News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Polri Berangkatkan 2 Pesawat Berisi Bantuan Logistik dan Peralatan SAR ke Aceh, Sumut, dan Sumbar

Karo Penmas Divhumas Polri, Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko, mengatakan, pengiriman ini dilakukan sebagai respons atas instruksi pemerintah menghadapi situasi darurat.
Sabtu, 29 November 2025 - 10:52 WIB
Polri Berangkatkan 2 Pesawat Berisi Bantuan Logistik dan Peralatan SAR ke Aceh, Sumut, dan Sumbar
Sumber :
  • ist

Jakarta, tvOnenews.com — Polri mengerahkan dua pesawat CN dan Fokker dari Mako Polisi Udara Pondok Cabe untuk mengirim bantuan logistik serta peralatan pencarian dan penyelamatan (SAR) ke wilayah terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar).

Karo Penmas Divhumas Polri, Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko, mengatakan, pengiriman ini dilakukan sebagai respons atas instruksi pemerintah menghadapi situasi darurat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Polri diminta segera melakukan tindakan dalam rangka mitigasi bencana. Instruksi ini langsung ditindaklanjuti hari ini,” ucqp Trunoyudo, Sabtu (29/11/2025).

Bantuan yang dikirim meliputi kebutuhan dasar bagi warga terdampak, khususnya kelompok rentan.

Setiap daerah menerima 1.500 paket berisi pakaian, tas sekolah, obat-obatan, makanan siap saji, kasur lipat, selimut, pelampung, dan air mineral.

Selain itu, sejumlah perlengkapan SAR dan dukungan operasi lapangan ikut diberangkatkan.

Untuk Polda Aceh, bantuan mencakup 20 perahu karet, 220 pelampung, 10 tenda peleton, 2 tenda dokas, 200 fieldbed, 2.000 MTP, serta peralatan pendukung seperti portable solar generator dan Techno WiFi.

Polda Sumut menerima 10 perahu karet, 60 pelampung, 500 jas hujan, 7 tenda peleton, 300 fieldbed, 3.000 MTP, 1.000 masker, 3 genset, 500 nasi cepat saji, dan 4 unit wontek.

Sementara itu, untuk Polda Sumbar dikirim 3 perahu karet, 18 pelampung, 5 senso, 10 tenda peleton, 300 fieldbed, 2.000 MTP, 200 skop runcing, dan 100 ponco.

Trunoyudo menyampaikan bahwa jenis bantuan disesuaikan dengan perkembangan kebutuhan di lapangan.

Ia mengatakan berbagai unsur digerakkan, termasuk Polisi Udara, Polair, Tim Rescue Baharkam, K9, Brimob, Logistik, Forensik DVI, dan Kedokteran Polri.

Untuk distribusi ke wilayah yang sulit dijangkau, Polri juga mengoperasikan kapal-kapal Polair seperti Jalak 5002, Kutilang 5005, dan Pingwin 5011, serta kapal bantuan Polda Riau dan helikopter dari sejumlah polda.

"28 dapur lapangan telah dioperasikan di 22 polda untuk mendukung kebutuhan harian masyarakat terdampak," ungkapnya.

Diketahui, hujan berintensitas tinggi selama sepekan terakhir memicu banjir dan pergerakan tanah di tiga provinsi sekaligus: Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Debit sungai di berbagai titik meluap, jalan lintas antarwilayah terputus, dan jaringan komunikasi terganggu.

BNPB mencatat dampak meluas. Di Aceh, banjir dan longsor melanda 16 kabupaten/kota termasuk Pidie, Aceh Besar, Pidie Jaya, Aceh Tamiang, dan Aceh Selatan.

Di Sumatera Utara, 12 wilayah terdampak serentak, sementara di Sumatera Barat terdapat 13 daerah mulai Padang Pariaman, Tanah Datar, Agam, hingga Pesisir Selatan.

Data terbaru per Jumat (28/11) pukul 18.02 menunjukkan total 174 orang meninggal dunia dan 79 orang masih hilang.

Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto mengatakan jumlah tersebut berpotensi meningkat seiring proses pencarian yang masih terkendala.

“Data ini akan berkembang terus karena masih ada titik-titik yang belum bisa ditembus. Di lokasi longsor yang belum bisa dibuka kemungkinan terdapat korban jiwa,” ujarnya dalam jumpa pers yang disiarkan melalui akun YouTube BNPB, Jumat.

Korban tewas terbanyak berada di Sumatera Utara dengan 116 orang. Di Aceh, 35 orang dilaporkan meninggal dan 25 lainnya masih hilang.

Sementara di Sumatera Barat tercatat 23 korban meninggal dan 12 orang masih dalam pencarian.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Adapun, Pemerintah telah menetapkan masa tanggap darurat, Sumatera Barat pada 25 November–8 Desember, Sumatera Utara pada 27 November–10 Desember, dan Aceh pada 28 November–11 Desember 2025.

(rpi/nba)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Konten kreator Herri Pras melaporkan peristiwa dirinya digeruduk hingga diduga mendapat aksi provokasi oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK) ke polisi.
Ahli Waris Korban Meninggal Kecelakaan Maut di Bekasi Terima Santunan

Ahli Waris Korban Meninggal Kecelakaan Maut di Bekasi Terima Santunan

PT Jasa Raharja (Persero) pun menyerahkan santunan kepada ahli waris dua korban meninggal dunia yakni Siti Habibah dan anaknya Adisha Raiqa Shafiya.
Ada Eks Polri hingga TNI, 58 WNI Jadi Korban TPPO Modus Tentara Bayaran di Rusia

Ada Eks Polri hingga TNI, 58 WNI Jadi Korban TPPO Modus Tentara Bayaran di Rusia

Menurut Brigjen Pol Nurul Azizah selaku Dirtipid PPA-PPO Bareskrim Polri ada 58 WNI yang menjadi korban TPPO bahkan tak sedikit dari mantan TNI hingga Polisi.
YouTuber Herri Pras Ceritakan Kronologi Digerebek Sekelompok OTK hingga Diduga Diintimidasi di Kediamannya

YouTuber Herri Pras Ceritakan Kronologi Digerebek Sekelompok OTK hingga Diduga Diintimidasi di Kediamannya

YouTuber Herri Pras mengungkapkan awal mula insiden dirinya digeruduk hingga diduga mendapat tindak kekerasan fisik di rumahnya oleh orang tak dikenal (OTK).
14 Pendaki Gunung Merapi Dipulangkan, 11 Orang Akui Terhubung Medsos Open Trip Ilegal

14 Pendaki Gunung Merapi Dipulangkan, 11 Orang Akui Terhubung Medsos Open Trip Ilegal

Sebanyak 14 pendaki ilegal yang memasuki kawasan Gunung Merapi telah dipulangkan setelah sebelumnya diamankan oleh petugas.
Viral di Media Sosial, Ini 5 Fakta Pernikahan Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, Terungkap Asal-usul Sang Istri

Viral di Media Sosial, Ini 5 Fakta Pernikahan Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, Terungkap Asal-usul Sang Istri

Kabar bahagia datang dari Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat yang resmi menikah lagi dengan perempuan bernama Septhelena Maria Yosepha. Berikut 5 faktanya.

Trending

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Konten kreator Herri Pras melaporkan peristiwa dirinya digeruduk hingga diduga mendapat aksi provokasi oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK) ke polisi.
Ahli Waris Korban Meninggal Kecelakaan Maut di Bekasi Terima Santunan

Ahli Waris Korban Meninggal Kecelakaan Maut di Bekasi Terima Santunan

PT Jasa Raharja (Persero) pun menyerahkan santunan kepada ahli waris dua korban meninggal dunia yakni Siti Habibah dan anaknya Adisha Raiqa Shafiya.
Viral Nasabah Bank Swasta Keluhkan Tarik Tunai Dibatasi Rp2 Juta per Hari: Transfer hingga QRis Gak Bisa Semua

Viral Nasabah Bank Swasta Keluhkan Tarik Tunai Dibatasi Rp2 Juta per Hari: Transfer hingga QRis Gak Bisa Semua

Melalui unggahannya di Threads, netizen tersebut mengungkapkan kekecewaannya lantaran transaksi tarik tunai dari rekening miliknya dibatasi sepihak oleh bank.
Profil Prof. Endang Warsiki yang Meninggal Dunia, Guru Besar IPB University dengan Segudang Prestasi

Profil Prof. Endang Warsiki yang Meninggal Dunia, Guru Besar IPB University dengan Segudang Prestasi

Prof. Endang Warsiki, Guru Besar IPB University, meninggal dunia pada 2 November 2026. Simak profil, pendidikan, perjalanan hidup, dan kontribusinya di bidang agroindustri.
Viral Video Herri Pras Digeruduk Kelompok Bela Diri Usai Tantang 'Fight Sampai Mati'

Viral Video Herri Pras Digeruduk Kelompok Bela Diri Usai Tantang 'Fight Sampai Mati'

YouTuber Herri Pras digeruduk dan ditendang oleh sekelompok orang dari komunitas bela diri di kediamannya usai menyebarkan konten viral tantangan bertarung.
Siapa Herri Pras? YouTuber Asal Jember yang Digeruduk Sekelompok Pria usai Tantang Duel sampai Mati

Siapa Herri Pras? YouTuber Asal Jember yang Digeruduk Sekelompok Pria usai Tantang Duel sampai Mati

Nama YouTuber Herri Pras tengah menjadi sorotan setelah sebuah video memperlihatkan dirinya didatangi sekelompok pria bela diri. Ini profilnya.
Viral Nakes RSUD Mampang Prapatan Disebut Tak Sigap Tangani Pasien di IGD: Pasien Kritis tapi Santai Banget, Tutup Aja Lah

Viral Nakes RSUD Mampang Prapatan Disebut Tak Sigap Tangani Pasien di IGD: Pasien Kritis tapi Santai Banget, Tutup Aja Lah

Seorang netizen meluapkan kekecewaannya terhadap lambatnya respons para nakes di RSUD Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, saat menangani pasien gawat darurat.
Selengkapnya

Viral