Kontroversi Belum Selesai, Reaksi Ruben Amorim Usai Dipecat Manchester United Viral
- REUTERS/Scott Heppell/File Photo
Jakarta, tvOnenews.com - Reaksi Ruben Amorim setelah resmi dipecat Manchester United langsung menyita perhatian publik. Sikap tenang dan santai yang ditunjukkannya justru memunculkan beragam reaksi, di tengah gejolak internal yang tengah melanda klub raksasa Inggris tersebut.
Manchester United secara resmi mengumumkan pemecatan Ruben Amorim pada Senin pagi, kurang dari 24 jam setelah hasil imbang 1-1 melawan Leeds United. Keputusan tersebut diambil di tengah ketegangan internal klub, terutama usai konferensi pers Amorim yang secara terbuka melontarkan kritik kepada jajaran pimpinan Manchester United dan memicu kontroversi luas.
Hal yang mengejutkan terjadi tak lama setelah pengumuman pemecatan. Amorim, yang baru saja meninggalkan Old Trafford, terlihat muncul di depan kamera dengan senyum santai saat meninggalkan rumahnya di kawasan Cheshire bersama sang istri, Maria Joao Diogo. Momen tersebut dengan cepat menyebar di media dan memantik beragam opini dari publik.
Di tengah hujan salju, pelatih asal Portugal itu tampak tetap tenang dan bahkan ceria, meski baru saja kehilangan pekerjaan yang disebut-sebut sebagai impian kariernya. Amorim dilaporkan keluar rumah untuk berjalan-jalan santai dan menyapa para fotografer dengan ramah. Sikap tersebut dinilai tak biasa bagi seorang manajer yang baru saja mengalami kemunduran besar dalam karier kepelatihannya.
Dalam pernyataan resminya, Manchester United mengonfirmasi kepergian Amorim setelah 14 bulan menjabat sebagai pelatih kepala. Pihak klub menegaskan Amorim sempat membawa tim melaju ke final Liga Europa di Bilbao. Namun, kegagalan finis lebih baik dari posisi keenam di Liga Primer membuat manajemen mengambil langkah perubahan demi mengejar target tertinggi klub.
Ruben Amorim didatangkan dari Sporting Lisbon pada November 2024 dengan ekspektasi tinggi. Sayangnya, ia dinilai gagal memenuhi harapan di Old Trafford. Manchester United menjalani salah satu musim terburuk dalam 51 tahun terakhir di bawah kepemimpinannya, serta menelan kekalahan dari Tottenham Hotspur di final Liga Europa, yang semakin memperberat tekanannya.
Catatan statistik di Liga Primer juga memperburuk posisi Amorim. Ia mencatatkan persentase kemenangan terendah dalam sejarah Manchester United sebagai manajer, yakni hanya 32 persen. Selain itu, tim asuhannya kebobolan rata-rata 1,53 gol per pertandingan dan hanya mencatatkan 15 persen clean sheet selama masa kepelatihannya.
Load more