News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pihak Terra Drone Klaim Gedung Punya Lift dan Tangga, Namun Polisi Ungkap Fakta Lain di Lokasi Kebakaran

Terra Drone klaim gedung punya lift dan tangga, tapi polisi ungkap hanya ada satu akses keluar. Fakta baru kebakaran ini jadi sorotan.
Kamis, 11 Desember 2025 - 13:08 WIB
DPRD DKI Soroti Soal Kebakaran Gedung Terra Drone, Lemahnya Pengawasan Bangunan di Jakarta
Sumber :
  • Adinda Ratna Safira/tvOnenews

tvOnenews.com - Peristiwa kebakaran di Gedung Terra Drone, Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Selasa (9/12/2025) masih menyisakan duka mendalam.

Tragedi yang menewaskan 22 orang itu kini memasuki babak baru dalam penyelidikan, setelah kepolisian menemukan fakta-fakta yang berlawanan dengan pernyataan pihak perusahaan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pihak Terra Drone Indonesia sebelumnya mengklaim bahwa gedung ruko berlantai tujuh tempat mereka beroperasi telah dilengkapi dengan fasilitas lift dan tangga sebagaimana standar bangunan perkantoran pada umumnya.

Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Human Resource Business Partner Terra Drone, Umaidi Suhari, kepada awak media di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur.

“Kantor kami adalah ruko. Mungkin teman-teman juga bisa lihat sendiri ya keadaan ruko seperti apa. Bisa juga disamakan dengan beberapa ruko yang lain. Di dalamnya kami ada lift, kami juga ada tangga,” ujar Umaidi.

Ia menegaskan, perusahaan telah menempati gedung tersebut selama dua tahun terakhir, tepat sejak proses akuisisi perusahaan lokal oleh Terra Drone.

Pengakuan Mengejutkan dari Karyawan Terra Drone yang Selamat: Lantai Dasar yang Terbakar Minim Pengamanan
Pengakuan Mengejutkan dari Karyawan Terra Drone yang Selamat: Lantai Dasar yang Terbakar Minim Pengamanan
Sumber :
  • viva.co.id

Namun, pada saat kebakaran terjadi, situasi benar-benar di luar kendali sehingga seluruh upaya penyelamatan menjadi sangat sulit dilakukan.

“Pada saat itu keadaan benar-benar di luar kontrol kita semua,” tambahnya.

Umaidi pun menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya para korban dan berjanji perusahaan akan bertanggung jawab terhadap keluarga yang ditinggalkan.

Namun, hasil investigasi polisi di lokasi kejadian justru menunjukkan fakta berbeda.

Berdasarkan olah tempat kejadian perkara (TKP) yang dilakukan oleh tim gabungan dari Puslabfor Bareskrim Polri dan Polres Metro Jakarta Pusat, gedung yang digunakan Terra Drone ternyata hanya memiliki satu pintu keluar-masuk yang terletak di lantai dasar.

Plt Kabid Fiskomfor Puslabfor Bareskrim Polri, Kombes Romylus Tamtelahitu, menyebut bahwa tidak ditemukan jalur evakuasi lain selain pintu utama di lantai satu.

"Jika teman-teman melihat, memang tadi sejak siang atau sore hari, akses hanya satu ya,” kata Kombes Romylus saat diwawancarai.

Kondisi dalam gedung Terra Drone setelah kebakaran
Kondisi dalam gedung Terra Drone setelah kebakaran
Sumber :
  • Julio Trisaputra/tvOnenews

Pernyataan serupa juga disampaikan oleh Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra.

Ia menegaskan, dari hasil pemeriksaan sementara, gedung tersebut hanya memiliki satu lift dan satu jalur tangga utama, tanpa pintu darurat tambahan yang seharusnya menjadi standar keselamatan gedung bertingkat.

“Kita temukan bahwa memang masuk dan keluarnya itu hanya melalui pintu bawah di depan itu saja. Jadi satu lift, dan satu tangga. Kita periksa juga lift-nya, dan beruntung tidak ada korban di dalamnya,” ungkap Roby.

