalan dalam penyelidikan, sementara pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait perkembangan kasus tersebut. (rpi/raa)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perusahaan Mineral Nasional Akan Ambil Alih Tambang Emas Martabe

Perusahaan Mineral Nasional Akan Ambil Alih Tambang Emas Martabe

Tambang emas Martabe di Sumatera Utara yang dikelola PT Agincourt Resources akan dialihkan ke BUMN baru yakni PT Perminas. 
KPK Terima 1.916 Laporan Gratifikasi Selama 2025, Meningkat dari Tahun Sebelumnya

KPK Terima 1.916 Laporan Gratifikasi Selama 2025, Meningkat dari Tahun Sebelumnya

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencatat sepanjang tahun 2025 pihaknya menerima 1.916 laporan gratifikasi. Jumlah ini meningkat dibanding tahun sebelumnya.
Polisi Tegaskan Tak Ada Unsur Penganiayaan ke Penjual Es Gabus yang Dituduh Pakai Gabusing Berbahan Baku Spons

Polisi Tegaskan Tak Ada Unsur Penganiayaan ke Penjual Es Gabus yang Dituduh Pakai Gabusing Berbahan Baku Spons

Sementara itu, Budi menerangkan, hingga saat ini pihak kepolisian, Bid Propam Polda Metro Jaya masih melakukan pendalaman terhadap Aiptu Ikhwan yang merupakan Bhabinkamtibmas.
Scott McTominay Ungkap Rasa Sayang ke Michael Carrick usai MU Tekuk Arsenal, Singgung Peran Besar di Kariernya

Scott McTominay Ungkap Rasa Sayang ke Michael Carrick usai MU Tekuk Arsenal, Singgung Peran Besar di Kariernya

Scott McTominay memuji Michael Carrick usai Manchester United (MU) menang atas Arsenal. Ia mengaku sangat menyayangi sang pelatih dan bangga dengan performa Setan Merah.
Striker Persib Minim Gol, Bojan Hodak Tak Ragu Pasang Badan untuk Ramon Tanque dan Andrew Jung

Striker Persib Minim Gol, Bojan Hodak Tak Ragu Pasang Badan untuk Ramon Tanque dan Andrew Jung

Produktivitas lini depan Persib Bandung yang sempat menjadi sorotan tidak membuat Bojan Hodak kehilangan kepercayaan pada para strikernya. 
Tiba dengan Setelan Jas dan Dasi Biru, Prabowo Akan Lantik 8 Anggota Dewan Energi Nasional Siang Ini

Tiba dengan Setelan Jas dan Dasi Biru, Prabowo Akan Lantik 8 Anggota Dewan Energi Nasional Siang Ini

Perekayasa Ahli Utama Bidang Energi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang juga calon Anggota DEN, Unggul Priyanto, membenarkan agenda pelantikan tersebut.

Trending

Tak Ada Angin Tak Ada Hujan, Persib Dapat Kabar Buruk dari Media Italia Soal Transfer Federico Barba usai Resmi Datangkan Layvin Kurzawa

Tak Ada Angin Tak Ada Hujan, Persib Dapat Kabar Buruk dari Media Italia Soal Transfer Federico Barba usai Resmi Datangkan Layvin Kurzawa

Persib Bandung mendapat kabar tak sedap setelah resmi merekrut Layvin Kurzawa. Media Italia menyebut Federico Barba hampir sepakat kembali ke Serie B Italia.
Jago Lemparan Jauh seperti Pratama Arhan, Bisakah Gelandang Islandia Berdarah Jakarta Ini Dipanggil ke Timnas Indonesia?

Jago Lemparan Jauh seperti Pratama Arhan, Bisakah Gelandang Islandia Berdarah Jakarta Ini Dipanggil ke Timnas Indonesia?

Disandingkan dengan Pratama Arhan karena bisa ciptakan lemparan jauh jadi sebuah peluang, bisakah gelandang Serie A berdarah Jakarta ini bela Timnas Indonesia?
Pedagang Es Gabus Dituduh Spons Ngaku Trauma: Kini Bantuan Mengalir dari KDM, Pemkab hingga Polisi

Pedagang Es Gabus Dituduh Spons Ngaku Trauma: Kini Bantuan Mengalir dari KDM, Pemkab hingga Polisi

Peristiwa itu bermula ketika Suerajat didatangi anggota Bhabinkamtibmas dan Babinsa setelah adanya laporan warga.
Suporter Belanda Berbondong-bondong Kritik Jordi Cruyff usai Maarten Paes Dirumorkan Gabung Ajax Amsterdam

Suporter Belanda Berbondong-bondong Kritik Jordi Cruyff usai Maarten Paes Dirumorkan Gabung Ajax Amsterdam

Suporter Belanda banyak yang keheranan ketika melihat kabar Ajax Amsterdam bakal merekrut Maarten Paes. Sang kiper Timnas Indonesia kabarnya akan ditebus seharga 1 juta euro.
Pengakuan Mengejutkan Pedagang Es Gabus Diduga Spons: Ditonjok, Dikurung, dan Dagangan Dihancurkan Anggota TNI-Polri

Pengakuan Mengejutkan Pedagang Es Gabus Diduga Spons: Ditonjok, Dikurung, dan Dagangan Dihancurkan Anggota TNI-Polri

Pria berusia 50 tahun itu membeberkan kronologi panjang peristiwa yang dialaminya, mulai dari tudingan es beracun
Reaksi Keras Publik Belanda Usai Ajax Selangkah Lagi Gaet Maarten Paes: Hentikan! Dia Bukan Kiper Top

Reaksi Keras Publik Belanda Usai Ajax Selangkah Lagi Gaet Maarten Paes: Hentikan! Dia Bukan Kiper Top

Ajax Amsterdam dikabarkan selangkah lagi mendatangkan Maarten Paes, kiper FC Dallas sekaligus penjaga gawang Timnas Indonesia. Begini reaksi publik Belanda.
3 Alasan Tak Terduga Ajax Amsterdam Rekrut Maarten Paes Dibeberkan Media Belanda, Jordi Cruyff Salah Satunya?

3 Alasan Tak Terduga Ajax Amsterdam Rekrut Maarten Paes Dibeberkan Media Belanda, Jordi Cruyff Salah Satunya?

Media Belanda menganalisis keputusan Ajax Amsterdam untuk merekrut Maarten Paes. Salah satu alasannya adalah Jordi Cruyff, yang juga bekerja untuk Timnas Indonesia.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT