News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Walhi Sebut Banjir di Sumatra Akibat Bencana Ekologis, Apa itu? Begini Dampak Seriusnya bagi Ekosistem Alam

Walhi menyebut banjir di Sumatra sebagai bencana ekologis akibat rusaknya hutan dan kawasan penyangga. Kerusakan ini berdampak serius pada ekosistem.
Sabtu, 29 November 2025 - 19:13 WIB
Banjir melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Senin (24/11/2025).
Sumber :
  • tim tvOne/Antara

tvOnenews.com - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) menegaskan bahwa bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah daerah di Pulau Sumatra dalam beberapa hari terakhir bukan sekadar akibat dari cuaca ekstrem.

Menurut organisasi lingkungan tersebut, bencana ini harus dipahami sebagai bencana ekologis, di mana kerusakan lingkungan dan tata kelola ruang yang tidak adil menjadi penyebab utama meluasnya dampak bencana.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam keterangannya, Manajer Penanganan dan Pencegahan Bencana Walhi, Memeng Harahap, menyebutkan bahwa curah hujan tinggi dan eks-Siklon Tropis Senyar memang menjadi pemicu, namun akar persoalannya lebih dalam, yakni pada krisis ekologi yang telah terjadi selama bertahun-tahun.

Kerusakan di kawasan hulu, maraknya aktivitas industri ekstraktif seperti tambang, perkebunan besar, serta hilangnya kawasan penyangga alam menyebabkan sistem lingkungan tidak mampu lagi menahan beban air yang besar.

Apa Itu Bencana Ekologis?

Hujan intensitas tinggi mengakibatkan banjir luapan di Aceh Besar, Rabu (26/11/2025).
Hujan intensitas tinggi mengakibatkan banjir luapan di Aceh Besar, Rabu (26/11/2025).
Sumber :
  • ANTARA

 

Bencana ekologis adalah bencana yang disebabkan oleh kerusakan ekosistem dan lingkungan akibat aktivitas manusia, bukan semata-mata karena faktor alam.

Dalam konteks ini, manusia berperan langsung dalam mempercepat terjadinya kerusakan alam yang mengakibatkan ketidakseimbangan ekologi.

Contoh nyata bencana ekologis adalah banjir, longsor, kekeringan, kebakaran hutan, hingga krisis air bersih yang terjadi akibat hilangnya hutan, rusaknya daerah aliran sungai (DAS), atau alih fungsi lahan yang tidak terkendali.

Secara sederhana, ketika hutan ditebang secara masif untuk kepentingan industri, maka fungsi penyerapan air dan penahan erosi akan hilang.

Air hujan yang seharusnya diserap tanah akhirnya langsung mengalir ke dataran rendah, menyebabkan banjir besar di kawasan pemukiman dan kota.

Kerusakan Kawasan Penyangga Jadi Faktor Utama

Bencana banjir bandang meluluhlantakkan sejumlah wilayah di Sumatera
Bencana banjir bandang meluluhlantakkan sejumlah wilayah di Sumatera
Sumber :
  • Instagram/masinton

 

Seharusnya kawasan penyangga, baik di wilayah daratan maupun pesisir, mampu menahan dampak dari curah hujan tinggi.

Namun, karena banyak wilayah konservasi dan resapan air kini berubah menjadi lahan industri dan perkebunan, daya serap tanah pun menurun drastis.

Hilangnya kawasan penyangga membuat debit air hujan yang turun tidak tertampung dan langsung mengalir deras ke permukiman warga.

Akibatnya, wilayah yang dulunya aman dari banjir kini justru menjadi titik rawan bencana setiap kali musim hujan tiba.

Selain itu, pembangunan infrastruktur dan ekspansi kawasan industri tanpa memperhatikan daya dukung lingkungan turut memperparah kondisi ini.

Banyak sungai yang dangkal akibat sedimentasi, drainase yang tersumbat, serta berkurangnya ruang hijau di kawasan perkotaan membuat air hujan tidak memiliki tempat untuk mengalir dengan aman.

Dampak Serius Bencana Ekologis bagi Ekosistem dan Masyarakat

Gajah Ditemukan Mati Akibat Banjir di Pidie Jaya Aceh, Setengah Badannya Terkubur dan Kepalanya Mengarah ke Bawah
Gajah Ditemukan Mati Akibat Banjir di Pidie Jaya Aceh, Setengah Badannya Terkubur dan Kepalanya Mengarah ke Bawah
Sumber :
  • FB Anggoro-Antara

 

Bencana ekologis seperti banjir di Sumatera bukan hanya menimbulkan kerugian material, tetapi juga mengancam keberlangsungan ekosistem dan kehidupan masyarakat lokal.

Pertama, dari sisi lingkungan, banjir besar menyebabkan hilangnya keanekaragaman hayati.

Banyak flora dan fauna yang habitatnya rusak atau hilang akibat luapan air dan longsor.

Kawasan hutan yang sebelumnya menjadi tempat hidup berbagai spesies kini berubah menjadi lahan terbuka dan terendam lumpur.

Kedua, dari sisi sosial, masyarakat di daerah terdampak harus menghadapi kerusakan rumah, lahan pertanian, dan infrastruktur publik.

Ribuan orang harus mengungsi karena rumah mereka terendam air, sementara akses jalan dan jembatan banyak yang rusak parah.

Ketiga, dari sisi ekonomi, bencana ekologis memicu penurunan produktivitas pertanian dan perikanan, serta meningkatnya biaya perbaikan infrastruktur.

Dalam jangka panjang, hal ini berpotensi menurunkan kesejahteraan masyarakat pedesaan yang sangat bergantung pada sumber daya alam.

Pola bencana seperti ini akan terus berulang selama kebijakan pembangunan tidak berpihak pada kelestarian lingkungan.

Tanpa adanya rehabilitasi kawasan hulu dan perlindungan daerah tangkapan air, risiko bencana ekologis akan semakin besar di masa mendatang.

Pentingnya moratorium izin industri ekstraktif di wilayah rawan bencana dan memperketat penegakan hukum terhadap pelaku perusakan lingkungan.

Selain itu, masyarakat diharapkan dilibatkan secara aktif dalam menjaga daerah aliran sungai agar ekosistem tetap seimbang dan berfungsi sebagaimana mestinya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Fenomena banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat kali ini menjadi pengingat bahwa kerusakan alam tidak bisa lagi dipandang remeh.

Bencana ekologis menunjukkan hubungan erat antara perilaku manusia dan daya tahan bumi terhadap perubahan ekstrem, di mana setiap tindakan eksploitasi tanpa kontrol akan selalu membawa dampak panjang bagi ekosistem dan kehidupan manusia. (adk)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Cara Tak Biasa dan Filosofi Aneh Allegri yang Membawa AC Milan Masuk Bursa Scudetto: Biarkan Lawan Menekan, Serang Saat Kelelahan

Cara Tak Biasa dan Filosofi Aneh Allegri yang Membawa AC Milan Masuk Bursa Scudetto: Biarkan Lawan Menekan, Serang Saat Kelelahan

Massimiliano Allegri kembali menjadi pusat perbincangan di sepak bola Italia setelah membawa AC Milan bersaing dalam perburuan Scudetto musim ini.
Transfer Federico Barba Berlanjut? Persib Tolak Pescara, Klub Yunani Masuk Persaingan

Transfer Federico Barba Berlanjut? Persib Tolak Pescara, Klub Yunani Masuk Persaingan

Federico Barba kembali jadi sorotan bursa transfer usai Persib Bandung menolak tawaran Pescara. Kini, bek asal Italia itu dikaitkan dengan klub Yunani, Aris FC.
Respon Beckham Putra Usai PSSI Tunjuk John Hermans sebagai Pelatih Timnas Indonesia

Respon Beckham Putra Usai PSSI Tunjuk John Hermans sebagai Pelatih Timnas Indonesia

PSSI secara resmi menunjuk John Hermans untuk menukangi skuad Garuda. Penunjukan ini pun memancing reaksi dari berbagai pihak, termasuk gelandang muda andalan Persib Bandung, Beckham Putra Nugraha, Minggu (04/01).
Buntut Penculikan Presiden Venezuela oleh AS, DPR Minta Pemerintah Lindungi WNI di Kawasan Terdampak

Buntut Penculikan Presiden Venezuela oleh AS, DPR Minta Pemerintah Lindungi WNI di Kawasan Terdampak

Wakil Ketua Komisi I DPR RI Sukamta menilai penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro oleh militer AS menjadi ancaman serius bagi kedaulatan negara dan tatanan hukum internasional.
​​​​​​​Ramalan Cinta Zodiak 6 Januari 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, hingga Pisces

​​​​​​​Ramalan Cinta Zodiak 6 Januari 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, hingga Pisces

Ramalan Cinta Zodiak 6 Januari 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, hingga Pisces. Tanggal 6 Januari 2026 membawa energi reflektif dalam urusan asmara. Banyak -
Ramalan Zodiak Besok, 6 Januari 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, hingga Virgo

Ramalan Zodiak Besok, 6 Januari 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, hingga Virgo

Ramalan zodiak besok, 6 Januari 2026 untuk Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo. Cari tahu prediksi lengkap seputar asmara, karier, dan keuanganmu.

Trending

Perang Dunia III di Depan Mata? Anggota DPR Peringatkan Dampak Ngeri AS Tangkap Presiden Venezuela

Perang Dunia III di Depan Mata? Anggota DPR Peringatkan Dampak Ngeri AS Tangkap Presiden Venezuela

Anggota DPR RI, Jazuli Juwaini, melontarkan kritik tajam terhadap aksi militer Amerika Serikat (AS) di Venezuela. 
Ramalan Keuangan Zodiak 6 Januari 2026: Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces

Ramalan Keuangan Zodiak 6 Januari 2026: Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces

​​​​​​​Ramalan keuangan zodiak 6 Januari 2026 untuk Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces, lengkap dengan peluang rezeki hari esok.
Kondisi Finansial Zodiak 6 Januari 2026: Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces

Kondisi Finansial Zodiak 6 Januari 2026: Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces

Berikut ramalan kondisi finansial zodiak 6 Januari 2026 untuk enam zodiak terakhir, Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces.
Pasal Perzinaan KUHP Baru Tetap Delik Aduan, Ini Bedanya dengan Aturan Lama

Pasal Perzinaan KUHP Baru Tetap Delik Aduan, Ini Bedanya dengan Aturan Lama

Menhukam Supratman menegaskan pasal perzinaan di KUHP baru tak jauh berbeda dari KUHP lama. Tetap delik aduan dan fokus lindungi keluarga serta anak.
Sebagian Besar Tim Pengamanan Maduro Tewas, Korban Operasi Militer AS di Venezuela Capai 80 Orang

Sebagian Besar Tim Pengamanan Maduro Tewas, Korban Operasi Militer AS di Venezuela Capai 80 Orang

Operasi militer Amerika Serikat (AS) di Venezuela pada Sabtu (3/1) memakan banyaka korban jiwa. Hingga kini jumlah korban tewas akibat serangan AS menjadi 80 orang, demikian dilaporkan The New York Times, Minggu (4/1).
Ramalan Keuangan Zodiak 6 Januari 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo

Ramalan Keuangan Zodiak 6 Januari 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo

​​​​​​​Ramalan keuangan zodiak 6 Januari 2026 untuk Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo, membahas peluang finansial, nasihat, dan arah rezeki.
Isu dengan Ridwan Kamil Makin Merebak, Kuasa Hukum Aura Kasih Tegaskan Tak Benar

Isu dengan Ridwan Kamil Makin Merebak, Kuasa Hukum Aura Kasih Tegaskan Tak Benar

Isu dengan Ridwan Kamil makin merebak, kuasa hukum Aura Kasih akhirnya angkat bicara dan tegaskan semua itu tidak benar.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT