News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

KPK Koordinasi dengan Kejaksaan Buru Kasi Datun Kejari HSU yang Kabur saat OTT

KPK akan koordinasi dengan Kejaksaan untuk memburu Kasi Datun Kejari HSU Tri Taruna Fariadi yang kabur saat OTT kasus pemerasan.
Sabtu, 20 Desember 2025 - 08:24 WIB
Ilustrasi Gedung KPK.
Sumber :
  • Antara

Jakarta, tvOnenews.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan akan berkoordinasi dengan Kejaksaan untuk mencari keberadaan Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara (Kasi Datun) Kejaksaan Negeri Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan, Tri Taruna Fariadi (TAR). Tri Taruna diketahui kabur saat operasi tangkap tangan (OTT) yang digelar KPK pada pertengahan Desember 2025.

Pelaksana Tugas Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu mengatakan, koordinasi dilakukan secara berjenjang dengan institusi Kejaksaan, mengingat Tri Taruna merupakan aparat penegak hukum yang bertugas di lingkungan kejaksaan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Tentunya kami akan berkoordinasi dengan instansi yang bersangkutan secara berjenjang. Karena yang bersangkutan berada di Hulu Sungai Utara, maka kami akan berkoordinasi dengan atasan langsungnya, yaitu Kejaksaan Tinggi,” ujar Asep di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Sabtu (20/12/2025).

Selain berkoordinasi dengan Kejaksaan, KPK juga melakukan penelusuran melalui pihak keluarga dan lingkungan terdekat Tri Taruna. Menurut Asep, langkah tersebut lazim dilakukan untuk mengetahui pergerakan seseorang yang melarikan diri.

“Kami juga melakukan pencarian melalui keluarganya. Biasanya orang yang melarikan diri akan menuju ke kerabat, kenalan, atau pihak-pihak terdekatnya,” jelas Asep.

Berpeluang Masuk Daftar Pencarian Orang

KPK menegaskan pencarian terhadap Tri Taruna Fariadi akan terus dilakukan. Apabila dalam waktu tertentu keberadaannya belum juga diketahui, lembaga antirasuah tersebut tidak menutup kemungkinan akan menerbitkan status daftar pencarian orang (DPO).

“Nanti akan kami terbitkan DPO apabila upaya pencarian yang saat ini dilakukan tidak membuahkan hasil dan yang bersangkutan belum ditemukan,” tegas Asep.

Penerbitan DPO menjadi langkah lanjutan KPK untuk memastikan proses penegakan hukum tetap berjalan dan tersangka dapat segera dimintai pertanggungjawaban secara hukum.

Kronologi OTT KPK di Hulu Sungai Utara

Kasus ini bermula dari operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK di Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan, pada 18 Desember 2025. OTT tersebut menjadi operasi kesebelas yang digelar KPK sepanjang tahun 2025.

Sehari setelah OTT, tepatnya pada 19 Desember 2025, KPK mengumumkan telah mengamankan enam orang dalam operasi tersebut. Sejumlah pejabat Kejaksaan Negeri Hulu Sungai Utara turut terjaring, termasuk Kepala Kejari Hulu Sungai Utara Albertinus Parlinggoman Napitupulu dan Kepala Seksi Intelijen Kejari HSU Asis Budianto.

Dalam operasi itu, KPK juga menyita uang tunai senilai ratusan juta rupiah yang diduga berkaitan dengan praktik pemerasan. Uang tersebut kini dijadikan barang bukti untuk mendalami aliran dana dan peran masing-masing pihak yang terlibat.

Tiga Tersangka, Satu Masih Buron

Pada 20 Desember 2025, KPK secara resmi menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi berupa pemerasan dalam proses penegakan hukum di Kejaksaan Negeri Hulu Sungai Utara untuk tahun anggaran 2025–2026.

Ketiga tersangka tersebut adalah:

  • Albertinus Parlinggoman Napitupulu (APN), Kepala Kejari Hulu Sungai Utara

  • Asis Budianto (ASB), Kasi Intelijen Kejari Hulu Sungai Utara

  • Tri Taruna Fariadi (TAR), Kasi Datun Kejari Hulu Sungai Utara

Namun, dari ketiga tersangka tersebut, baru Albertinus Napitupulu dan Asis Budianto yang berhasil ditahan KPK. Sementara Tri Taruna Fariadi hingga kini belum berhasil diamankan karena melarikan diri saat OTT berlangsung.

KPK Tegaskan Komitmen Penegakan Hukum

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

KPK menegaskan tidak akan berhenti melakukan pengejaran terhadap Tri Taruna. Lembaga antirasuah itu memastikan seluruh pihak yang terlibat akan dimintai pertanggungjawaban hukum tanpa pandang bulu, termasuk aparat penegak hukum.

Kasus ini kembali menjadi sorotan publik karena melibatkan oknum kejaksaan yang seharusnya berada di garis depan penegakan hukum. KPK berharap dukungan dari berbagai pihak, termasuk institusi terkait dan masyarakat, agar proses pencarian dan penegakan hukum dapat berjalan efektif. (ant/nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Prakiraan Cuaca 10 Oktober 2026, BMKG Sebut DKI Jakarta Berawan Berpotensi Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca 10 Oktober 2026, BMKG Sebut DKI Jakarta Berawan Berpotensi Hujan Ringan

Warga Jakarta perlu tahu nih, prakiraan cuaca hari ini untuk DKI Jakarta dan sekitarnya. Tetaplah waspada dan pantau informasi BMKG.
Selamat Berbahagia! 5 Zodiak Paling Beruntung pada 11 Oktober 2026, Ada Peluang Rezeki dan Kabar Baik!

Selamat Berbahagia! 5 Zodiak Paling Beruntung pada 11 Oktober 2026, Ada Peluang Rezeki dan Kabar Baik!

Berikut 5 zodiak yang diprediksi paling beruntung pada 11 Oktober 2026, ada peluang rezeki hingga kabar baik datang menghampiri. Zodiakmu termasuk?
Jadwal MotoGP Indonesia 2026, Sabtu 10 Oktober: Misi Marc Marquez Akhiri Mimpi Buruk di Sirkuit Mandalika

Jadwal MotoGP Indonesia 2026, Sabtu 10 Oktober: Misi Marc Marquez Akhiri Mimpi Buruk di Sirkuit Mandalika

Jadwal MotoGP Indonesia 2026 yang kini memasuki hari kedua di Sirkuit Mandalika, Sabtu (10/10/2026) dimana akan tersaji sesi kualifikasi dan juga Sprint Race.
Guru Pesantren di Bekasi Jadi Tersangka Kekerasan Seksual Puluhan Santri, Petugas Keamanan Diduga Ikut Terlibat

Guru Pesantren di Bekasi Jadi Tersangka Kekerasan Seksual Puluhan Santri, Petugas Keamanan Diduga Ikut Terlibat

Seorang guru di salah satu pondok pesantren di Bekasi ditetapkan sebagai tersangka kekerasan seksual terhadap santriwati. Tiga orang lainnya diduga terlibat dalam kasus ini. Salah satunya merupakan petugas keamanan pesantren.
Lansia Sengaja Tabrakan Diri ke Mobil Melintas di Jakarta Utara Ditangkap, Dalih Ingin Dapat Uang "Tanggung Jawab" untuk Usaha Kopi Keliling

Lansia Sengaja Tabrakan Diri ke Mobil Melintas di Jakarta Utara Ditangkap, Dalih Ingin Dapat Uang "Tanggung Jawab" untuk Usaha Kopi Keliling

Lansia yang sering menabrakkan dirinya ke mobil yang melintas di Penjaringan, Jakarta Utara, akhirnya berhasil ditangkap. Modusnya berjalan kaki melintasi jalan raya dan menabrakkan dirinya untuk mencari keuntungan pribadi.
Bukan Cuma Taisei Marukawa, 4 Pemain Ini Masih Tunggu Naturalisasi Timnas Indonesia

Bukan Cuma Taisei Marukawa, 4 Pemain Ini Masih Tunggu Naturalisasi Timnas Indonesia

Gelombang ketertarikan pemain asing untuk mengenakan seragam kebanggaan Timnas Indonesia kian tak terbendung. Sebanyak empat pemain top yang berkarier di kompet

Trending

Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif

Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif

Masyarakat juga perlu mengubah cara pandang terhadap anak berkebutuhan khusus. Mereka bukan sekadar penerima bantuan atau objek belas kasihan
3 Fakta soal Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung

3 Fakta soal Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung

Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya rekaman video asusila berdurasi 13 menit yang menyeret nama salah satu institusi pendidikan kesehatan terkemuka
Viral Tsunami 60 Meter Akibat Erupsi Anak Krakatau, Badan Geologi Bongkar Fakta Video TikTok yang Bikin Resah

Viral Tsunami 60 Meter Akibat Erupsi Anak Krakatau, Badan Geologi Bongkar Fakta Video TikTok yang Bikin Resah

Viral kabar tsunami 60 meter akibat erupsi Gunung Anak Krakatau dipastikan hoaks oleh Badan Geologi. Simak fakta erupsi, status Waspada, dan radius aman
Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung Viral, Pihak Kampus Ungkap Fakta Ini

Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung Viral, Pihak Kampus Ungkap Fakta Ini

Viral video asusila berdurasi 13 menit diduga memakai atribut Poltekkes Bandung. Pihak kampus membantah pemeran dalam rekaman merupakan mahasiswinya.
Imbas Kekalahan Aneh 6-0 dari Malaysia Masih Terasa, PSSI-nya Singapura Banjir Kritik Usai Umumkan FIFA Matchday Lawan Brasil

Imbas Kekalahan Aneh 6-0 dari Malaysia Masih Terasa, PSSI-nya Singapura Banjir Kritik Usai Umumkan FIFA Matchday Lawan Brasil

Federasi Sepak Bola Singapura (FAS) menuai kritik setelah mengumumkan laga persahabatan melawan Brasil dan Paraguay pada November 2026.
Viral Video Asusila 13 Menit, Siapa Pemerannya? Waspada Link Palsu Berujung Phishing

Viral Video Asusila 13 Menit, Siapa Pemerannya? Waspada Link Palsu Berujung Phishing

Video asusila berdurasi 13 menit yang dikaitkan dengan seragam Poltekkes Bandung viral di media sosial. Siapa pemerannya? Simak klarifikasi kampus dan cara
Laba Bersih Meningkat, Jasaraharja Putera Diganjar Penghargaan

Laba Bersih Meningkat, Jasaraharja Putera Diganjar Penghargaan

PT Jasaraharja Putera membukukan laba bersih sekitar Rp234,49 miliar pada kinerja keuangan tahun 2025.
Selengkapnya

Viral