Kematian Anak Gajah Sumatera Akibat Infeksi EEHV, Kemenhut Gandeng Rumah Sakit Gajah Terbesar Dunia dari India
- dok. Kemenhut
“Sehingga untuk mencegah itu, kita perlu ada pengetahuan yang cukup. Perlu ada keterampilan yang cukup. Kita bekerjasama dengan mitra kita dari luar negeri untuk datang bersama-sama. Membuat peaceline data untuk Gajah yang ada di sini, lalu juga tentu capacity building untuk mahut (pawang gajah) ya,” jelasnya.
Meski dimulai dari TWA Buluh Cina, program pencegahan EEHV ini dirancang menjangkau seluruh kantong habitat dan pusat konservasi gajah, termasuk Taman Nasional Tesso Nilo, Sebanga, Way Kambas, serta lokasi lainnya.
Sementara itu, CEO Fauna Land Indonesia, Danny Gunalen, menegaskan kesiapan pihaknya mendukung penuh langkah pemerintah sebagai mitra resmi Vantara di Indonesia.
“Kami dari Fauna Land bisa membantu kementerian untuk mensurvey gajah di TWA Buluh Cina ini. Kebetulan kami bermitra dengan Vantara dari India. Mereka adalah salah satu rescue center Gajah terbesar di dunia, dan memiliki rumah sakit Gajah terbesar di dunia,” kata Danny.
Ia menambahkan, tim dokter gajah dari India telah melakukan diagnosis awal dan kajian menyeluruh terhadap kondisi kesehatan serta kesejahteraan gajah, khususnya pascakejadian wabah herpes.
“Mereka ada dokter-dokter ahli yang sekarang ini ikut mensurvei lokasi ini yang di mana beberapa waktu lalu terjadi outbreak penyakit Herpes, kami sudah melihat mendiagnosa, mempelajari kondisi dan wellfare Gajah ini, dan kami akan melakukan langkah-langkah berikutnya, preventif measurement dari medis dan akan berkala ini. Kami terapkan supaya menghindari terjadi kematian lagi,” ujarnya.
Kolaborasi lintas negara ini diharapkan menjadi tonggak baru penanganan kesehatan gajah Sumatera, dengan pendekatan berbasis data, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta pencegahan dini untuk menyelamatkan spesies kunci yang kian terancam. (agr/muu)
Load more