News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

DPR Dorong Pemerintah Ambil Langkah Agresif untuk Percepatan Pertumbuhan Ekonomi

Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi Partai Demokrat, Marwan Cik Asan menilai pemerintah harus mengambil langkah agresif terkait kebijakan ekonomi. Ia menilai...
Selasa, 11 November 2025 - 15:44 WIB
Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat Marwan Cik Asan
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi Partai Demokrat, Marwan Cik Asan menilai pemerintah harus mengambil langkah agresif terkait kebijakan ekonomi.

Ia mengatakan, langkah agresif diperlukan agar perekonomian nasional bisa tumbuh lebih cepat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Adapun pernyataan itu menanggapi Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,04 persen (yoy) terhitung pada kuartal III 2025.

Menurutnya, angka tersebut adalah hal yang baik karena menunjukkan ketahanan ekonomi Indonesia di tengah berbagai peristiwa global.

Akan tetapi, ada satu hal yang menurut Marwan perlu dipikirkan yakni fakta bahwa pertumbuhan mulai melambat.

"Butuh langkah yang lebih agresif untuk memastikan ekonomi tumbuh lebih cepat dan lebih berkualitas pada kuartal IV 2025," kata dia, Selasa (11/11/2025).

Perlambatan yang terlihat yakni konsumsi rumah angga dari 4,96 persen menjadi 4,89 persen di periode ini.

Menurut dia, hal ini menggambarkan masyarakat menengah ke Bawah masih tertekan inflasi pangan.

Padahal, lanjut dia, konsumsi rumah tangga adalah tulang punggung perekonomian Indonesia.

Sektor tersebut menyumbang hingga 53,14 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
 
"Karena itu, penguatan daya beli prioritas utama pemerintah di kuartal IV 2025," katanya lagi.

Marwan pun mengatakan, pemerintah harus memperkuat kebijakan fiscal yang memiliki dampak langsung pada rakyat kecil.

Ia mencontohkan salah satunya adalah program Makan Bergizi Gratis (MBG). Progam ini menurutnya akan memberikan dorongan pada konsumsi rumah tangga.

Lebih lanjut, ia juga mendorong peningkatan investasi yang tadinya 6,99 persen menjadi 5,04 persen.

Langkah cepat ini harus dilakukan agar kepercayaan dunia usaha bisa kembali.

Pendekatan yang bisa dilakukan, lanjut Marwan adalah mengarahkan investasi ke sector dengan nilai tambah tinggi.

Pendekatan itu tak cuma membuat investasi sekadar di atas kertas, namun juga meningkatkan kesejahteraan nasional.

"Pemberian insentif Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) minimal 40 persen bagi investor yang menyerap tenaga kerja lokal akan menciptakan efek ganda, baik terhadap pertumbuhan ekonomi maupun pemerataan wilayah," katanya menambahkan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Marwan tak memungkiri bahwa pertumbuhan kuartal IV 2025 lebih tinggi tidaklah mudah untuk dicapai.

Akan tetapi, hal itu bukan sesuatu yang tidak mungkin. Sinergi kebijakan yang solid akan bisa mewujudkan mimpi tersebut.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Mulai Sekarang Amalkan Ini Insyaallah Menambah Rezeki, Kata Ustaz Khalid Basalamah Dibaca Setiap Hari

Mulai Sekarang Amalkan Ini Insyaallah Menambah Rezeki, Kata Ustaz Khalid Basalamah Dibaca Setiap Hari

Mulai sekarang belajar mengamalkan amalan rezeki ini. Sangat mudah dan dianjurkan langsung Ustaz Khalid Basalamah.
3 Kontroversi Herri Pras: Mencela Pemuka Agama hingga Hampir Dipolisikan Wali Santri

3 Kontroversi Herri Pras: Mencela Pemuka Agama hingga Hampir Dipolisikan Wali Santri

Sebelum dihampiri OTK usai menyinggung Ustaz Abdul Somad dan Ustaz Adi Hidayat, Herri Pras ternyata sudah beberapa kali disorot karena kontroversinya sejak 2023
DPR Desak Kapolri Copot Kapolda Jateng, Buntut Polemik Penggeledahan Ponpes Putri di Sukoharjo

