GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Meski Kios Sudah Digusur, Pedagang Pasar Burung Barito Ogah Pindah ke Lenteng Agung

Para pedagang Pasar Burung Barito, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, menegaskan tetap menolak untuk direlokasi ke Lenteng Agung meski kios mereka telah digusur oleh Pemprov DKI Jakarta pada Senin (27/10) pagi.
Senin, 27 Oktober 2025 - 17:03 WIB
Pasar Burung Barito, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, digusur, Senin (27/10).
Sumber :
  • tvOnenews.com/Rika Pangesti

Jakarta, tvOnenews.com - Para pedagang Pasar Burung Barito, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, menegaskan tetap menolak untuk direlokasi ke Lenteng Agung meski kios mereka telah digusur oleh Pemprov DKI Jakarta pada Senin (27/10) pagi.

Mereka menyebut lokasi baru itu tidak layak dan akan mematikan usaha yang sudah mereka jalankan puluhan tahun.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Katanya udah siap air, listrik, tapi nggak ada yang mau pindah. Kami semua tegaskan, tidak akan! Rumah kami di sini, pelanggan kami di sini. Masa disuruh jualan di pinggir jurang?” tegas Yuliyana (46), salah satu pedagang yang kiosnya dihancurkan.

Menurut Yuliyana, sejak pagi hari ratusan petugas Satpol PP datang bersama alat berat untuk menertibkan kawasan tersebut.

Ia menyebut penertiban dilakukan tanpa solusi yang berpihak pada pedagang kecil.

“Jam enam pagi petugas datang, barang-barang kami dipaksa keluar, lalu kios langsung dibongkar. Burung banyak yang terbang, kucing ada yang mati kepanasan,” ujarnya.

Para pedagang mengaku telah menerima surat peringatan hingga tahap tiga, namun mereka menilai pemerintah mengabaikan upaya dialog.

“Kami sudah audiensi ke Balai Kota tanggal 14 Oktober, tapi yang menemui cuma asisten gubernur. Gubernur Pramono tidak mau turun langsung,” katanya.

Pedagang juga menolak alasan Pemprov DKI yang menyebut kawasan itu akan dijadikan taman terpadu. Mereka menilai proyek tersebut tidak membawa manfaat bagi pelaku UMKM.

“Katanya mau buat taman, tapi buat siapa? Kami ini rakyat kecil yang hidup dari jualan. Kalau dipindah ke Lenteng Agung, siapa yang mau beli burung di sana? Tempatnya aja kaya jurang,” ujarnya.

Mereka menilai langkah penggusuran justru bertentangan dengan janji politik Gubernur DKI Jakarta Pramono yang sebelumnya menyatakan akan mendukung pelaku UMKM.

“Dulu dia bilang mau bantu usaha kecil. Sekarang kios kami dihancurkan. Kami merasa dikhianati. Nyesel saya pilih Bang Doel dan Pramono," kata Yuliyana.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sejumlah pedagang kini berencana menempuh jalur hukum dan menuntut ganti rugi atas pembongkaran paksa tersebut.

“Kami tidak akan diam. Ini bukan pembinaan, tapi pembinasaan,” ujarnya. (rpi/dpi)

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Hasil Lengkap Para Pemain Timnas Indonesia di Mancanegara: Beda Nasib Emil Audero dan Maarten Paes

Hasil Lengkap Para Pemain Timnas Indonesia di Mancanegara: Beda Nasib Emil Audero dan Maarten Paes

Para pemain Timnas Indonesia yang berkarier di mancanegara kembali beraksi. Beragam nasib dialami oleh mereka, dengan dua kiper Timnas Indonesia mengalami hal yang berkebalikan.
Dedi Mulyadi Tak Kuasa Menangis, Ibu Penjual Rambutan Rela Rugi 22 Ikat untuk Anak Yatim, KDM: Dikasih Semua

Dedi Mulyadi Tak Kuasa Menangis, Ibu Penjual Rambutan Rela Rugi 22 Ikat untuk Anak Yatim, KDM: Dikasih Semua

kini Kang Dedi Mulyadi (KDM) tak kuasa menahan tangisnya ketika bertemu seorang ibu penjual rambutan di sebuah desa di wilayah Kabupaten Indramayu, Jawa Barat
Belum Resmi Bekerja Sama, Pelatih Hillstate Sudah Hafal Makanan Korea Kesukaan Megawati Hangestri

Belum Resmi Bekerja Sama, Pelatih Hillstate Sudah Hafal Makanan Korea Kesukaan Megawati Hangestri

Kang Sung-hyung, pelatih Hyundai Hillstate diam-diam sudah mencari tahu apa makanan khas Korea Selatan yang disukai oleh calon pemainnya Megawati Hangestri.
Dedi Mulyadi Umumkan Sayembara Berhadiah Ratusan Juta Rupiah: Lombakan Kebersihan antar-UPTD Dinas PU, yang Terburuk Diumumkan secara Terbuka

