Cemburu Buta Jadi Pemicu Alex Iskandar Tega Culik dan Habisi Nyawa Alvaro Kiano
- Kolase Tim tvOnenews
Awalnya Sayem menyebutkan bahwa Alvaro awalnya dijemput oleh terduga pelaku dan dijanjikan beli mainan di sekitar Masjid Jami Al-Muflihun. Kemudian Alvaro terus menangis sehingga diduga membuat terduga pelaku kesal dan mulutnya disumbat menggunakan handuk.
āTerus Alvaro itu sore, nangis terus diem-diem nyari bapaknya. Kan kalau manggil kakeknya, bapak. Mungkin katanya Alex kesel, gitu. Terus dibekap pakai handuk mulutnya,ā kata Sayem, saat ditemui, Senin (24/11).
Kemudian, Sayem menerangkan, setelah itu Alvaro sudah tidak bernyawa dan terduga pelaku membawanya ke rumah adiknya di Bogor, dengan menyuruh orang lain.
āTerus Alex sendiri ngomong kalau itu tuh gak sengaja āoh gitu ternyata udah gak adaā katanya. Terus dibawa, dititipin di adeknya di daerah Bogor, katanya. Iya (Dalam keadaan sudah tidak ada),ā ucap Sayem.
āTapi itu pun juga nyuruh orang, gak dia (terduga pelaku) sendiri. Takut ketahuan apa-apa. Terus nanti adeknya sih kena, katanya. Soalnya dititipin, mayat kok mau,ā sambungnya.
Setelah mayat dititipkan ke adik terduga pelaku, tetangga sekitar rumah menyadari soal adanya bau busuk. Namun adik terduga pelaku mengatakan bahwa itu merupakan bau bangkai anjing.
āTerus begitu paginya dibawa, katanya, ada yang ngomong tetangga, āini kok udah bau apaan?ā, katanya. āIni mah bangkai anjingā, katanya (adik teruga pelaku). Iya (padahal itu Alvaro),ā tutur Sayem.
Selanjutnya usai adanya tetangga yang menyadari, korban langsung diikat di plastik dan dibawa serta diikat di pohon yang terletak di pinggir kali.
āEnggak (dikubur). Disimpan di plastik. Tapi begitu udah ini (kecium bau busuk, diganti lagi sama dia. Soalnya sidik jarinya kan udah ada sih. Itu nyuruh orang dulu. Baru dia ganti pakai kaos tangan, katanya Jadi itu udah diplastik gitu, diikat. Terus diikat lagi sama pohon, kan gak kanyut,ā terang Sayem. (ars/dpi)
Load more