News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Ancaman Banjir di Aceh Tamiang Semakin Singkat Waktunya, FKL Ingatkan Seluruh Pihak Gerak Cepat Antisipasi

Forum Konservasi Leuser (FKL) meminta keseriusan seluruh pihak dalam mengantisipas ancaman banjir yang menghantui kawasan Aceh Tamiang, Provinsi Aceh.
Sabtu, 27 Desember 2025 - 02:00 WIB
Ancaman Banjir di Aceh Tamiang Semakin Singkat Waktunya, FKL Ingatkan Seluruh Pihak Gerak Cepat Antisipasi
Sumber :
  • Antara

Jakarta, tvOnenews,com - Forum Konservasi Leuser (FKL) meminta keseriusan seluruh pihak dalam mengantisipas ancaman banjir yang menghantui kawasan Aceh Tamiang, Provinsi Aceh.

FKL melihat tren banjir di Aceh Tamiang, Provinsi Aceh semakin cepat, bahkan hampir menyerupai Asia Tenggara yang sekarang siklusnya sudah tiga tahun sekali, sehingga perlu diantisipasi secara serius kerusakannya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kalau kita lihat trend-nya itu banjir di Tamiang ini kan, sudah semakin singkat. Biasa regulernya 10 tahun sekali. Ini sekarang 2022, 2023 kemudian 2025 banjir. Itu ada kerusakan yang harus kita antisipasi," kata Senior Advisor FKL, Rudi Putra di Aceh Tamiang, Jumat.

Pernyataan itu disampaikan Rudi Putra dalam kegiatan refleksi satu bulan pascabanjir bandang Aceh Tamiang dengan tema: "Menelusuri Penyebab Bencana Alam Aceh Tamiang yang Terus Berulang", di Aceh Tamiang.

Rudi menyampaikan, jika pemerintah dan sipil di Aceh Tamiang masih tidak mau menjaga hutan dan sungainya, maka tiga tahun lagi daerah tersebut bakal kembali menghadapi bencana serupa.

"Perlu ada perubahan yang radikal yang kita lakukan, pertama itu kita bukan lagi menjaga hutan, tapi harus merestorasi hutan, itu wajib kalau ada hutan rusak," ujarnya.

Perubahan radikal yang dimaksud Rudi Putra, salah satunya tidak boleh ada lagi tanaman kelapa sawit dalam kawasan hutan. Baik kebun sawit ilegal, perusahaan maupun perorangan, semua harus direstorasi.

"Jadi tidak ada lagi istilah memanfaatkan kebun sawit yang ada dalam hutan, tidak boleh," katanya.

Selain itu, lanjut Rudi, sempadan sungai juga harus dijaga. Mengingat saat ini marak tegakkan sawit ditanam di sepanjang DAS. Maka, wajib dipulihkan, jika tidak masa air akan terus meningkat.

"Apakah kita akan mengatur zonasi ya, karena secara peraturan sebenarnya 100 meter kiri-kanan sungai itu harus steril tidak boleh ada pembangunan, aktivitas tambang dan kebun sawit tidak boleh, jadi ini yang harus diketahui," ujarnya.

Menurutnya, upaya menormalisasi sungai juga bukan solusi mengatasi banjir di Aceh Tamiang. Malah sebaliknya, bisa meningkatkan banjir di tempat-tempat tertentu.

''Termasuk peningkatan tanggul sungai, bukan solusi permanen, karena meski sudah dibangun tanggul kiri-kanan, tapi masa air sudah lebih tinggi hasilnya sama saja," katanya.

Dirinya menyatakan, cara terbaik mengembalikan hutan adalah, tidak boleh lagi ada jalan yang dibangun mengarah ke kawasan hutan, karena itu sama halnya membuka akses bagi para perambah.

Di sisi lain, lanjut Rudi, juga jangan diberikan toleransi kepada perusahaan hingga masyarakat kecil bahwa mereka boleh merambah hutan atau melakukan ilegal logging.

"Pemerintah harus sadar, kalau seandainya itu masih diizinkan dengan konsep karena terlanjur, maka nasib kita akan berulang terus seperti ini dan dampaknya itu kemiskinan," ujar Rudi.

Sementara itu, Field Manager (FM) Regional 1 FKL, Zul Asfi menambahkan, pihaknya telah mengidentifikasi pemicu banjir bandang di Aceh Tamiang pada 26 November 2025 lalu, itu diakibatkan karena bukit-bukit di kawasan hutan longsor diguyur hujan deras secara terus menerus.

"Banyak longsoran di hulu sungai menjadi salah satu pemicu utama banjir bandang di Aceh Tamiang," kata Zul Asfi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

FKL mencatat, longsor terparah terjadi di Desa Aras Sembilan, Blang Kandis, Jambo Rambong, Rantau Bintang, Pante Cempa hingga Pantai Bidari, Kabupaten Aceh Timur.

"Aceh Tamiang memang rawan banjir dikarenakan cukup banyak aliran sungai sebagai kabupaten penampung air, dari hulu Simpang Jernih Aceh Timur dan Pining Gayo Lues," demikian Zul Asfi.(ant/raa)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas
Pramono Ungkap Kasus Laporan Dibalas Foto AI di JAKI Bukan Pertama Kali Terjadi, Pelaku Orang yang Sama

Pramono Ungkap Kasus Laporan Dibalas Foto AI di JAKI Bukan Pertama Kali Terjadi, Pelaku Orang yang Sama

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengungkapkan kasus tanggapan laporan palsu pada aplikasi JAKI bukan pertama kali terjadi.

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral