News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Menkes Budi: Anak-anak 5 Kali Lebih Rentan Kena Gangguan Mental Dibanding Dewasa

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan fakta mengkhawatirkan terkait kondisi kesehatan mental generasi muda di Indonesia. 
Selasa, 9 Desember 2025 - 03:44 WIB
Menkes Budi Gunadi Sadikin (tengah) ditemui usai rapat koordinasi komite kebijakan sektor kesehatan (KKSK) tahun 2025 di Jakarta, Senin (8/12/).
Sumber :
  • Antara

Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan fakta mengkhawatirkan terkait kondisi kesehatan mental generasi muda di Indonesia. 

Dalam Rapat Koordinasi Komite Kebijakan Sektor Kesehatan (KKSK) Tahun 2025, Budi menyebutkan bahwa anak-anak memiliki kerentanan lima kali lipat lebih tinggi untuk mengalami gangguan jiwa, seperti kecemasan (anxiety) hingga depresi, dibandingkan orang dewasa.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Data tersebut didapat berdasarkan hasil program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang di dalamnya memuat prosedur skrining kesehatan jiwa. 

Dari hasil pemeriksaan, prevalensi gangguan mental pada orang dewasa tercatat sangat rendah, namun angka tersebut melonjak signifikan pada kategori usia anak.

"Berdasarkan hasil skrining-nya di CKG, kita temukan kalau dari dewasa yang di-skrining itu 0,8-0,9 persen ketemu tuh, jadi sekitar itu, dekat-dekat (angkanya), itu kecil sekali ya di bawah 1 persen, tetapi kalau yang balita atau anak-anak di bawah 18 tahun itu 5 persen," ungkap Budi di Jakarta, Senin (8/12).

Pengaruh Gawai dan Teknologi

Menkes menyoroti bahwa salah satu pemicu utama tingginya risiko ini adalah perubahan pola interaksi sosial akibat kehadiran teknologi. 

Ketergantungan terhadap gawai (gadget) dinilai berkontribusi besar terhadap kerentanan mental anak-anak saat ini.

"Banyak anak yang mengalami gangguan kejiwaan, terutama dengan ada teknologi baru seperti gawai yang mereka pakai terus-menerus," jelasnya dalam rapat yang juga dihadiri oleh perwakilan Kemendukbangga/BKKBN, BPOM, dan BPJS Kesehatan tersebut.

Dominasi Kecemasan dan Depresi

Lebih lanjut, Budi memaparkan bahwa sebagian besar kasus yang terdeteksi adalah gangguan cemas dan depresi. Sayangnya, selama ini banyak kasus kesehatan jiwa di Indonesia yang luput dari diagnosis yang tepat.

Secara global, rasio penderita gangguan mental adalah 1 dari 8 orang. Jika dikonversikan ke populasi Indonesia, diperkirakan ada lebih dari 35 juta jiwa yang terdampak. 

Guna mengatasi hal ini, Kemenkes telah menyediakan layanan kanal aduan 119 yang tidak hanya untuk kegawatdaruratan fisik, tetapi juga layanan kesehatan mental.

"Jadi kita sudah masuk sekitar hampir 100 ribu aduan, sebagian besar memang cemas atau anxiety," tutur Budi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pemerintah menyadari perlunya intervensi bertingkat untuk menangani masalah ini, mulai dari konseling untuk kasus ringan hingga pengobatan medis untuk kasus berat yang ditanggung oleh BPJS Kesehatan.

"Mental disorder itu ada macam-macam jenisnya, yang paling ringan namanya anxiety disorder atau cemas, di bawahnya ada depresi itu sudah lebih berat, di bawahnya lagi ada namanya skizofrenia itu lebih berat lagi, dan itu butuh obat yang psikotropika yang tadi mesti dikasih obat oleh BPJS Kesehatan, ada juga gangguan makan misalnya bulimia," ujar Menkes. (ant/dpi)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Bangun Infrastruktur di Pelosok, Prabowo: Rakyat Sendiri Akui TNI-Polri Kerja Siang Malam

Bangun Infrastruktur di Pelosok, Prabowo: Rakyat Sendiri Akui TNI-Polri Kerja Siang Malam

Prabowo mengapresiasi jajaran TNI dan Polri yang bekerja membangun berbagai infrastruktur dasar di daerah dengan kondisi yang tidak mudah.
Jelang Muktamar NU ke-35, Kiai Asep Tegaskan NU Harus Kembali Dipimpin dan Dikawal Ulama

Jelang Muktamar NU ke-35, Kiai Asep Tegaskan NU Harus Kembali Dipimpin dan Dikawal Ulama

Menjelang Muktamar ke-35 NU di PP Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, akhir Agustus 2026, masa depan arah kepemimpinan NU memasuki abad kedua menjadi sorotan.
Tolak Timnas Indonesia, India Resmi Mundur dari FIFA ASEAN Cup 2026 demi Hadapi Brasil