DPR Desak Kapolri Copot Kapolda Jateng, Buntut Polemik Penggeledahan Ponpes Putri di Sukoharjo

Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PKB, Abdullah mendesak Kapolri agar tidak segan memberhentikan pejabat kepolisian yang bertanggung jawab atas operasi tersebut.
Sakitnya Jadi Istri Sah, Dwi Bagus Baru Jujur Punya Istri Siri setelah Mutilasi Dini dan Anak di Madiun

Sakitnya Jadi Istri Sah, Dwi Bagus Baru Jujur Punya Istri Siri setelah Mutilasi Dini dan Anak di Madiun

Martha Amalia Iflahah (34), istri sah Dwi Bagus Martono (40) mengungkap suaminya baru mengakui mempunyai istri siri, Dini Hardiyanti (30) pada 10 Oktober 2026.
Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Nama Yudi Cahyadi mendadak jadi perbincangan setelah atlet MMA itu diduga terlibat dalam aksi intimidasi serta kekerasan terhadap konten kreator Herri Pras.
Kepala BPOM dan Kapolri Bahas Vape hingga Apotek Merah Putih

Kepala BPOM dan Kapolri Bahas Vape hingga Apotek Merah Putih

Kapolri mengatakan pertemuan tersebut membahas peningkatan penyalahgunaan narkoba, obat terlarang, rokok elektrik (vape), kratom, hingga kosmetik ilegal...

Trending

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Konten kreator Herri Pras melaporkan peristiwa dirinya digeruduk hingga diduga mendapat aksi provokasi oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK) ke polisi.
Mengenal AKBP Indra Maulana Saputra, Kapolres Sukoharjo Baru yang Gantikan AKBP ADS

Mengenal AKBP Indra Maulana Saputra, Kapolres Sukoharjo Baru yang Gantikan AKBP ADS

Berikut profil hingga jejak karier AKBP Indra Maulana Saputra, Kapolres Sukoharjo yang baru menggantikan AKBP ADS akibat polemik penggeledahan pondok pesantren.
Konflik Semakin Panas! Rusia Tembak Jatuh Serangan Puluhan Ribu Drone Tempur Ukraina

Konflik Semakin Panas! Rusia Tembak Jatuh Serangan Puluhan Ribu Drone Tempur Ukraina

Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan militernya berhasil menggagalkan sekitar 28.000 serangan pesawat tak berawak (drone) milik Ukraina selama Oktober 2026.
Profil AKBP Andika Dharma Sena: Belum Genap Sebulan Menjabat, Kapolres Sukoharjo Dicopot dari Jabatannya

Profil AKBP Andika Dharma Sena: Belum Genap Sebulan Menjabat, Kapolres Sukoharjo Dicopot dari Jabatannya

AKBP Andika Dharma Sena resmi dinonaktifkan dari jabatannya sebagai Kapolres Sukoharjo. Penonaktifan tersebut merupakan buntut kasus penggeledahan ponpes putri
Ahli Waris Korban Meninggal Kecelakaan Maut di Bekasi Terima Santunan

Ahli Waris Korban Meninggal Kecelakaan Maut di Bekasi Terima Santunan

PT Jasa Raharja (Persero) pun menyerahkan santunan kepada ahli waris dua korban meninggal dunia yakni Siti Habibah dan anaknya Adisha Raiqa Shafiya.
Ferry "Boboho" Bongkar Aib Febrie Adriansyah, Sebut Minta Rp50 Miliar dari Pengusaha Tan Kian

Ferry "Boboho" Bongkar Aib Febrie Adriansyah, Sebut Minta Rp50 Miliar dari Pengusaha Tan Kian

Pengusaha Ferry "Boboho" Yanto Hongkiriwang dalam sidang menyebut pernah diperintah Febrie  untuk meminta uang senilai Rp50 miliar dari pengusaha Tan Kian.
Mengenal AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang Dicopot Imbas Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran

Mengenal AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang Dicopot Imbas Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran

Berikut profil hingga rekam jejak kasus ditangani AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang dicopot karena polemik penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran.
Selengkapnya

Viral