News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Ngeri! Video Pria di Gowa Diarak Keliling Kampung Usai Rudapaksa hingga Aniaya Wanita Difabel Viral

Sebuah rekaman video memperlihatkan seorang pria diarak warga di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, viral di berbagai media sosial. 
Kamis, 4 Desember 2025 - 14:35 WIB
Diduga Aniaya dan Rudapaksa Wanita Difabel, Pria di Gowa Diseret Lalu Dirak Warga Keliling Kampung
Sumber :
  • Idris Tajannang/tvOne

Gowa, tvOnenews.com - Sebuah rekaman video memperlihatkan seorang pria diarak warga di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, viral di berbagai media sosial. 

Usut punya usut pria tersebut diduga telah melakukan rudapaksa hingga penganiayaan terhadap Wanita penyandang difabel.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam video tersebut, pria itu diikat dan kemudian diarak keliling kampung dengan menggunakan sepeda motor oleh warga yang geram. 

Aksi main hakim sendiri itu pun menyita perhatian publik hingga membuat pihak kepolisian bergerak cepat menuju lokasi kejadian yang berada di wilayah pegunungan Kabupaten Gowa.

Diduga Aniaya dan Rudapaksa Wanita Difabel, Pria di Gowa Diseret Lalu Dirak Warga Keliling Kampung
Diduga Aniaya dan Rudapaksa Wanita Difabel, Pria di Gowa Diseret Lalu Dirak Warga Keliling Kampung
Sumber :
  • Idris Tajannang/tvOne

Peristiwa itu diketahui terjadi pada Selasa, 2 Desember 2025, di Desa Parang-Parang Tulau’, Kelurahan Cikoro’, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Gowa. 

Video penangkapan dan penganiayaan terhadap terduga pelaku baru viral sehari setelahnya, setelah ratusan akun media sosial membagikan ulang rekaman tersebut.

Dalam video yang beredar, warga tampak mengikat tangan dan kaki terduga pelaku, lalu menyeretnya menggunakan sepeda motor sebelum diarak keliling kampung. 

Aksi itu memicu beragam reaksi publik, mulai dari kecaman terhadap tindakan main hakim sendiri hingga desakan agar kasus ini segera ditangani secara hukum.

Mengetahui hal tersebut, pada Rabu malam Kapolres Gowa bersama jajarannya langsung mengerahkan personelnya menuju lokasi kejadian yang berada jauh di wilayah pegunungan, dengan waktu tempuh sekitar empat jam perjalanan.

Kapolres Gowa, AKBP Muhammad Aldy Sulaeman, membenarkan bahwa kejadian tersebut berada di wilayah hukum Polsek Tompobulu. 

Aldy menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi dengan aparat setempat dan memastikan kondisi di lokasi sudah kondusif.

“Dapat kami sampaikan bahwa memang ada beredar beberapa video terkait seseorang yang mengalami penganiayaan. Kami sudah berkoordinasi dengan Polsek Tompobulu, dan Alhamdulillah situasi di sana sudah kondusif. Malam ini kami juga akan berangkat untuk mengecek langsung lokasi. Kami mohon doanya agar situasi tetap kondusif,” ujar Kapolres.

Aldy juga menegaskan bahwa pihaknya tidak menyepelekan situasi tersebut, sehingga pengamanan dilakukan dengan skala cukup besar.

“Yang jelas, kita tidak underistimated. Kami melakukan cipkon agar situasi tetap kondusif,” lanjutnya.

Terkait dugaan kasus, Kapolres menjelaskan bahwa informasi awal yang diterima menyebutkan bahwa terduga pelaku dianiaya warga karena diduga melakukan tindak pidana pemerkosaan terhadap korban difabel. Namun ia menegaskan bahwa seluruh informasi tersebut masih perlu diverifikasi.

“Info awal, yang bersangkutan dianiaya karena diduga melakukan tindak pidana pemerkosaan. Tetapi kami tetap akan kroscek lagi agar tidak terjadi penyebaran berita hoax,” ungkapnya.

Untuk menuju lokasi yang berada di perbatasan Kabupaten Jeneponto–Bantaeng, Polres Gowa melibatkan sejumlah divisi, termasuk Dokkes Polres Gowa untuk melakukan visum luar terhadap korban. 

Tim juga diperkuat oleh Satuan Samapta, Reskrim, Intel, Binmas, serta Kabag Ops. Selain itu, koordinasi juga dilakukan dengan Tim Dokpol Polda Sulsel.

Hingga Kamis dini hari, situasi di wilayah Tompobulu dilaporkan dalam keadaan kondusif. Sementara itu, kondisi korban dilaporkan masih dalam perawatan di rumah sakit.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh potongan video yang beredar di media sosial. 

Polisi meminta warga menyerahkan seluruh proses penyelidikan, termasuk pemeriksaan korban dan terduga pelaku, secara penuh kepada aparat penegak hukum. 

Langkah ini diambil untuk memastikan fakta yang sebenarnya dan mencegah penyebaran informasi yang bersifat menyesatkan. (itg/muu)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kisah Agen Polisi yang Lolos di Tragedi G30S PKI 1965, Sukitman Beri Kesaksian saat Temukan Lubang Buaya

Kisah Agen Polisi yang Lolos di Tragedi G30S PKI 1965, Sukitman Beri Kesaksian saat Temukan Lubang Buaya

AKBP (Purn) Sukitman, agen polisi yang menjadi saksi mata dalam Tragedi Gerakan 30 September 1965 PKI (G30S PKI) cerita saat menemukan sumur tua Lubang Buaya.
Modus Tawarkan Jadi Istri Kedua "Abah" Pimpinan Ponpes di Lombok Lecehkan Belasan Santriwati

Modus Tawarkan Jadi Istri Kedua "Abah" Pimpinan Ponpes di Lombok Lecehkan Belasan Santriwati

Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Mataram Joko Jumadi mengatakan Abah menawarkan para korban pelecehan seksual untuk menjadi istri kedua sang ustaz.
Korban Pelecehan Abah Bertambah Jadi 16 Santriwati, Diduga Ada Ustaz Lain yang Terlibat

Korban Pelecehan Abah Bertambah Jadi 16 Santriwati, Diduga Ada Ustaz Lain yang Terlibat

Jumlah korban yang melaporkan dugaan kekerasan seksual di Ponpes Abul Barokat Wannafahat, di Lombok Tengah, bertambah menjadi 16 orang.
Badai Petir Diperkirakan Terus Melanda Arab Saudi, Warga Diimbau untuk Waspada

Badai Petir Diperkirakan Terus Melanda Arab Saudi, Warga Diimbau untuk Waspada

Badai petir diperkirakan akan terus melanda sebagian besar wilayah Arab Saudi hingga Jumat mendatang (2/10). Untuk itu, Pemerintah Arab Saudi mengimbau masyarakat untuk waspada.
Abah Eks Pimpinan Ponpes yang Diduga Lecehkan Belasan Satriwati di Lombok Diperiksa Polisi

Abah Eks Pimpinan Ponpes yang Diduga Lecehkan Belasan Satriwati di Lombok Diperiksa Polisi

Sebelumnya, AIS alias Abah merupakan eks pimpinan Ponpes Abdul Barokat Wannafahat, diduga telah melakukan pelecehan seksual terhadap belasan santriwatinya.
Hubungan Augusz Dewanggara dengan Internal BPK Tengah Didalami KPK Lewat Bobby Rizaldi

Hubungan Augusz Dewanggara dengan Internal BPK Tengah Didalami KPK Lewat Bobby Rizaldi

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan penyidik juga mendalami mekanisme penentuan opini hasil pemeriksaan, mulai dari BPK Perwakilan hingga BPK RI.

Trending

Hubungan Augusz Dewanggara dengan Internal BPK Tengah Didalami KPK Lewat Bobby Rizaldi

Hubungan Augusz Dewanggara dengan Internal BPK Tengah Didalami KPK Lewat Bobby Rizaldi

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan penyidik juga mendalami mekanisme penentuan opini hasil pemeriksaan, mulai dari BPK Perwakilan hingga BPK RI.
Momen Kevin Diks Salah Fokus Sorakan Shin Tae-yong di Stadion GBK Saat Bela Thom Haye Viral di Sosial Media

Momen Kevin Diks Salah Fokus Sorakan Shin Tae-yong di Stadion GBK Saat Bela Thom Haye Viral di Sosial Media

Kevin Diks menjadi wakil pemain dalam wawancara yang digelar broadcast usai hasil imbang tanpa gol antara Timnas Indonesia melawan Malaysia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (28/9/2026). 
‎Timnas Indonesia Imbang 0-0 dengan Malaysia, Maarten Paes Puji Pengorbanan Elkan Baggott hingga Calvin Verdonk

‎Timnas Indonesia Imbang 0-0 dengan Malaysia, Maarten Paes Puji Pengorbanan Elkan Baggott hingga Calvin Verdonk

Sejumlah penyelamatan Maarten Paes dan koordinasinya bersama barisan pertahanan membuat gawang Indonesia tetap aman meski harus bermain dengan 10 orang.
Menang Susah Payah, Pemain Singapura Akui Determinasi Tinggi Bangladesh Sulit Diatasi

Menang Susah Payah, Pemain Singapura Akui Determinasi Tinggi Bangladesh Sulit Diatasi

Singapura menang susah payah dengan skor akhir 1-0 atas Bangladesh di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (28/9/2026). 
Wali Murid Bacok Guru SD di Sleman, Berawal dari Anak Ambil Jajanan di Kantin Tak Bayar

Wali Murid Bacok Guru SD di Sleman, Berawal dari Anak Ambil Jajanan di Kantin Tak Bayar

Persoalan ini bermula ketika anak dari pelaku yang diketahui merupakan anak berkebutuhan khusus diduga mengambil jajanan di kantin sekolah tanpa membayar..
Badai Petir Diperkirakan Terus Melanda Arab Saudi, Warga Diimbau untuk Waspada

Badai Petir Diperkirakan Terus Melanda Arab Saudi, Warga Diimbau untuk Waspada

Badai petir diperkirakan akan terus melanda sebagian besar wilayah Arab Saudi hingga Jumat mendatang (2/10). Untuk itu, Pemerintah Arab Saudi mengimbau masyarakat untuk waspada.
Ombudsman Siap "Bongkar" Fakta-fakta Temuan Fasilitas Mewah Lapas Cibinong di Hadapan DPR

Ombudsman Siap "Bongkar" Fakta-fakta Temuan Fasilitas Mewah Lapas Cibinong di Hadapan DPR

Ombudsman siap berkoordinasi dan memberikan informasi yang diperlukan kepada DPR RI sebagai bagian dari upaya bersama memperbaiki tata kelola pelayanan publik.
Selengkapnya

Viral