Tolak Timnas Indonesia, India Resmi Mundur dari FIFA ASEAN Cup 2026 demi Hadapi Brasil

Timnas India resmi mengambil keputusan mengejutkan dengan mundur dari FIFA ASEAN Cup 2026. Blue Tigers memilih mengorbankan turnamen itu demi menghadapi Brasil.
Bangun 3.395 Jembatan dan 3.000 Sumber Air, Prabowo Puji Pengabdian TNI-Polri

Bangun 3.395 Jembatan dan 3.000 Sumber Air, Prabowo Puji Pengabdian TNI-Polri

Presiden Prabowo Subianto menegaskan jati diri TNI dan Polri sebagai kekuatan yang lahir, bekerja, dan mengabdi untuk rakyat.
Bayar Sebelum 30 September, PBB-P2 Tahun 2026 Otomatis Dipotong 5 Persen

Bayar Sebelum 30 September, PBB-P2 Tahun 2026 Otomatis Dipotong 5 Persen

Wajib Pajak di DKI Jakarta memiliki kesempatan untuk memperoleh keringanan sebesar 5 persen atas pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) tahun pajak 2026.
Prabowo: Cita-Cita Kita Besar, Tapi Jangan Pernah Lupakan Rakyat yang Terpencil

Prabowo: Cita-Cita Kita Besar, Tapi Jangan Pernah Lupakan Rakyat yang Terpencil

Presiden Prabowo Subianto menegaskan pembangunan Indonesia tidak boleh hanya berorientasi pada proyek-proyek besar dan strategis.

Trending

Garda Revolusi Iran Nyatakan Siap Konflik Panjang dengan AS

Garda Revolusi Iran Nyatakan Siap Konflik Panjang dengan AS

Iran siap menghadapi konflik berkepanjangan dengan Amerika Serikat demi menjamin kondisi keamanan sepenuhnya.
Resmi! KNVB Tunjuk Eks Pelatih Barcelona Xavi Hernandez untuk Ambil Alih Timnas Belanda

Resmi! KNVB Tunjuk Eks Pelatih Barcelona Xavi Hernandez untuk Ambil Alih Timnas Belanda

Federasi Sepak Bola Belanda (KNVB) resmi menunjuk Xavi Hernandez sebagai pelatih baru Timnas Belanda. Sang mantan pelatih Barcelona mengambil alih tugas Ronald Koeman.
Babak Baru Konflik Ruben Onsu Vs Sarwendah, Minta Audit Nafkah Anak: Masuk Akal Gak di Bawah Umur Pengeluaran Rp200 Juta?

Babak Baru Konflik Ruben Onsu Vs Sarwendah, Minta Audit Nafkah Anak: Masuk Akal Gak di Bawah Umur Pengeluaran Rp200 Juta?

Perseteruan Ruben Onsu dan Sarwendah kembali memanas. Kali ini, pihak Ruben meminta dilakukan audit terhadap uang nafkah anak yang selama ini disalurkan ke Sarwendah.
Denny Indrayana Gelar Sayembara Rp100 Juta Temukan Ijazah Gibran

Denny Indrayana Gelar Sayembara Rp100 Juta Temukan Ijazah Gibran

Polemik mengenai ijazah SMA/sederajat Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kembali menjadi perhatian setelah muncul sayembara berhadiah Rp100 juta yang digagas Denny Indrayana.
Sebelum Gadis Baju Putih, Pria Ini yang Duluan Kasih Challenge Sebotol Miras Gratis dengan Ayat Al-Qur'an

Sebelum Gadis Baju Putih, Pria Ini yang Duluan Kasih Challenge Sebotol Miras Gratis dengan Ayat Al-Qur'an

Gadis baju putih bukan yang pertama, pria bertopi ini ternyata yang memulai sayembara hafalan ayat Al-Qur'an dengan sebotol miras yang diawali surat Al-Ikhlas.
Pengembalian Uang Raja Juli Kurang 2.000 Dolar Singapura, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan dan Kapolres Kuansing

Pengembalian Uang Raja Juli Kurang 2.000 Dolar Singapura, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan dan Kapolres Kuansing

Uang yang dikembalikan Raja Juli ke KPK ternyata kurang 2.000 dolar Singapura. Padahal, pemberian amplop dari Suhardiman kepada Menhut sebesar 14.000 Dolar Singapura.
Ekshumasi Jasad Sutrimo Selesai, Dokter Forensik Pastikan Tak Ada Luka Bekas Kekerasan di Tubuh

Ekshumasi Jasad Sutrimo Selesai, Dokter Forensik Pastikan Tak Ada Luka Bekas Kekerasan di Tubuh

Polda Metro Jaya bersama tim gabungan dokter forensik selesai melakukan ekshumasi terhadap jenazah Sutrimo di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, pada Rabu (12/8), guna mengungkap penyebab kematian almarhum.
Selengkapnya

Viral