Dedi Mulyadi Umumkan Sayembara Berhadiah Ratusan Juta Rupiah: Lombakan Kebersihan antar-UPTD Dinas PU, yang Terburuk Diumumkan secara Terbuka

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengumumkan sayembara berhadiah. Tak tanggung-tanggung, hadiahnya mencapai ratusan juta rupiah. 
PPIH Minta Jamaah Haji Indonesia Tak Paksakan Diri ke Masjidil Haram saat Waktu-Waktu Padat

PPIH Minta Jamaah Haji Indonesia Tak Paksakan Diri ke Masjidil Haram saat Waktu-Waktu Padat

Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi memberikan imbauan serius bagi jamaah calon haji Indonesia untuk menjaga stamina menjelang puncak ibadah haji. 
Siswi SMA Asal Tangerang Selatan Diterima di Tujuh Universitas Dunia

Siswi SMA Asal Tangerang Selatan Diterima di Tujuh Universitas Dunia

Siswi lulusan SMA Bina Nusantara (Binus) Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Kalya, berhasil diterima di tujuh perguruan tinggi terkemuka dunia pada seleksi masuk tahun ajaran 2026/2027.

Trending

Demi Lancarkan Aksi Bejatnya, Kiai Cabul Minta Santri Pijat hingga Tidur Bersama, Korban: Katanya Ajaran Guru

Demi Lancarkan Aksi Bejatnya, Kiai Cabul Minta Santri Pijat hingga Tidur Bersama, Korban: Katanya Ajaran Guru

Aksi bejat yang dilakukan Kiai Ashari di Ponpes Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah perlahan terbongkar oleh kesaksian para korban. Kini oknum telah jadi tersangka
Sejak Awal Ponpes Berdiri, Orangtua Korban Sudah Curiga dengan Kelakuan Kiai Cabul: yang Diajak Selalu Santriwati

Sejak Awal Ponpes Berdiri, Orangtua Korban Sudah Curiga dengan Kelakuan Kiai Cabul: yang Diajak Selalu Santriwati

Oknum Kiai berinisial AS (51) atau Ashari ditetapkan sebagai tersangka. Korban merupakan santriwati Pondok Pesantren (Ponpes) Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah
Gerak-gerik Kiai Ashari Ternyata Sudah Lama Dinilai Janggal, Santriwati Sering Diajak Lakukan Ini saat Malam Hari

Gerak-gerik Kiai Ashari Ternyata Sudah Lama Dinilai Janggal, Santriwati Sering Diajak Lakukan Ini saat Malam Hari

Gerak-gerik Kiai Ashari pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah ternyata sudah lama dinilai janggal, santriwati sering diajak lakukan ini saat malam.
Kesaksian Korban Terkait Modus Sehari-hari Kiai Ashari terhadap Santriwati: Biasanya Selesai Pijit Dicium Pipi

Kesaksian Korban Terkait Modus Sehari-hari Kiai Ashari terhadap Santriwati: Biasanya Selesai Pijit Dicium Pipi

Seorang santriwati Ponpes Ndholo Kusumo Pati akhirnya bicara kepada publik terkait modus Kiai Ashari sebelum melancarkan aksinya dengan mencabuli para korban.
Terbongkar Modus "Pesan Tengah Malam" Kiai Ashari di Ponpes Pati dan Dugaan Adanya Upaya Suap Tutup Kasus

Terbongkar Modus "Pesan Tengah Malam" Kiai Ashari di Ponpes Pati dan Dugaan Adanya Upaya Suap Tutup Kasus

LPSK mengambil langkah proaktif untuk melindungi puluhan santriwati yang menjadi korban dugaan pencabulan di Pesantren Tahfidzul Qur’an Ndholo Kusumo, Pati. 
Seorang Santriwati Bongkar Alasan Para Korban Turuti Ajakan Tidur Kiai Ashari: Dibilang Obat Penyakit Hati

Seorang Santriwati Bongkar Alasan Para Korban Turuti Ajakan Tidur Kiai Ashari: Dibilang Obat Penyakit Hati

Seorang santriwati dari Ponpes Ndholo Kusumo Pati mewakili 50 korban membeberkan alasan kenapa para korban mau menuruti permintaan temani tidur Kiai Ashari.
Terungkap Ritual 'Aneh' Kiai Ashari yang Diduga Melecehkan Santri di Ponpes Ndolo Kusumo

Terungkap Ritual 'Aneh' Kiai Ashari yang Diduga Melecehkan Santri di Ponpes Ndolo Kusumo

Dunia maya tengah dihebohkan kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh seorang ahli agama, disapa Kiai Ashari di Pondok Pesantren Ndolo Kusumo
Selengkapnya

Viral