News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Viral Sebelum Hilang: Jejak Medsos Pelaku Ledakan SMAN 72 Dikaitkan dengan Ideologi Neo-Nazi dan Solomon Henderson

Jejak digital pelaku ledakan SMAN 72 dikaitkan dengan ideologi neo-Nazi dan sosok Solomon Henderson. Akun TikTok pelaku kini lenyap dari publik.
Sabtu, 8 November 2025 - 16:47 WIB
Ledakan di SMAN 72 Jakarta
Sumber :
  • tvOnenews/Rika Pangesti

Jakarta, tvOnenews.com — Misteri di balik ledakan yang mengguncang SMAN 72 Jakarta Utara pada Jumat (7/11/2025) siang terus menguak fakta-fakta baru yang mengejutkan. Setelah sebelumnya publik dikejutkan dengan temuan senjata api rakitan di lokasi kejadian, kini muncul dugaan kuat bahwa terduga pelaku sempat aktif di media sosial dan terinspirasi oleh ideologi ekstrem kanan.

Dari penelusuran tvOnenews, beredar tangkapan layar dari akun TikTok @doomedashes yang diduga milik pelaku. Akun tersebut sempat mengunggah tiga konten hanya beberapa jam sebelum tragedi ledakan di area Masjid SMAN 72 terjadi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Salah satu unggahan yang menarik perhatian publik adalah foto dengan gestur tangan “OK” disertai tulisan “Here it comes”, yang diunggah sekitar delapan jam sebelum peristiwa. Gestur ini kemudian dikaitkan dengan simbol neo-Nazi dan komunitas ekstrem kanan global.

Dalam unggahan lainnya, terlihat rekaman pemandangan halaman sekolah dari lantai atas dengan arah kamera menghadap ke masjid — lokasi yang menjadi pusat ledakan utama. Unggahan terakhir memperlihatkan potret tangan pelaku di kamar mandi sekolah, dengan tas berwarna biru di lantai.

Tak lama setelah unggahan itu viral, akun TikTok @doomedashes langsung dikunci dan menghilang dari pencarian publik, menyisakan jejak digital yang kini bisa menjadi bahan penyelidikan aparat kepolisian.

Diduga Terinspirasi Solomon Henderson

Spekulasi makin menguat setelah sejumlah warganet dan pengamat media sosial menyoroti kemiripan mencolok antara pola unggahan @doomedashes dan Solomon Henderson, pelaku penembakan di Antioch High School, Nashville, Amerika Serikat, pada Januari 2025 lalu.

Henderson, remaja berusia 17 tahun, menewaskan satu siswi dan melukai beberapa lainnya sebelum mengakhiri hidupnya sendiri. Menurut laporan Pro Publica, Henderson aktif di komunitas daring ekstrem kanan bernama “Terrorgram”, yang kerap menyebarkan propaganda kekerasan dan supremasi kulit putih.

Gestur tangan “OK” yang diunggah Henderson dalam beberapa kontennya juga dikenal sebagai simbol identitas neo-Nazi modern, terutama di kalangan remaja yang terpapar ideologi ekstrem melalui media sosial.

Dari kemiripan pola unggahan, waktu posting sebelum aksi, hingga gaya bahasa dan simbol tangan yang digunakan, analis media sosial menduga pelaku ledakan SMAN 72 mungkin meniru modus Solomon Henderson. Meski begitu, hingga kini aparat belum mengonfirmasi kaitan langsung antara keduanya.

Jejak Medsos Hilang, Polisi Telusuri Motif

Sumber internal di lingkungan sekolah menyebut bahwa pelaku merupakan siswa kelas XII SMAN 72. Di lokasi kejadian, polisi menemukan sejumlah barang bukti berupa diduga bom rakitan dan beberapa bahan kimia yang diduga digunakan untuk membuat peledak.

Namun yang paling menarik perhatian penyidik adalah tulisan-tulisan dan simbol yang terdapat di senjata tersebut, yang mengarah pada ideologi ekstrem dan kemungkinan pengaruh dari konten kekerasan daring.

Sejumlah pihak kini mendesak pemerintah dan lembaga pendidikan untuk memperketat pengawasan aktivitas digital siswa, mengingat platform seperti TikTok, Discord, dan Telegram menjadi sarang baru penyebaran ideologi radikal di kalangan remaja.

KPAI Ingatkan Bahaya Ekstremisme dari Trauma Bullying

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menilai, kasus ini tidak bisa dilepaskan dari faktor psikologis dan sosial, termasuk kemungkinan pelaku merupakan korban bullying di sekolah.
Dalam paparan resminya, KPAI menjelaskan bahwa generasi muda yang mengalami perundungan berpotensi mengalami tekanan mental berat, hingga terjerumus pada tindakan ekstrem dan menyimpang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Jika luka akibat bullying tidak disembuhkan, korban bisa berubah menjadi pelaku kekerasan di kemudian hari,” tegas KPAI dalam materi edukasinya.

KPAI menekankan pentingnya pendampingan psikologis, konseling sebaya, dan literasi digital agar siswa tidak mudah terpapar paham berbahaya yang beredar luas di dunia maya. (nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

ChatGPT vs Claude: Mana yang Terbaik untuk Editing Penulisan?

ChatGPT vs Claude: Mana yang Terbaik untuk Editing Penulisan?

Untuk membantu proses editing penulisan, lebih bagus yang mana antara kedua platform AI ChatGPT atau Claude? Berikut penjabaran selengkapnya pada artikel ini.
Viral Wisatawan Asal Korea Selatan Hilang di Gili Trawangan Lombok, Ada Imbalan Rp50 Juta bagi yang Menemukan

Viral Wisatawan Asal Korea Selatan Hilang di Gili Trawangan Lombok, Ada Imbalan Rp50 Juta bagi yang Menemukan

Berdasarkan perincian data pada poster pencarian, perkiraan waktu hilangnya Cheon Yuri terjadi terjadi pada rentang waktu antara pukul 12.30 hingga 14.00 WITA.
Gara-gara Satu Kabel Bermasalah, Ford Tarik 30 Ribu Lebih Unit Truk F-Series di Amerika

Gara-gara Satu Kabel Bermasalah, Ford Tarik 30 Ribu Lebih Unit Truk F-Series di Amerika

Ford kembali melakukan penarikan kendaraan atau recall dalam jumlah besar. Kali ini, sebanyak 30.123 unit truk F-Series terdampak masalah pada kabel pintu.
BREAKING
NEWS
Reaksi Komisi III DPR RI soal Penetapan Tiga Tersangka Dugaan Penyandapan Presiden

Reaksi Komisi III DPR RI soal Penetapan Tiga Tersangka Dugaan Penyandapan Presiden

Polri menetapkan tiga jenderal aktifnya sebagai tersangka kasus penyadapan terhadap Presiden RI Prabowo Subianto. Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman turut ..
BREAKING
NEWS
Tiga Orang Jadi Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo, Irwasum Polri: Murni Oknum, Bukan Kebijakan Polri

Tiga Orang Jadi Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo, Irwasum Polri: Murni Oknum, Bukan Kebijakan Polri

Tiga orang berinisial LSP, ASN, dan EH ditetapkan sebagai tersangka oleh Bareskrim Polri dalam kasus dugaan penyadapan secara ilegal dan penghapusan data elektronik serta illegal access terhadap Presiden RI, Prabowo Subianto. 
Perdagangan Internasional Tumbuh Pesat, Arus Peti Kemas Pelindo Tembus 10,3 Juta TEUs

Perdagangan Internasional Tumbuh Pesat, Arus Peti Kemas Pelindo Tembus 10,3 Juta TEUs

Arus peti kemas PT Pelindo Terminal Peti kemas Januari-September 2026 mencapai 10,31 juta TEUs, atau tumbuh 5,80% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Trending

Kabar Duka, Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru Mercy Monica Yolanda Meninggal Dunia

Kabar Duka, Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru Mercy Monica Yolanda Meninggal Dunia

Kabar duka datang dari lingkungan peradilan di Indonesia. Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru, Mercy Monica Yolanda, S.H., M.Kn., dikabarkan meninggal dunia.
PKS Berduka, Perancang Logo Baru Partai Ndang Sutisna Meninggal Dunia

PKS Berduka, Perancang Logo Baru Partai Ndang Sutisna Meninggal Dunia

PKS sampaikan pesan belasungkawa atas meninggalnya Ndang Sutisna, perancang logo baru partai yang karyanya menjadi identitas visual PKS.
Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Konten kreator Herri Pras melaporkan peristiwa dirinya digeruduk hingga diduga mendapat aksi provokasi oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK) ke polisi.
Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Nama Yudi Cahyadi mendadak jadi perbincangan setelah atlet MMA itu diduga terlibat dalam aksi intimidasi serta kekerasan terhadap konten kreator Herri Pras.
Dua Kali Mangkir, KPK Segera Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid: Kalau Bisa Datang, Kenapa Harus Upaya Paksa?

Dua Kali Mangkir, KPK Segera Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid: Kalau Bisa Datang, Kenapa Harus Upaya Paksa?

Komisi Pemeberantasan Korupsi (KPK) mengaku kembali melayangkan surat pemanggilan terhadap Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid.
Begini Pernyataan Lengkap Herri Pras saat Digeruduk OTK dan Diduga Alami Kekerasan Fisik

Begini Pernyataan Lengkap Herri Pras saat Digeruduk OTK dan Diduga Alami Kekerasan Fisik

Video kedatangan rombongan OTK di Rumah Herri Pras beredar di media sosial. Dalam rekaman yang diberitakan, seorang pria terlihat menendang Herri hingga terjatuh.
4 Keuntungan untuk Timnas Indonesia usai Piala Asia 2027 Resmi Mundur, Bisa Tambah Pemain Naturalisasi Baru

4 Keuntungan untuk Timnas Indonesia usai Piala Asia 2027 Resmi Mundur, Bisa Tambah Pemain Naturalisasi Baru

Jadwal Piala Asia 2027 bergeser ke Desember, memberi John Herdman dan PSSI waktu tambahan untuk mematangkan skuad Timnas Indonesia dan memantau diaspora
Selengkapnya

Viral