Hilirisasi Susu Nasional Digeber dari Madiun, PSN Kandangan Siap Impor 20 Ribu Sapi Perah Unggulan AS
- Istimewa
Jakarta, tvOnenews.com - Proyek Strategis Nasional (PSN) PT Perkebunan Kandangan Madiun tancap gas mempersiapkan realisasi hilirisasi susu nasional.
Pemerintah melalui Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas memberi dukungan aktif terhadap proyek yang digadang-gadang menjadi fondasi kemandirian susu Indonesia.
Penguatan dukungan tersebut dibahas dalam pertemuan daring antara manajemen PT Perkebunan Kandangan Madiun PSN dan Bappenas.
Pertemuan ini menyoroti kesiapan perusahaan untuk masuk dalam program peningkatan produksi susu nasional yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.
Direktur PT Perkebunan Kandangan Madiun PSN, Roberto Hendrikson, menyampaikan bahwa perusahaan siap menjadi tulang punggung penyediaan susu nasional melalui pengembangan sapi perah unggulan.
“Di pertemuan daring itu, saya menyampaikan beberapa hal tentang kesiapan dukungan PT Perkebunan Kandangan Madiun PSN terhadap program peningkatan produksi susu. Di antaranya kesanggupan penyediaan susu yang diproduksi dari sapi perah unggulan jenis F1 yang kami impor dari Amerika Serikat,” ujar Roberto, dalam keterangan tertulis, Rabu (24/12/2025).
Roberto menjelaskan, kawasan Madiun diproyeksikan menjadi pusat produksi susu berbasis sapi perah F1 yang dikembangkan secara terintegrasi.
Seluruh rantai produksi, mulai dari budidaya hingga pengolahan susu, akan dilakukan dalam satu kawasan terpadu yang dirancang sebagai model peternakan modern terbesar di Indonesia.
“Pengembangan dilakukan mulai dari budidaya sapi perah hingga pengolahan susu dalam satu kawasan terpadu,” kata Roberto.
Pada tahap awal, perusahaan akan mendatangkan sapi perah F1 dari Amerika Serikat. Sapi ini dikenal memiliki produktivitas tinggi dengan produksi susu mencapai 45–55 liter per sekali perah, jauh melampaui rata-rata sapi lokal yang hanya sekitar 18 liter.
Dengan masa laktasi 280–300 hari, sapi F1 dinilai mampu menopang kebutuhan susu dalam skala besar dan berkelanjutan.
Pasokan susu dari proyek ini juga diproyeksikan mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang membutuhkan ketersediaan susu stabil dalam jangka panjang.
Di sisi hulu, Roberto mengakui tantangan terbesar terletak pada ketersediaan pakan berkualitas, terutama jagung dan hijauan.
Untuk menjawab tantangan tersebut, perusahaan menyiapkan skema kemitraan dengan petani lokal.
“Kami ingin petani lokal terlibat langsung. Mereka memasok jagung untuk pakan sapi. Peternakan berjalan, pertanian juga ikut berkembang,” ujarnya.
Selama ini, sebagian besar kebutuhan susu nasional masih bergantung pada impor bahan baku, sehingga industri pengolahan susu domestik belum berkembang optimal.
Melalui PSN ini, PT Perkebunan Kandangan Madiun menargetkan hilirisasi penuh, dari produksi, pengolahan, hingga distribusi susu dalam satu ekosistem industri.
“Selama ini susu diimpor dulu baru diolah di Indonesia. Dengan model ini, seluruh proses dilakukan di dalam negeri dan langsung disalurkan untuk MBG maupun pasar bebas,” tegas Roberto.
Perusahaan menargetkan kepemilikan 20.000 ekor sapi perah F1 pada 2026. Pengiriman akan dilakukan bertahap, masing-masing 5.000 ekor.
Seluruh fasilitas peternakan dirancang mengikuti standar internasional, termasuk pengaturan sirkulasi udara, suhu ideal, serta ketersediaan air bersih.
Roberto optimistis proyek ini akan memperkuat kemandirian susu nasional sekaligus sejalan dengan visi Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, yang menargetkan provinsinya sebagai pemasok utama susu nasional.
Gubernur Khofifah sebelumnya menyatakan keyakinannya bahwa Jawa Timur mampu meningkatkan produksi susu nasional secara signifikan melalui pemanfaatan bibit sapi perah unggulan.
“Dengan bibit sapi perah yang memiliki genetik unggul, produksi yang sebelumnya 12–15 liter bisa meningkat menjadi 20–25 liter per hari. Harapannya, impor susu yang saat ini masih sekitar 65 persen bisa dikurangi,” ujar Khofifah.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) RI tahun 2025 mencatat produksi susu segar Jawa Timur mencapai 468.712 ton per tahun atau sekitar 58 persen dari total produksi nasional sebesar 808.352 ton per tahun.
Selain memenuhi kebutuhan domestik, Jawa Timur juga dinilai memiliki peluang ekspor, terutama produk olahan seperti keju berbahan susu organik untuk pasar Eropa.
Dengan dukungan Bappenas serta keterlibatan sektor hulu dan hilir, PSN PT Perkebunan Kandangan Madiun diproyeksikan menjadi salah satu motor utama hilirisasi susu nasional berbasis di Jawa Timur. (agr/muu)
Load more