Prabowo Kumpulkan Jajaran Menteri Ekonomi, Sinyal Kebijakan Besar di Tengah Tekanan Global
- tvOnenews.com/Abdul Gani Siregar
Jakarta, tvOnenews.com - Presiden Prabowo Subianto memanggil jajaran menteri ekonomi dan pimpinan lembaga keuangan negara ke Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (5/5/2026).
Pemanggilan memicu spekulasi adanya langkah strategis pemerintah dalam merespons dinamika ekonomi yang kian menekan.
Pertemuan tertutup tersebut dihadiri sejumlah tokoh kunci yang selama ini menjadi motor penggerak kebijakan ekonomi nasional, mulai dari fiskal, investasi, hingga sektor riil.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengonfirmasi, kehadirannya dalam rapat tersebut, namun enggan merinci agenda yang akan dibahas.
“Nanti ada beberapa yang dibahas,” katanya singkat di Kompleks Istana Kepresidenan.
Sinyal serupa juga datang dari Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, yang mengaku belum mengetahui detail pembahasan, termasuk apakah nilai tukar rupiah akan menjadi topik utama.
“Belum tahu, paling diskusi masalah ekonomi,” ujarnya.
- tvOnenews.com/Purbaya Yudhi Sadewa
Ia menambahkan, isu nilai tukar rupiah kemungkinan tetap berada dalam domain bank sentral.
Rapat terbatas ini dihadiri sejumlah menteri strategis, di antaranya Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menteri Riset Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi Brian Yuliarto, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Investasi/CEO Danantara Rosan Roeslani, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, serta Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono.
Tak hanya itu, sejumlah pimpinan otoritas keuangan juga turut hadir, termasuk Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hasan Fauzi, Wakil Ketua LPS Farid Azhar Nasution, serta Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu.
Turut hadir pula Komisaris Utama MIND ID Fuad Bawazier, mantan Gubernur BI Burhanuddin Abdullah, dan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo.
Komposisi peserta yang mencakup hampir seluruh pengambil kebijakan ekonomi utama ini mengindikasikan rapat tidak sekadar koordinasi rutin, melainkan forum strategis untuk merumuskan respons terpadu menghadapi tantangan ekonomi, baik dari dalam negeri maupun tekanan global yang terus berfluktuasi. (agr/rpi)
Load more