News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Profil Presiden RI Ke-3 BJ Habibie, Sang Bapak Teknologi

BJ Habibie lahir di Pare-pare, Sulawesi Selatan, 25 Juni 1936. Ia merupakan anak keempat dari pasangan Alwi Abdul Jalil Habibie dan RA Tuti Marini Puspowardojo
Selasa, 10 Mei 2022 - 13:25 WIB
Presiden RI Ke-3 BJ Habibie
Sumber :
  • tim tvOne

Pasca mundurnya Presiden Soeharto pada 21 Mei 1998, nasib Indonesia yang porak poranda diarahkan kepada wakil presiden Indonesia saat itu, Bacharuddin Jusuf Habibie. BJ Habibie kemudian dilantik sebagai presiden ketiga Indonesia dan langsung melakukan reformasi politik.

Namun, masanya menjadi presiden tidaklah lama. Desakan untuk melakukan reformasi terhadap hal yang berkaitan dengan Orde Baru memaksakan pemilu yang semulanya akan diadakan pada 2002, menjadi 20 Oktober 1999, atau sekitar 17 bulan setelah BJ Habibie dilantik.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Diakui sebagai salah satu orang Indonesia paling berpengaruh, menarik untuk mengetahui lebih lanjut bagaimana profil dari BJ Habibie.

Profil Presiden Ke-3 Indonesia, BJ Habibie

BJ Habibie lahir di Pare-pare, Sulawesi Selatan, 25 Juni 1936. Ia merupakan anak keempat dari pasangan Alwi Abdul Jalil Habibie dan RA Tuti Marini Puspowardojo, ayahnya berasal dari etnis Gorontalo, sedangkan ibunya etnis Jawa. Selain itu, ia juga memiliki tujuh saudara kandung.

Marga Habibie ia dapatkan dari ayahnya, Marga tersebut merupakan salah satu marga asli dalam struktur sosial Pohala’a (kerajaan dan kekeluargaan) di Gorontalo. Secara historis, marga ini tercatat berasal dari wilayah Kabila, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo.

Masa kecil dan Pendidikan

Masa kecil Habibie dihabiskan di Pare-pare. Sejak anak-anak, Habibie sudah memiliki sifat tegas dan teguh dalam berprinsip.

Ketika Habibie berusia 14 tahun, Habibie harus rela kehilangan ayahnya karena mengalami serangan jantung. Tak lama berselang, Habibie pindah ke Bandung untuk menuntut ilmu di Gouvernments Middlebare School.Ā 

Di bangku SMA, prestasi Habibie mulai menonjol, terutama dalam ilmu-ilmu eksakta. Habibie kemudian melanjutkan studinya di Fakultas Teknik Universitas Indonesia Bandung (sekarang Institut Teknologi Bandung) dengan bidang studi teknik mesin pada tahun 1954.Ā 

Setelah mendapatkan beasiswa, pada 1955 Habibie melanjutkan studi teknik penerbangan spesialisasi konstruksi pesawat terbang, di Universitas Teknologi Rhein Westfalen Aachen, Ā Jerman. Ia menerima gelar diploma insinyur pada 1960 dan gelar doktor insinyur pada 1965 dengan predikat summa cum laude.

Habibie menikah pada 12 Mei 1962 dengan Hasri Ainun Besari di Bandung. Keduanya dikaruniai dua orang putra yakni Ilham Akbar dan Thareq Kemal.

Perjalanan Karier BJ Habibie

Usai menyelesaikan studinya, Habibie sempat bekerja di Messerschmitt-Bölkow-Blohm, sebuah perusahaan penerbangan yang berpusat di Hamburg, Jerman. 

Kejeniusannya membuat Habibie menjadi seseorang yang dihormati di negara tersebut, dia bahkan dijuluki Mr Crack karena kontribusinya yang amat besar bagi teknologi pesawat terbang global.

Selain itu, namanya juga dijadikan sebagai salah satu nama teorema di bidang termodinamika. Teorema Habibie mampu menyelesaikan persoalan yang sebelumnya memicu kecelakaan pada pesawat terbang.

Kembali ke Indonesia

Pada 1973, Habibie kembali ke Indonesia atas permintaan Presiden Soeharto. Ia kemudian menjabat sebagai Menteri Negara Riset dan Teknologi (Menristek) sejak tahun 1978 sampai Maret 1998. Gebrakan Habibie saat menjabat menjadi Menristek terkenal dengan pengimplementasian ā€œVisi Indonesiaā€.

Gebrakan-gebrakan Indonesia dalam ā€œVisi Indonesiaā€ bertumpu pada riset dan teknologi, khususnya dalam industri strategis yang dikelola PT IPTN, PT Pindad, dan PT PAL. Target yang diinginkan adalah Indonesia sebagai negara agraris dapat menjadi negara industri dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Menjadi Presiden

Lonjakan terjadi dalam karier Habibie pada tahun 1998, ia resmi diangkat sebagai Presiden Republik Indonesia, setelah sebelumnya menjabat sebagai wakil presiden dalam Kabinet Pembangunan VIII dibawah Presiden Soeharto.

Pada saat menjadi presiden, Habibie melakukan reformasi politik. Pada Februari 1999, Habibie mengesahkan Undang-Undang Partai Politik yang mencabut pembatasan jumlah partai politik yang bertarung di politik praktis.

Parpol juga tidak diwajibkan berideologi Pancasila, hal inilah yang membuat partai politik bermunculan dan 48 diantaranya akan bersaing dalam pemilihan legislatif 1999.

Selanjutnya pada Mei 1999, pemerintahan Habibie mengesahkan Undang-Undang Otonomi Daerah yang merupakan langkah pertama dalam desentralisasi pemerintahan Indonesia dan berkemungkinan membuat provinsi-provinsi lebih berperan dalam mengatur daerahnya. Selain itu, pers Ā lebih dibebaskan dalam pemerintahan Habibie.

Kemudian, Pada era Habibie tercipta pemilihan bebas pertama sejak pemilu legislatif 1955. Pemilu ini diawasi lembaga independen Komisi Pemilihan Umum (KPU), bukan komisi pemilihan yang diisi oleh menteri-menteri pemerintah seperti pada masa Orde Baru.

Selain itu, Habibie juga menyerukan referendum untuk menentukan masa depan Timor Timur. Pada 30 Agustus 1999, penduduk Timor Timur memilih untuk merdeka dan menjadi Timor Leste hingga sekarang.Ā 

Namun, sayangnya Presiden Habibie hanya menjabat selama 1 tahun 2 bulan karena desakan untuk melakukan reformasi terhadap hal yang berkaitan dengan Orde Baru, Habibie dituntut mundur oleh mahasiswa karena dianggap tidak dapat menjalankan amanah reformasi.

Akhirnya, pada Sidang Istimewa MPR 13 November 1999, pidato pertanggungjawaban Habibie ditolak oleh MPR. Masa kepresidenannya pun berakhir.

Kisah Hidup Inspiratif

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain terkenal akan kecerdasannya, Habibie juga terkenal akan kisah hidupnya yang inspiratif melalui kisah cintanya dengan Ainun. Kisah hidup mereka pun sempat diabadikan dalam sebuah film ā€œHabibie & Ainunā€ pada 2012 yang diadaptasi dari buku karya BJ Habibie sendiri.

Film tersebut termasuk salah satu yang tersukses dalam kancah perfilman Indonesia dan mampu membuat masyarakat Indonesia terinspirasi dari kisah hidup Habibie dan Ainun. (mg3/ito)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Keputusan Tinggal di Tangan Bojan Hodak, Persib Beri Tawaran Menarik untuk Perpanjang Kontrak Pelatih

Keputusan Tinggal di Tangan Bojan Hodak, Persib Beri Tawaran Menarik untuk Perpanjang Kontrak Pelatih

Kontrak Bojan Hodak bersama Persib Bandung akan selesai pada akhir musim 2025-2026 mendatang.
Bahlil Lebih Pilih Tarik Pajak Nikel daripada Naikkan Harga BBM Subsidi

Bahlil Lebih Pilih Tarik Pajak Nikel daripada Naikkan Harga BBM Subsidi

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengaku mengusulkan kepada Presiden Prabowo Subianto untuk tidak menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi.
Azizah Salsa Maafkan Bigmo dan Resbob Soal Pencemaran Nama Baiknya, Bareskrim Polri Bilang Begini

Azizah Salsa Maafkan Bigmo dan Resbob Soal Pencemaran Nama Baiknya, Bareskrim Polri Bilang Begini

Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri buka suara soal kelanjutan pelayangan laporan pencemaran nama baik Azizah Salsa usai dirinya melakukan pertemuan dengan Youtuber, Muhammad Jannah alias Bigmo dan memaafkan perbuatannya.
Wiljan Pluim Bongkar Alasan Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia Simpan Paspor Ganda, Ternyata Cuma Demi Uang

Wiljan Pluim Bongkar Alasan Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia Simpan Paspor Ganda, Ternyata Cuma Demi Uang

Wiljan Pluim mengungkap alasan pemain naturalisasi Timnas Indonesia diduga mempertahankan paspor ganda. Ia menyinggung kontrak besar di klub
Kadin Tolak Wacana Penahanan Restitusi Pajak, Dunia Usaha Butuh Kepastian di Tengah Tekanan Global

Kadin Tolak Wacana Penahanan Restitusi Pajak, Dunia Usaha Butuh Kepastian di Tengah Tekanan Global

Waketum Kadin Indonesia Bidang Perindustrian Saleh Husin menegaskan, pelaku usaha membutuhkan kepastian kebijakan, bukan tambahan ketidakpastian yang berpotensi mengganggu iklim investasi.
Mendagri Tito dan Jajaran Lengkap Ikuti Rapat Kerja Pemerintah

Mendagri Tito dan Jajaran Lengkap Ikuti Rapat Kerja Pemerintah

Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian menghadiri Rapat Kerja Pemerintah yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (8/4/2026).

Trending

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Profil Ida Hamidah Kepala Samsat Soekarno-Hatta yang Dicopot Dedi Mulyadi, Ternyata Punya Prestasi Mentereng

Profil Ida Hamidah Kepala Samsat Soekarno-Hatta yang Dicopot Dedi Mulyadi, Ternyata Punya Prestasi Mentereng

Siapa sosok Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Kota Bandung yang dinonaktifkan sementara oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi? Simak profil Ida Hamidah berikut ini.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Media Vietnam Soroti Proses Calon Naturalisasi Timnas Indonesia Luke Vickery: Generasi Baru dengan Pengalaman A-League

Media Vietnam Soroti Proses Calon Naturalisasi Timnas Indonesia Luke Vickery: Generasi Baru dengan Pengalaman A-League

Salah satu nama yang akhir-akhir ini santer dikabarkan akan menjadi pemain naturalisasi dan amunisi baru John Herdman di Timnas Indonesia adalah Luke Vickery.
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Media Vietnam Sebut Timnas Indonesia Tak Bakal Bisa Kalahkan The Golden Warriors di Piala AFF 2026

Media Vietnam Sebut Timnas Indonesia Tak Bakal Bisa Kalahkan The Golden Warriors di Piala AFF 2026

Kondisi Timnas Indonesia yang diprediksi akan tanpa kekuatan penuh di Piala AFF 2026, dinilaiĀ oleh media Vietnam sebagai angin segar bagi skuad Kim Sang-sik.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Selengkapnya

Viral