Presiden Lee Jae Myung Sebut Indonesia Jadi Satu-satunya Mitra Tingkat Tertinggi Korea Selatan
- Dokumentasi BPMI Istana Negara
Jakarta, tvOnenews.com - Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung menegaskan, posisi istimewa Indonesia dalam peta diplomasi Korea Selatan, pada pertemuan bilateral dengan Presiden Prabowo Subianto di Blue House, Rabu (1/4).
Lee menyatakan Indonesia merupakan satu-satunya negara yang akan memiliki hubungan pada level tertinggi dengan Korea.
“Atas nama rakyat Korea, saya menyambut kunjungan kenegaraan Yang Terhormat Presiden Prabowo ke Korea,” ujar Presiden Lee membuka pertemuan.
Lee menekankan, komitmen untuk membawa hubungan bilateral ke level tertinggi sebenarnya telah disepakati dalam pertemuan sebelumnya.
Namun, kunjungan kenegaraan Prabowo kali ini menjadi titik krusial untuk merealisasikan langkah besar tersebut.
“Dalam pertemuan terakhir kita, kita berkomitmen untuk meningkatkan hubungan bilateral ke tingkat tertinggi. Pada kesempatan kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo ke Korea ini, menjadi sangat bermakna bahwa kita akan meraih hasil bersejarah dengan meningkatkan hubungan bilateral kita menjadi kemitraan strategis komprehensif khusus, dan Republik Korea hanya memiliki satu hubungan seperti ini dengan negara mana pun di dunia,” imbuh Presiden Lee.
Pernyataan ini menegaskan bahwa Indonesia menempati posisi eksklusif dalam strategi global Korea Selatan, bukan sekadar mitra dagang, tetapi partner utama dalam pengembangan industri masa depan.
Lee menyebut, Indonesia telah lama menjadi tujuan utama investasi perusahaan Korea, sekaligus mitra penting dalam penguatan industri strategis, termasuk pertahanan dan teknologi.
“Indonesia merupakan tujuan pertama investasi perusahaan Korea dan mitra berharga yang telah membantu terwujudnya industri pertahanan Korea. Selain itu, kendaraan listrik pertama Indonesia juga diproduksi bersama perusahaan Korea,” ungkap Presiden Lee.
Lebih dari lima dekade hubungan diplomatik, kedua negara dinilai telah membangun fondasi kuat berbasis kepercayaan dan saling melengkapi.
Dalam situasi global yang penuh ketidakpastian, Lee melihat kemitraan ini justru semakin relevan dan strategis.
“Selama lebih dari 50 tahun sejak terjalinnya hubungan diplomatik, kita telah menjadi sahabat yang saling percaya dan mitra yang berharga dalam perjalanan bersama, saling membimbing dan mendukung berdasarkan kekuatan, kebijaksanaan, dan kepercayaan masing-masing,” tutur Presiden Lee.
Load more