News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Prabowo Subianto: Hukum Jangan Tumpul ke Atas, Tajam ke Bawah, Itu Zalim!

Prabowo berharap peristiwa seperti itu tidak lagi terjadi di masa kini. Ia menegaskan, rakyat kini semakin cerdas dan memiliki akses teknologi untuk melaporkan langsung jika melihat ketidakadilan.
Senin, 20 Oktober 2025 - 14:26 WIB
Presiden RI Prabowo Subianto.
Sumber :
  • BPMI Istana Negara

Jakarta, tvOnenews.com — Presiden RI, Prabowo Subianto, mengingatkan aparat penegak hukum agar menegakkan keadilan tanpa pandang bulu. Ia menegaskan, hukum tidak boleh “tumpul ke atas tetapi tajam ke bawah” karena sikap seperti itu hanya akan menyengsarakan rakyat kecil.

“Penegak hukum harus punya hati. Jangan istilahnya apa, tumpul ke atas, tajam ke bawah. Itu zalim, itu angkara murka. Jahat! Orang kecil, orang lemah, harus dibela, harus dibantu,” kata Prabowo saat acara penyerahan uang sitaan hasil korupsi CPO di Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Senin (20/10/2025).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Presiden menegaskan agar kejaksaan dan kepolisian melakukan koreksi diri, serta tidak mengkriminalisasi rakyat atas kasus yang seharusnya tidak perlu dipidanakan. Ia mengaku mendapat laporan masih ada aparat di daerah yang mencari-cari perkara terhadap masyarakat kecil.

“Saya ingatkan terus kejaksaan, kepolisian, jangan kriminalisasi sesuatu yang tidak ada. Karena saya dapat laporan masih ada jaksa di daerah-daerah yang mencari perkara terhadap orang kecil,” ujar Prabowo.

Sebagai contoh, Prabowo mengulas kasus anak sekolah dasar yang ditangkap karena mencuri ayam dan seorang ibu yang diproses hukum karena mencuri kayu pohon. Ia menilai tindakan seperti itu menunjukkan kurangnya empati penegak hukum terhadap rakyat kecil.

“Kalau perlu si hakim, si jaksa, si polisi pakai uangnya sendiri ganti ayamnya, anaknya dibantu. Anaknya saya panggil ke Hambalang, saya kasih beasiswa,” ungkapnya.

Prabowo berharap peristiwa seperti itu tidak lagi terjadi di masa kini. Ia menegaskan, rakyat kini semakin cerdas dan memiliki akses teknologi untuk melaporkan langsung jika melihat ketidakadilan.

“Hal-hal semacam ini saya percaya sudah tidak terjadi lagi. Saya berharap. Tetapi ingat! Rakyat kita ini sekarang pandai dan ada teknologi. Kalau ada apa-apa, mereka punya gadget, yang repot lapor saja langsung ke Presiden,” ujarnya.

Pernyataan keras itu disampaikan Prabowo dalam acara penyerahan simbolis hasil sitaan kasus ekspor minyak sawit mentah (CPO) dan turunannya dari tiga korporasi besar yakni Wilmar Group, Musim Mas Group, dan Permata Hijau Group, di lobi Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan.

Kejagung menyerahkan uang sitaan usai Mahkamah Agung menganulir vonis lepas (ontslag van alle rechtsvervolging) terhadap ketiga perusahaan tersebut. Sebelumnya, mereka didakwa melakukan tindak pidana korupsi dalam pengajuan fasilitas ekspor CPO ke Kementerian Perdagangan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dari total kerugian negara Rp17 triliun, Wilmar Group diwajibkan membayar Rp11,8 triliun, terdiri atas kerugian keuangan negara Rp1,65 triliun serta kerugian sektor usaha dan rumah tangga Rp8,52 triliun. Hingga kini, masih ada kekurangan sekitar Rp4 triliun yang belum diserahkan seluruhnya kepada negara.

Pernyataan Prabowo menjadi penegasan kuat bahwa penegakan hukum harus berlandaskan keadilan sosial dan empati, bukan kekuasaan. Ia menegaskan, hukum yang tajam hanya ke bawah adalah bentuk pengkhianatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan cita-cita keadilan bangsa. (agr/nba)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Sukses Singkirkan Unggulan Ketiga, Aldila Sutjiadi Kunci Satu Tempat di Babak Semifinal China Open 2026

Sukses Singkirkan Unggulan Ketiga, Aldila Sutjiadi Kunci Satu Tempat di Babak Semifinal China Open 2026

Petenis asal Indonesia, Aldila Sutjiadi, berhasil melanjutkan langkahnya di turnamen WTA 1000, China Open 2026 usai meraih kemenangan di babak perempat final.
Viral Pria Ngaku Anggota BNN di Garut, DPR Desak Polisi Ungkap Penipuan yang Catut Polri-BNN

Viral Pria Ngaku Anggota BNN di Garut, DPR Desak Polisi Ungkap Penipuan yang Catut Polri-BNN

Menanggpi kasus viral di Garut, Jawa Barat anggota Komisi III DPR Abdullah mendorong Polri menindak tegas pelaku penipuan berkedok polisi gadungan dan BNN.
Dosen Statistika UNAIR Gelar Pengabdian Masyarakat melalui Pelatihan Statistika dan Pembelajaran Interaktif

Dosen Statistika UNAIR Gelar Pengabdian Masyarakat melalui Pelatihan Statistika dan Pembelajaran Interaktif

Dalam rangka mendukung peningkatan kualitas pendidikan, Program Studi Statistika UNAIR melaksanakan Pengabdian Masyarakat Terintegrasi Dosen di Gedung Kuliah Bersama (GKB) UNAIR
Mangkir dari Timnas, Cristiano Ronaldo Terancam Sanksi dan Tak Bisa Bela Portugal Selama 6 Bulan

Mangkir dari Timnas, Cristiano Ronaldo Terancam Sanksi dan Tak Bisa Bela Portugal Selama 6 Bulan

Cristiano Ronaldo terancam larangan bela Timnas Portugal hingga 6 bulan. Ancaman tersebut muncul setelah ia disebut meninggalkan pemusatan latihan tanpa izin.
Detik-detik Dua Pelajar SMP Tewas Mengenaskan di Alam Sutera, Diduga Dikejar Pelajar Membawa Sajam

Detik-detik Dua Pelajar SMP Tewas Mengenaskan di Alam Sutera, Diduga Dikejar Pelajar Membawa Sajam

Kedua pelajar ditemukan tergeletak tertelungkup di trotoar dengan kondisi luka di kepala. Masyarakat sekitar sempat mengerubungi kedua jasad tersebut.
Hasil Sprint Race MotoGP Indonesia 2026: Marc Marquez Raih Kemenangan Pertama di Sirkuit Mandalika!

Hasil Sprint Race MotoGP Indonesia 2026: Marc Marquez Raih Kemenangan Pertama di Sirkuit Mandalika!

Hasil Sprint Race MotoGP Indonesia 2026, Sabtu 10 Oktober yang berhasil dimenangkan oleh sang juara bertahan, Marc Marquez.

Trending

Manfaatkan Bekas Kandang Sapi, Buruh Pabrik di Probolinggo Hasilkan Cuan dari Budidaya Kelinci Hias

Manfaatkan Bekas Kandang Sapi, Buruh Pabrik di Probolinggo Hasilkan Cuan dari Budidaya Kelinci Hias

Berawal dari sekadar mengikuti teman, seorang buruh pabrik di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, berhasil mengembangkan usaha budidaya kelinci hias jenis Rex.
Mobil Bergaya RWB Ingin Tampil Beda Tanpa Cat Ulang? Ini Teknologi Wrapping Gentian Blue yang Wajib Disimak

Mobil Bergaya RWB Ingin Tampil Beda Tanpa Cat Ulang? Ini Teknologi Wrapping Gentian Blue yang Wajib Disimak

Tampilan mobil bergaya RWB bisa diperbarui lewat wrapping Gentian Blue bertekstur liquid metal. Gaya modifikasi mobil ala Rauh-Welt Begriff (RWB)
Jadi Lawan Megawati Hangestri di Liga Voli Korea 2026-2027, Ini Alasan Thanacha Sooksod Hijrah ke GS Caltex

Jadi Lawan Megawati Hangestri di Liga Voli Korea 2026-2027, Ini Alasan Thanacha Sooksod Hijrah ke GS Caltex

Sama-sama mengisi slot pemain asing kuota Asia Liga Voli Korea, Thanacha Sooksod kini hijrah ke GS Caltex setelah tiga musim membela Korea Expressway Hi-Pass.
Klarifikasi Lengkap Kirana Larasati, Artis yang Tersandung Kasus Dugaan Penipuan Emas

Klarifikasi Lengkap Kirana Larasati, Artis yang Tersandung Kasus Dugaan Penipuan Emas

Dua nama artis mencuat dalam kasus dugaan penipuan emas. Karina Larasati dan Jennifer Coppen diketahui telah memberikan keterangan atau klarifikasi hal terkait.
Guru Pesantren di Bekasi Jadi Tersangka Kekerasan Seksual Puluhan Santri, Petugas Keamanan Diduga Ikut Terlibat

Guru Pesantren di Bekasi Jadi Tersangka Kekerasan Seksual Puluhan Santri, Petugas Keamanan Diduga Ikut Terlibat

Seorang guru di salah satu pondok pesantren di Bekasi ditetapkan sebagai tersangka kekerasan seksual terhadap santriwati. Tiga orang lainnya diduga terlibat dalam kasus ini. Salah satunya merupakan petugas keamanan pesantren.
Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung Viral, Pihak Kampus Ungkap Fakta Ini

Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung Viral, Pihak Kampus Ungkap Fakta Ini

Viral video asusila berdurasi 13 menit diduga memakai atribut Poltekkes Bandung. Pihak kampus membantah pemeran dalam rekaman merupakan mahasiswinya.
3 Fakta soal Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung

3 Fakta soal Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung

Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya rekaman video asusila berdurasi 13 menit yang menyeret nama salah satu institusi pendidikan kesehatan terkemuka
Selengkapnya

Viral