News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Bukan Jual-Beli, Ini Biang Kerok Dibalik Penyekapan dan Penganiayaan Modus COD Mobil di Tangsel

Polisi akhirnya mengungkap benang kusut dibalik kasus penyekapan dan penyiksaan sejumlah orang dengan modus pura-pura membeli mobil lewat sistem COD
Minggu, 19 Oktober 2025 - 08:13 WIB
Video Para Korban Saling Mengoleskan Cairan Obat di Punggung Viral di Media Sosial, Diduga Mereka Diculik, Disekap hingga Disiksa di Pondok Aren Tangsel
Sumber :
  • Tangkapan layar-Instagram @wargajakarta.id

Jakarta, tvOnenews.com - Polisi akhirnya mengungkap benang kusut dibalik kasus penyekapan dan penyiksaan sejumlah orang dengan modus pura-pura membeli mobil lewat sistem cash on delivery (COD).

Usut punya usut, aksi penyiksaan itu ternyata berawal dari urusan pribadi antar pelaku, bukan antara pelaku dan korban. Kepala Unit 3 Subdirektorat Reserse Mobilr Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Polisi Kadek Dwi, menjelaskan bahwa sumber masalah muncul dari kesepakatan over kredit mobil Alphard antara dua tersangka, yakni A dan NN.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Jadi, awalnya itu terjadi mau oper kredit mobil Alphard awalnya. Jadi tersangka A itu kepada si NN. Nah, baru dibayar Rp 75 juta masih utang kurang lebih Rp 400 juta dengan janji akan di-over credit," kata Kadek dikutip Minggu, 19 Oktober 2025.

Namun, bukannya menyelesaikan cicilan, tersangka NN justru mencoba menjual mobil yang belum lunas itu kepada korban berinisial I. Dari situ, situasi berubah kacau.

“Akhirnya dia (tersangka NN) kejar si I ini dengan dalih akan menjual mobil. Nah, begitu sudah di-transfer Rp49 juta mau mengajak ketemuan terus diculik," katanya.

Kasus makin rumit karena sembilan orang tersangka yang diamankan tidak saling mengenal satu sama lain. Beberapa diantaranya bahkan hanya ikut terlibat karena meminjamkan rumah yang kemudian dijadikan lokasi penyekapan.

"Yang sembilan ini ada yang baru kenal dalam usaha bisnis karena pengakuannya, jadi ada orang utang-piutang, pinjemin dong rumah. Jadi tersangka yang lain itu cuma, enggak tahu masalahnya tapi dia pinjemin rumah gitu. Mau nggak mau kan saya jadikan tersangka juga memfasilitasi, tapi dia enggak tahu permasalahan itu," kata Kadek.

Sementara itu, mobil Alphard yang jadi sumber masalah masih dalam pencarian. Polisi menyebut, korban I sempat menjual kendaraan tersebut ke pihak lain sebelum kasus mencuat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Jadi enggak bisa kita benarkan merampas kemerdekaan orang sama melakukan penganiayaan, itu masalahnya," tuturnya.

Dalam kasus ini, terdapat empat korban, yakni Desi dan suaminya Indra alias Riky, serta dua rekannya Ajit Abdul Majid dan Nurul alias Ibenk. Mereka awalnya berniat membeli mobil dari NN, namun malah menjadi korban penyekapan berujung penganiayaan.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Dugaan Kasus Keracunan di Batang, BGN Ingatkan Santapan MBG Kerap Dibawa Pulang

Dugaan Kasus Keracunan di Batang, BGN Ingatkan Santapan MBG Kerap Dibawa Pulang

Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan larangan membawa pulang santapan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Update Klasemen Medali Asian Games 2026: Tim Indonesia Melesat usai Tambah Emas, Kini Pepet Malaysia

Update Klasemen Medali Asian Games 2026: Tim Indonesia Melesat usai Tambah Emas, Kini Pepet Malaysia

Klasemen medali Asian Games 2026 per Minggu (27/9/2026) pagi WIB. Tim Indonesia kini mendekati posisi Malaysia usai berhasil tambah satu emas.
Jadwal Asian Games 2026, Minggu 27 September: Angkat Besi Potensi Tambah Emas, Timnas Voli Indonesia Main

Jadwal Asian Games 2026, Minggu 27 September: Angkat Besi Potensi Tambah Emas, Timnas Voli Indonesia Main

Jadwal Asian Games 2026 hari ini Minggu (27/9/2026), di mana ada sejumlah wakil Indonesia beraksi salah satunya lifter Indah Afriza berpotensi meraih medali emas dari cabor angkat besi. Sedangkan Timnas Voli Putra Indonesia unjuk gigi.
Era Digital Mengubah Cara Institusi Bicara ke Publik, Begini Upaya Pangdam Jaya Mengelola Informasi

Era Digital Mengubah Cara Institusi Bicara ke Publik, Begini Upaya Pangdam Jaya Mengelola Informasi

Kecepatan informasi membawa konsekuensi tersendiri bagi lembaga publik. Ketika informasi resmi belum tersedia, ruang komunikasi dapat dengan cepat dipenuhi
Klaster Mewah Lapas Cibinong Disebut Rumah Dinas Jabatan, Ketua Ombudsman: Kenapa Kami Nggak Boleh Lihat?

Klaster Mewah Lapas Cibinong Disebut Rumah Dinas Jabatan, Ketua Ombudsman: Kenapa Kami Nggak Boleh Lihat?

Kemewahan fasilitas Lapas IIA Cibinong kini menjadi sorotan publik setelah Ombudsman melakukan pemeriksaan. Klaster mewah disebut merupakan rumah dinas jabatan
Revolusi Hati, Prekuel 5 cm yang Bongkar Masa Lalu Zafran dan Petualangan di Laut Sebelum Bertemu Genta

Revolusi Hati, Prekuel 5 cm yang Bongkar Masa Lalu Zafran dan Petualangan di Laut Sebelum Bertemu Genta

5cm: Revolusi Hati menjadi prekuel 5 cm yang mengungkap masa remaja Zafran sebelum bertemu Genta dan kawan-kawan, dengan petualangan hingga bawah laut.

Trending

Era Digital Mengubah Cara Institusi Bicara ke Publik, Begini Upaya Pangdam Jaya Mengelola Informasi

Era Digital Mengubah Cara Institusi Bicara ke Publik, Begini Upaya Pangdam Jaya Mengelola Informasi

Kecepatan informasi membawa konsekuensi tersendiri bagi lembaga publik. Ketika informasi resmi belum tersedia, ruang komunikasi dapat dengan cepat dipenuhi
Klaster Mewah Lapas Cibinong Disebut Rumah Dinas Jabatan, Ketua Ombudsman: Kenapa Kami Nggak Boleh Lihat?

Klaster Mewah Lapas Cibinong Disebut Rumah Dinas Jabatan, Ketua Ombudsman: Kenapa Kami Nggak Boleh Lihat?

Kemewahan fasilitas Lapas IIA Cibinong kini menjadi sorotan publik setelah Ombudsman melakukan pemeriksaan. Klaster mewah disebut merupakan rumah dinas jabatan
Revolusi Hati, Prekuel 5 cm yang Bongkar Masa Lalu Zafran dan Petualangan di Laut Sebelum Bertemu Genta

Revolusi Hati, Prekuel 5 cm yang Bongkar Masa Lalu Zafran dan Petualangan di Laut Sebelum Bertemu Genta

5cm: Revolusi Hati menjadi prekuel 5 cm yang mengungkap masa remaja Zafran sebelum bertemu Genta dan kawan-kawan, dengan petualangan hingga bawah laut.
Update Klasemen Medali Asian Games 2026: Tim Indonesia Melesat usai Tambah Emas, Kini Pepet Malaysia

Update Klasemen Medali Asian Games 2026: Tim Indonesia Melesat usai Tambah Emas, Kini Pepet Malaysia

Klasemen medali Asian Games 2026 per Minggu (27/9/2026) pagi WIB. Tim Indonesia kini mendekati posisi Malaysia usai berhasil tambah satu emas.
Temuan Lapas Mewah di Cibinong, Kemen Imipas Periksa 52 Warga Binaan

Temuan Lapas Mewah di Cibinong, Kemen Imipas Periksa 52 Warga Binaan

Temuan Ombudsman RI terkait fasilitas mewah di Lapas Kelas IIA Cibinong, Bogor turut menyorot perhatian publik.
Jadwal Asian Games 2026, Minggu 27 September: Angkat Besi Potensi Tambah Emas, Timnas Voli Indonesia Main

Jadwal Asian Games 2026, Minggu 27 September: Angkat Besi Potensi Tambah Emas, Timnas Voli Indonesia Main

Jadwal Asian Games 2026 hari ini Minggu (27/9/2026), di mana ada sejumlah wakil Indonesia beraksi salah satunya lifter Indah Afriza berpotensi meraih medali emas dari cabor angkat besi. Sedangkan Timnas Voli Putra Indonesia unjuk gigi.
Dugaan Kasus Keracunan di Batang, BGN Ingatkan Santapan MBG Kerap Dibawa Pulang

Dugaan Kasus Keracunan di Batang, BGN Ingatkan Santapan MBG Kerap Dibawa Pulang

Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan larangan membawa pulang santapan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Selengkapnya

Viral