Panggil Kepala BRIN ke Istana, Presiden Prabowo Beri Dua Mandat Utama
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com - Presiden Prabowo Subianto memanggil pimpinan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) ke Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin (24/11).
Dalam pertemuan tersebut, Presiden memberikan instruksi khusus kepada Kepala BRIN Arif Satria dan Wakilnya, Amarulla Octavian, agar riset nasional lebih terarah dan berdampak nyata.
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengungkapkan bahwa Presiden menitipkan dua mandat utama kepada pimpinan BRIN yang baru dilantik pada 10 November lalu tersebut.
"Kepada kedua pejabat yang baru dilantik pada 10 November lalu, Presiden Prabowo menyampaikan dua hal," ujar Teddy, mengutip keterangan resmi Sekretariat Kabinet, Senin.
Instruksi pertama berkaitan dengan manajemen sumber daya manusia. Presiden Prabowo meminta agar potensi dari sekitar 8.000 periset yang bernaung di bawah BRIN dapat diberdayakan secara maksimal untuk kepentingan bangsa.
Instruksi kedua, Presiden menekankan agar kegiatan riset dan inovasi difokuskan untuk menopang program prioritas nasional. Teddy menjabarkan bahwa fokus riset itu mencakup tiga sektor vital; teknologi, energi, dan pangan.
Di sektor teknologi, Presiden mendorong pengembangan alat utama sistem pertahanan dan utilitas publik, mulai dari satelit, pesawat amfibi, drone, hingga teknologi sanitasi dan penyaringan air bersih.
Sementara untuk sektor energi, arahannya tertuju pada riset baterai listrik, bahan bakar ramah lingkungan (green fuel), serta teknologi pengolahan limbah plastik. Sedangkan di sektor agrikultur, Presiden menaruh perhatian besar pada bibit tanaman pangan.
"Pangan, terutama pengembangan varietas unggul padi dan jagung," jelas Teddy.
Rapat terbatas perdana bersama Kepala BRIN ini juga membahas penguatan peran BRIN di daerah serta kolaborasi dengan lembaga lain seperti Danantara.
Turut hadir dalam pertemuan itu Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.
Sebelum rapat dimulai, Kepala BRIN Arif Satria menyatakan bahwa ini adalah rapat pertamanya dengan Presiden sejak resmi menjabat. (ant/dpi)
Load more