News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Alvaro, Bocah 6 Tahun Kehilangan Nyawa Karena Cemburu Buta Sang Ayah Tiri

Kasus kekerasan anak kembali lagi terjadi. Kini, korbanya bocah enam tahun, bernama Alvaro Kiano, yang tinggal di Jakarta Selatan. 
Senin, 24 November 2025 - 18:00 WIB
Alvaro, Bocah 6 Tahun Kehilangan Nyawa Karena Cemburu Buta Sang Ayah Tiri
Sumber :
  • istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Kasus kekerasan anak kembali lagi terjadi. Kini, korbanya bocah enam tahun, bernama Alvaro Kiano, yang tinggal di Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta. 

Alvaro, bocah enam tahun itu kehilangan nyawa diduga karena cemburu buta sang ayah tiri, bernama Alexander Iskandar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut kesaksian sang kakek Alvaro, Tugimin (71), terduga pelaku yang merupakan ayah tiri Alvaro, Alexander Iskandar, tega membunuh Alvaro Kiano (6) karena dendam.

“Awalnya kita nggak mengetahui (motifnya), setelah ada berita penangkapan, kemudian ada interogasi, akhirnya saya ada dapat bocoran. Dari bocoran itu ada yang memberitahukan bahwa ada motif motif intisarinya dendam sama ibunya,” cerita Tugimin, kepada awak media di Jalan Masjid Jami Al-Muflihun, Kelurahan Bintaro, Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Senin (24/11/2025).

Demdam itu datang, kata sang kakek, akibat memiliki kecemburuan berlebih.

Cemburu berelbihan yang dimaksud sang kakek, seperti telepon terduga pelaku tidak diangkat oleh sang istri yang merupakan ibunda Alvaro dan terduga pelaku menganggap ibu Alvaro selingkuh.

Tak hanya itu saja, cerita sang kakek, terduga pelaku juga sempat tidak mengizinkan istrinya bekerja di luar negeri, namun sang istri (ibu Alvaro) tetap berangkat.

“Ya Artinya cemburuan. Cemburu sama istrinya, kalau telepon gak diangkat, dianggapnya istrinya selingkuh, main sama laki-laki lain. Barangkali dari situ timbul dendam,” kata Tugimin.

Senada dengan sang kakek, sang nenek Alvaro, Sayem, juga menduga bahwa terduga pelaku memiliki dendam terhadap anaknya. 

“Mungkin dendamnya begini, nyulik Alvaro itu supaya Arum pulang. Dia yang ancam gitu. Tapi kirain saya sama keluarga begitu, supaya Arumnya balik bareng-bareng lagi sama si Alex. Hanya saja anak saya sudah tidak mau," ujar 
Sayem.

Lanjutnya menceritakan, bahwa hubungan anaknya dengan terduga pelaku sudah tidak harmonis. Bahkan anaknya meminta untuk cerai, tetapi terduga pelaku menolak.

“Udah nggak mau (anak saya). Udah minta cerai. Tapi Alex bilang “kalau elo mau ceraiin saya, lo ngurus aja sendiri."

"Arunnya nggak mau dan Arum bilang “Lo aja ngurus” dan pulang pun berantem terus, Alexnya nggak mau dipisah dari Arum,” cerita Sayem sambil menirukan suara Arum anaknya.

Sebelumnya diberitakan, bocah enam tahun bernama Alvaro Kiano dikabarkan hilang sejak Maret 2025.

Alvaro ditemukan sudah tidak bernyawa dan hanya tersisa tulang belulang di kawasan Kali Cilalay, Tenjo, Bogor, Jawa Barat.

Fakta ini diungkap setelah pihak kepolisian menangkap ayah tiri korban, Alex Iskandar, yang kini diduga sebagai pelaku pembunuhan.

Nenek Alvaro Kiano, Sayem (53)
Nenek Alvaro Kiano, Sayem (53)
Sumber :
  • Adinda Ratna Safira/tvOnenews

 

Penjelasan Keluarga Hilangnya Alvaro

Keterangan keluarga menyebut hilangnya Alvaro bermula saat pelaku menjemput korban dari rumah.

Sang nenek Sayem (53) mengatakan Alex membawa cucunya dengan dalih ingin membelikan mainan di sekitar Masjid Jami Al-Muflihun.

Namun perjalanan berubah tragis ketika Alvaro disebut terus menangis dan mencari kakeknya.

“Terus Alvaro itu sore, nangis terus diam-diam nyari bapaknya… Mungkin katanya Alex kesal, gitu. Terus dibekap pakai handuk mulutnya,” jelas Sayem, Senin (24/11/2025).

Setelah menyadari korban meninggal, pelaku diduga membawa jasad Alvaro ke rumah adiknya di Bogor. 

Mirisnya tindakan itu dilakukan melalui perantara orang lain karena pelaku takut ketahuan.

“Terus dibawa, dititipin di adiknya di daerah Bogor,” ujar Sayem.

Saat jenazah mulai mengeluarkan bau, warga sekitar mempertanyakan sumber aroma menyengat tersebut. Namun pihak keluarga pelaku justru memberi alasan palsu.

“Ini kok udah bau apaan? Ini mah bangkai anjing,” ucap Sayem menirukan percakapan warga dan adik pelaku.

Karena bau makin menyengat, pelaku disebut membungkus jenazah Alvaro menggunakan plastik dan mengikatnya pada sebuah pohon di tepi aliran sungai agar tidak hanyut.

Sayem menambahkan, tindakan itu dilakukan setelah upaya menyamarkan bukti.

“Jadi itu udah diplastik gitu, diikat. Terus diikat lagi sama pohon, kan enggak hanyut,” jelasnya.

Keterangan Polisi soal Alvaro

Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Pol Nicolas Ary Lilipaly mengungkapkan bahwa pelaku merupakan ayah tiri Alvaro.

“Pelaku adalah Ayah tirinya Alvaro,” kata Nicolas, kepada wartawan, Senin (24/11/2025).

Nicolas menyebut kasus ini terungkap setelah pelaku lebih dulu diamankan, kemudian polisi menemukan lokasi pembuangan jenazah.

“Iya (penangkapan dahulu baru penemuan kerangka),” ungkapnya.

Saat ini penyidik masih mendalami motif hingga kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat. 

Kasus Kekerasan Perempuan dan Kekerasan Anak Meningkat di DKI Jakarta

Memilukan, kasus kekerasan perempuan dan anak meningkat di DKI Jakarta. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (DPPAPP) DKI Jakarta, Iin Mutmainah, kepada awak media, Sabtu (20/11/2025).

Kata dia, jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Jakarta pada 2025 telah mencapai 1.917 kasus. Angka ini hampir menyamai total laporan sepanjang 2024, meski baru memasuki akhir November.

"Kalau trennya naik memang setiap tahun. Bulan ini saja sudah hampir menyamai akhir tahun lalu, jadi memang trennya naik," bebernya.

Bahkan kata dia, korban kekerasan tahun ini didominasi kelompok anak dibawah umur. Jumlahnya mencapai 53%.

"53% itu komposisi jumlah kasus anak, baik anak perempuan maupun laki-laki di bawah umur 18 tahun," ujarnya.

Menurut Iin, kenaikan jumlah laporan juga menunjukkan semakin tingginya kesadaran masyarakat untuk melapor. Pemprov DKI memiliki berbagai kanal pengaduan, baik secara offline maupun online.

"Kita punya UPT PPA, Puspa, layanan mobile konseling, dan 44 titik pos pengaduan di kecamatan atau RPTRA, masing-masing dengan konselor dan paralegal," jelasnya.

Ia menilai masyarakat kini lebih berani bersuara soal kekerasan yang dialaminya. Seluruh data yang tercatat, lanjut Iin, berasal dari laporan langsung.

"Kesadaran masyarakat semakin berani speak up. Ini pengetahuan yang meningkat, mereka berani menyampaikan hal-hal yang terjadi atau dilihat di lapangan," katanya.

"Dasarnya adalah pengaduan. Kalau korban tidak mengadu atau tidak ada orang yang melaporkan, kami tidak bisa menindaklanjuti," tambahnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pemprov DKI juga tengah menyusun revisi Perda 8/2011 tentang Pencegahan Tindak Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak. Revisi itu akan memecah aturan menjadi dua perda baru yang akan dibahas pada 2026 yaitu Perda Perlindungan Perempuan dan Perda Penyelenggaraan Kota/Kabupaten Layak Anak.

"Perda 8/2011 dibuat sebelum lahirnya UU TPKS pada 2022. Jadi nanti substansi UU TPKS akan dimasukkan dalam revisi." pungkasnya. (aag) 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Erick Thohir Ungkap Alasan PSSI Tetap Dukung Gianni Infantino

Erick Thohir Ungkap Alasan PSSI Tetap Dukung Gianni Infantino

Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah federasi sepak bola dilaporkan menarik dukungan terhadap Gianni Infantino. Namun, Erick Thohir dan PSSI bersikap sebaliknya.
Viral Video CCTV Diduga Hubungan Sesama Jenis di Kabupaten Buol, Kabarnya Pelaku Orang Dewasa dan Anak-anak

Viral Video CCTV Diduga Hubungan Sesama Jenis di Kabupaten Buol, Kabarnya Pelaku Orang Dewasa dan Anak-anak

Waduh, viral video CCTV yang menayangkan di waktu malam diduga adanya hubungan sesama jenis terjadi di Sulawesi Tengah.
Siapa Ayah Bigmo? Mohammad Nashihan Pernah Terseret Kasus Korupsi hingga Divonis 10 Tahun 6 Bulan

Siapa Ayah Bigmo? Mohammad Nashihan Pernah Terseret Kasus Korupsi hingga Divonis 10 Tahun 6 Bulan

Profil Mohammad Nashihan, ayah Bigmo dan Resbob yang pernah berkarier sebagai advokat serta dosen hukum, tetapi terseret kasus korupsi
Fakta-Fakta Penemuan Karung Berisi Jasad Pria Diduga Korban Mutilasi di Depok: Dibungkus Plastik Hitam hingga Kaki Hilang

Fakta-Fakta Penemuan Karung Berisi Jasad Pria Diduga Korban Mutilasi di Depok: Dibungkus Plastik Hitam hingga Kaki Hilang

Inilah sederet fakta terkait penemuan karung berisi jasad pria diduga korban mutilasi di Depok. 
Daftar 14 Atlet Renang Indonesia di Asian Games 2026: Ada Siman Sudartawa Hingga Jason Donovan Yusuf

Daftar 14 Atlet Renang Indonesia di Asian Games 2026: Ada Siman Sudartawa Hingga Jason Donovan Yusuf

PB Akuatik Indonesia resmi mengumumkan 14 atlet renang yang akan tampil di Asian Games 2026. Simak daftar lengkap skuad Merah Putih dan misi mengakhiri puasa medali selama 36 tahun.
Profil dan Rekam Jejak Bigmo: YouTuber Viral Pernah Jadi Tersangka Kasus Azizah Salsha, Kini Promosi Vape Libatkan Anak

Profil dan Rekam Jejak Bigmo: YouTuber Viral Pernah Jadi Tersangka Kasus Azizah Salsha, Kini Promosi Vape Libatkan Anak

Profil dan rekam jejak Bigmo alias Muhammad Jannah, YouTuber yang kembali menjadi sorotan usai diduga melibatkan anak dalam promosi vape

Trending

Pengembangan kasus KPP Banjarmasin, KPK Terbitkan Tiga Sprindik

Pengembangan kasus KPP Banjarmasin, KPK Terbitkan Tiga Sprindik

Kasus dugaan korupsi yang menjerat mantan Kepala Kantor Pelayanan Pajak Madya Banjarmasin Mulyono Purwo Wijoyo terus dikembangkan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kini KPK menyebut  ada tiga surat perintah penyidikan (sprindik) terkait pengembangan kasus tersebut. 
Payment Gateway Dorong Kemajuan dan Kemudahan UMKM

Payment Gateway Dorong Kemajuan dan Kemudahan UMKM

Berbagai pihak turut serta mendorong kemajuan UMKM di tanah air termasuk transformasi pembayaran digital.
Jadi Tersangka, Begini Pengakuan Wanita Asal Ciamis yang Sebar Ajakan Demo Jelang 17 Agustus

Jadi Tersangka, Begini Pengakuan Wanita Asal Ciamis yang Sebar Ajakan Demo Jelang 17 Agustus

Perempuan berinisial DM (45), warga Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, yang ditangkap atas dugaan penyebaran informasi bohong atau hoaks di media sosial mengakui perbuatannya.
Rumor Nikita Mirzani Bebas Agustus 2026 Makin Ramai, Ditjenpas Akhirnya Buka Suara

Rumor Nikita Mirzani Bebas Agustus 2026 Makin Ramai, Ditjenpas Akhirnya Buka Suara

Isu mengenai kemungkinan Nikita Mirzani bebas pada Agustus 2026 terus menjadi perbincangan hangat di media sosial dan berbagai platform digital.
Wika Salim Tiba-tiba Curhat Soal Fitnah, Dituding Jadi PSK Karena Sering Pulang Malam

Wika Salim Tiba-tiba Curhat Soal Fitnah, Dituding Jadi PSK Karena Sering Pulang Malam

Penyanyi dangdut Wika Salim kembali menjadi perhatian publik setelah membagikan kisah masa lalunya yang penuh perjuangan.
Karung Misterius Berisi Jasad Pria Diduga Korban Mutilasi di Depok Diidentifikasi, Nyaris Dibakar Sebelum Bagian Tubuh Terlihat

Karung Misterius Berisi Jasad Pria Diduga Korban Mutilasi di Depok Diidentifikasi, Nyaris Dibakar Sebelum Bagian Tubuh Terlihat

Kawasan Tanah Merah, Jalan Kavling Depkes, RT 03/RW 17, Kelurahan/Kecamatan Pancoran Mas, Depok digegerkan dengan adanya penemuan karung misterius berisi jasad pria. 
KPK Buka Peluang Periksa Pihak Lain Terkait Kasus Bupati Rejang Lebong

KPK Buka Peluang Periksa Pihak Lain Terkait Kasus Bupati Rejang Lebong

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berpeluang untuk memeriksa pihak lain dalam pengembangan kasus yang menjerat Bupati Rejang Lebong nonaktif, M Fikri Thobari.
Selengkapnya

Viral