Kondisi inilah yang diduga kuat menjadi penyebab utama banyaknya korban jiwa dalam kebakaran tersebut.

Saat api menjalar cepat dari lantai bawah, para karyawan yang bekerja di lantai atas terjebak tanpa jalur alternatif untuk menyelamatkan diri.

Beberapa bahkan diketahui berusaha mencari cara untuk keluar sebelum ditemukan meninggal karena kehabisan oksigen

Sementara itu, pihak kepolisian juga telah menetapkan Direktur Utama Terra Drone Indonesia, Michael Wisnu Wardhana, sebagai tersangka.

Michael ditangkap oleh Satreskrim Polres Metro Jakarta Pusat di sebuah apartemen di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan.

Penangkapan dilakukan setelah penyidik mengantongi surat perintah resmi dan menemukan indikasi kelalaian dalam aspek keselamatan dan perizinan gedung.

Dari hasil pemeriksaan sementara, polisi menduga bahwa bangunan tersebut tidak memenuhi standar keamanan kerja dan keselamatan kebakaran (K3).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain hanya memiliki satu akses keluar, gedung ruko itu juga diduga mengalami modifikasi fungsi dari izin awal yang tidak sesuai dengan ketentuan bangunan perkantoran bertingkat.

Publik pun kini mempertanyakan tanggung jawab perusahaan, sejumlah keluarga korban juga berharap agar proses hukum berjalan transparan dan keadilan ditegakkan bagi mereka yang kehilangan orang tercinta akibat kelalaian dalam aspek keselamatan gedung. (adk)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Imigrasi Soetta Cegah Keberangkatan 42 Jemaah Ilegal Sejak Awal Musim Haji 2026

Imigrasi Soetta Cegah Keberangkatan 42 Jemaah Ilegal Sejak Awal Musim Haji 2026

Kantor Imigrasi Bandara Soekarno Hatta (Soetta) mencatat sebanyak 42 calon jemaah haji non prosedural telah dicegah keberangkatannya ke Tanah Suci sejak awal masa haji 2026.
Dituding Bhayangkara FC Rasis ke Doumbia, Marc Klok Dibela Eks Rekan Lionel Messi

Dituding Bhayangkara FC Rasis ke Doumbia, Marc Klok Dibela Eks Rekan Lionel Messi

Kasus dugaan rasisme Marc Klok memanas usai laporan Bhayangkara FC. Klok membantah keras dan ungkap kronologi sebenarnya versinya. Eks rekan Messi pasang badan
Usai Kericuhan May Day 2026 di Bandung Disorot Dedi Mulyadi, 6 Perusuh Kini Ditetapkan Tersangka oleh Polda Jabar

Usai Kericuhan May Day 2026 di Bandung Disorot Dedi Mulyadi, 6 Perusuh Kini Ditetapkan Tersangka oleh Polda Jabar

Polisi menetapkan 6 tersangka akibat kerusuhan saat Hari Buruh Internasional (May Day 2026) di Kota Bandung yang disorot Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM).
Kasus Anak Diduga Dicekoki Miras Hingga Dilecehkan di Tangerang, Pelaku Utama Masih Buron

Kasus Anak Diduga Dicekoki Miras Hingga Dilecehkan di Tangerang, Pelaku Utama Masih Buron

Polres Metro Tangerang Kota meningkatkan kasus anak wanita yang diduga dicekoki miras hingga dilecehkan oleh gerombolan pria, di wilayah Cipondoh, Kota Tangerang, dari penyelidikan ke penyidikan.
Peringatan Keras KDM ke Perusahaan Tambang Pabrik Semen di Karawang, Ogah Toleransi jika Abai Aspek Lingkungan

Peringatan Keras KDM ke Perusahaan Tambang Pabrik Semen di Karawang, Ogah Toleransi jika Abai Aspek Lingkungan

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) bertindak tegas jika ada perusahaan tambang batu kapur pabrik semen di Karawang Selatan yang melanggar aturan lingkungan.
Polemik Perlintasan Kereta Ampera Bekasi Dikuasai Ormas, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi: Bagi Saya Itu Tidak Penting

Polemik Perlintasan Kereta Ampera Bekasi Dikuasai Ormas, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi: Bagi Saya Itu Tidak Penting

Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi alias KDM merespons soal lintasan kereta Ampera Bekasi yang diduga dikuasai oleh organisasi masyarakat (ormas).

Trending

Peringatan Keras KDM ke Perusahaan Tambang Pabrik Semen di Karawang, Ogah Toleransi jika Abai Aspek Lingkungan

Peringatan Keras KDM ke Perusahaan Tambang Pabrik Semen di Karawang, Ogah Toleransi jika Abai Aspek Lingkungan

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) bertindak tegas jika ada perusahaan tambang batu kapur pabrik semen di Karawang Selatan yang melanggar aturan lingkungan.
Usai Kericuhan May Day 2026 di Bandung Disorot Dedi Mulyadi, 6 Perusuh Kini Ditetapkan Tersangka oleh Polda Jabar

Usai Kericuhan May Day 2026 di Bandung Disorot Dedi Mulyadi, 6 Perusuh Kini Ditetapkan Tersangka oleh Polda Jabar

Polisi menetapkan 6 tersangka akibat kerusuhan saat Hari Buruh Internasional (May Day 2026) di Kota Bandung yang disorot Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM).
Polemik Perlintasan Kereta Ampera Bekasi Dikuasai Ormas, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi: Bagi Saya Itu Tidak Penting

Polemik Perlintasan Kereta Ampera Bekasi Dikuasai Ormas, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi: Bagi Saya Itu Tidak Penting

Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi alias KDM merespons soal lintasan kereta Ampera Bekasi yang diduga dikuasai oleh organisasi masyarakat (ormas).
Dituding Bhayangkara FC Rasis ke Doumbia, Marc Klok Dibela Eks Rekan Lionel Messi

Dituding Bhayangkara FC Rasis ke Doumbia, Marc Klok Dibela Eks Rekan Lionel Messi

Kasus dugaan rasisme Marc Klok memanas usai laporan Bhayangkara FC. Klok membantah keras dan ungkap kronologi sebenarnya versinya. Eks rekan Messi pasang badan
Kasus Anak Diduga Dicekoki Miras Hingga Dilecehkan di Tangerang, Pelaku Utama Masih Buron

Kasus Anak Diduga Dicekoki Miras Hingga Dilecehkan di Tangerang, Pelaku Utama Masih Buron

Polres Metro Tangerang Kota meningkatkan kasus anak wanita yang diduga dicekoki miras hingga dilecehkan oleh gerombolan pria, di wilayah Cipondoh, Kota Tangerang, dari penyelidikan ke penyidikan.
KDM Geram Perlintasan Kereta Ampera Bekasi Kembali Dikuasai Oknum Ormas, Langsung Telepon Forkopimda Minta Lakukan Ini

KDM Geram Perlintasan Kereta Ampera Bekasi Kembali Dikuasai Oknum Ormas, Langsung Telepon Forkopimda Minta Lakukan Ini

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi kesal lintasan kareta Ampera Bekasi diduga kembali dikuasai oleh oknum Organisasi Masyarakarat (ormas) pasca terjadi kecelakaan
Tak Lama Lagi Eligible Dinaturalisasi, Timnas Indonesia Bisa Diperkuat Raja Assist Eks Kasta Teratas Amerika Selatan, John Herdman Tertarik?

Tak Lama Lagi Eligible Dinaturalisasi, Timnas Indonesia Bisa Diperkuat Raja Assist Eks Kasta Teratas Amerika Selatan, John Herdman Tertarik?

Raja assist eks kasa teratas Amerika Selatan ini berpeluang dinaturalisasi dan bela Timnas Indonesia. Ia tak lama lagi eligible sesuai dengan aturan FIFA.
Selengkapnya

Viral