GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Anggaran Perumahan Tembus Rp10 Triliun, Program Bedah Rumah Digeber hingga 400 Ribu Unit pada 2026

Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tancap gas memperkuat sektor perumahan dengan menaikkan anggaran hingga lebih dari Rp10 triliun pada 2026.
Minggu, 21 Desember 2025 - 09:33 WIB
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait
Sumber :
  • Tim tvOnenews/Abdul Gani Siregar

Serang, tvOnenews.com — Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tancap gas memperkuat sektor perumahan dengan menaikkan anggaran hingga lebih dari Rp10 triliun pada 2026. 

Lonjakan anggaran tersebut difokuskan untuk memperluas program bedah rumah secara masif, menyasar masyarakat yang masih tinggal di rumah tidak layak huni.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait (Ara), mengungkapkan jumlah program bedah rumah akan melonjak tajam dari sekitar 45 ribu unit menjadi 400 ribu unit pada 2026. Peningkatan itu disebut sebagai lompatan delapan kali lipat dibanding tahun berjalan.

Hal ini disampaikan Ara, saat menghadiri acara akad massal 50.030 KPR FLPP dan serah terima kunci di Perumahan Pondok Banten Indah, Kota Serang, Sabtu (20/12/2025).

“Tahun ini hanya 45 ribu, tahun depan 40 ribu. Naiknya delapan kali lipat,” kata Ara, dikutip Minggu (21/12/2025).

Ara menjelaskan, kenaikan drastis tersebut didukung peningkatan anggaran Kementerian PKP dari sekitar Rp5 triliun pada 2025 menjadi lebih dari Rp10 triliun pada 2026, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Dari total anggaran tersebut, sebagian besar dialokasikan langsung untuk kepentingan rakyat.

“80 persen anggaran kami buat rakyat melalui program bedah rumah,” ujar Ara.

Ia membeberkan, saat ini Indonesia masih menghadapi persoalan besar di sektor perumahan. Data Kementerian PKP mencatat, jumlah rumah tidak layak huni (RTLH) mencapai 26,9 juta unit. Kondisi itu diperparah dengan belum meratanya program bedah rumah di berbagai daerah.

“Tahun ini ada 222 kabupaten/kota yang tidak ada program Bedah Rumah. Bahkan dalam lima tahun terakhir, ada 22 kabupaten yang tidak pernah mendapatkannya,” tutur Ara.

Fakta tersebut menjadi dasar utama pemerintah untuk menggenjot anggaran perumahan dan memperluas jangkauan program bedah rumah pada 2026. Dengan dukungan anggaran yang lebih besar, pemerintah menargetkan percepatan perbaikan kualitas hunian masyarakat secara merata.

“Terima kasih bapak presiden. Kami tidak punya pilihan selain bekerja sangat keras,” ucap Ara.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah merupakan salah satu program strategis pemerintah untuk menekan jumlah masyarakat yang tinggal di rumah tidak layak huni. 

Program ini menjadi andalan kebijakan perumahan nasional dan memiliki payung hukum melalui Peraturan Menteri PKP Nomor 10 Tahun 2025 tentang Pelaksanaan Bantuan Pembangunan Perumahan dan Penyediaan Rumah Khusus. (agr/ree)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Segera Comeback ke Ring Tinju, Floyd Mayweather Sesumbar Incar Banyak Rekor: Saya Masih Memiliki..

Segera Comeback ke Ring Tinju, Floyd Mayweather Sesumbar Incar Banyak Rekor: Saya Masih Memiliki..

Floyd Mayweather yang mengoleksi gelar juara dunia di lima divisi berbeda yakni bulu super, ringan, super ringan, welter, dan welter super menegaskan ambisinya di ring tinju belum padam.
Mabes Polri Memohon Maaf Atas Tewasnya Pelajar di Maluku Akibat Dianiaya Anggota Brimob

Mabes Polri Memohon Maaf Atas Tewasnya Pelajar di Maluku Akibat Dianiaya Anggota Brimob

Mabes Polri angkat bicara soal oknum Brimob, Bripka Masias Siahaya yang melakukan penganiayaan terhadap seorang pelajar berisial AT di Maluku.
Blak-blakan di Media Belanda! Patrick Kluivert Akui Kegagalan Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2026, Tapi

Blak-blakan di Media Belanda! Patrick Kluivert Akui Kegagalan Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2026, Tapi

Di depan media Belanda, Patrick Kluivert berbicara jujur tentang kegagalannya membawa Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2026. Meski mengakui hasil akhirnya tak sesua
Usai Jadi Tersangka, Anggota Brimob yang Aniaya Pelajar Hingga Tewas Jalani Pemeriksaan Etik

Usai Jadi Tersangka, Anggota Brimob yang Aniaya Pelajar Hingga Tewas Jalani Pemeriksaan Etik

Masias terbukti telah menganiaya dua pelajar yakni AT (14) dan NK (15). Salah satu diantaranya meninggal dunia dengan pendarahan dibagian kepala.
Tolak Gaji Besar dari Yamaha, Francesco Bagnaia Dikabarkan Mendekat ke Aprilia karena Lebih Kompetitif

Tolak Gaji Besar dari Yamaha, Francesco Bagnaia Dikabarkan Mendekat ke Aprilia karena Lebih Kompetitif

Francesco Bagnaia dikabarkan lebih memilih gabung Aprilia meski ada tawaran besar dari Yamaha.
Cerita Unik Owner Persik Arthur Irawan Soal Karakter Rohit Chand: Tolak Fasilitas Mobil, Pilih Pakai Motor dari Kediri ke Surabaya

Cerita Unik Owner Persik Arthur Irawan Soal Karakter Rohit Chand: Tolak Fasilitas Mobil, Pilih Pakai Motor dari Kediri ke Surabaya

Pemilik Persik Kediri Arthur Irawan membagikan cerita unik soal pemainnya sekaligus rekan setim di Persija Jakarta Rohit Chand sebagai sosok yang sederhana.

Trending

Sadis, Anggota Brimob di Maluku Diduga Aniaya Siswa MTsN Hingga Tewas Bersimbah Darah, DPR RI Sebut Arogansi Aparat

Sadis, Anggota Brimob di Maluku Diduga Aniaya Siswa MTsN Hingga Tewas Bersimbah Darah, DPR RI Sebut Arogansi Aparat

Viral di media sosial terkait tewasnya seorang siswa MTsN di Maluku Tenggara (Malra) bernama Arianto Tawakal (14) dengan kondisi kepala bersimbah darah.
Detik-detik Mengerikan Siswa di Tual Tewas Diduga Dianiaya Anggota Brimob Polda Maluku

Detik-detik Mengerikan Siswa di Tual Tewas Diduga Dianiaya Anggota Brimob Polda Maluku

Baru-baru ini beredar kabar detik-detik mengerikan seorang siswa di Tual tewas diduga dianiaya anggota Brimob. Sontak, insiden ini menuai komentar netizen di
PSSI Gigit Jari, Pemain yang Tolak Mentah-mentah Dinaturalisasi untuk Timnas Indonesia Ini Jadi Pembelian Terbaik Sepanjang Sejarah Klub Inggris

PSSI Gigit Jari, Pemain yang Tolak Mentah-mentah Dinaturalisasi untuk Timnas Indonesia Ini Jadi Pembelian Terbaik Sepanjang Sejarah Klub Inggris

PSSI berpotensi menyesal setelah Pascal Struijk menolak naturalisasi untuk perkuat Timnas Indonesia. Bek Leeds United itu kini jadi transfer terbaik klubnya.
Ketua BEM UGM Surati UNICEF Minta MBG Dihentikan, Pigai: Itu Menentang HAM

Ketua BEM UGM Surati UNICEF Minta MBG Dihentikan, Pigai: Itu Menentang HAM

Langkah BEM UGM yang menyurati United Nations International Children’s Emergency Fund (UNICEF) dan meminta MBG dihentikan menuai respons keras dari Menteri HAM
Media Italia Tak Habis Pikir dengan Jay Idzes, Kapten Timnas Indonesia Itu Tampil Nyaris Sempurna Bareng Sassuolo

Media Italia Tak Habis Pikir dengan Jay Idzes, Kapten Timnas Indonesia Itu Tampil Nyaris Sempurna Bareng Sassuolo

Media Italia dibuat takjub dengan penampilan Jay Idzes saat Sassuolo menang 3-0 atas Hellas Verona. Kapten Timnas Indonesia itu tampil nyaris sempurna dan jadi kunci clean sheet Neroverdi.
Top 3 Timnas Indonesia: Taisei Marukawa Bela Skuad Garuda, 3 Pemain Jalani Naturalisasi, hingga Pemain Tolak Dinaturaliasi Kini Jadi Pembelian Terbaik Klub Inggris

Top 3 Timnas Indonesia: Taisei Marukawa Bela Skuad Garuda, 3 Pemain Jalani Naturalisasi, hingga Pemain Tolak Dinaturaliasi Kini Jadi Pembelian Terbaik Klub Inggris

Jelang FIFA Series 2026, Timnas Indonesia disibukkan dengan perburuan talenta melalui jalur naturalisasi. Simak rangkuman tiga berita terpopuler berikut ini.
Bukan Orang Sembarangan, Ini Sosok Dwi Sasetyaningtyas Alumni LPDP yang Viral Singgung Anaknya Bukan WNI

Bukan Orang Sembarangan, Ini Sosok Dwi Sasetyaningtyas Alumni LPDP yang Viral Singgung Anaknya Bukan WNI

Jagat media sosial heboh usai viralnya sebuah video yang melihatkan alumni penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Dwi Sasetyaningtyas atau Tyas.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT