News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Apa Itu Ormas MADAS yang Viral Gegara Usir Nenek Elina dan Siapa Pendirinya?

Apa itu ormas MADAS yang viral di Surabaya? Simak profil, tujuan pendirian, dan siapa pendiri MADAS di balik polemik pengusiran nenek Elina.
Sabtu, 27 Desember 2025 - 10:00 WIB
Apa Itu Ormas MADAS yang Viral Gegara Usir Nenek Elina dan Siapa Pendirinya?
Sumber :
  • Istimewa

Surabaya, tvOnenews.com — Nama organisasi masyarakat (ormas) MADAS mendadak menjadi sorotan nasional setelah video viral memperlihatkan aksi pengusiran paksa terhadap seorang nenek berusia 80 tahun di Surabaya. Dalam peristiwa yang memicu kemarahan publik tersebut, rumah korban bahkan dibongkar hingga rata dengan tanah.

Aksi yang diduga dilakukan oleh oknum beratribut MADAS itu membuat warganet bertanya-tanya: apa sebenarnya ormas MADAS, apa tujuan pendiriannya, dan siapa sosok di balik organisasi ini?

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kasus Pengusiran Nenek Elina Jadi Pemicu

Peristiwa viral tersebut menimpa Elina Wijayanti (80), warga Dukuh Kuwukan, Kelurahan Lontar, Kecamatan Sambikerep, Surabaya. Dalam video yang beredar luas di media sosial, tampak sekelompok orang memaksa Elina keluar dari rumahnya sebelum bangunan tersebut dibongkar.

Kasus ini telah dilaporkan secara resmi ke Polda Jawa Timur dengan nomor laporan LP/B/1546/X/2025/SPKT/POLDA JAWA TIMUR. Aparat kepolisian kini tengah melakukan penyelidikan untuk mengungkap peran masing-masing pihak, termasuk dugaan keterlibatan oknum ormas.

Sebelum kasus di Surabaya ini mencuat, nama MADAS juga sempat menjadi perhatian publik dalam konflik antara Kiai Muhammad Imam Muslimin atau Yai Mim dengan Sahara Rental di kawasan Joyo Grand, Kota Malang. Konflik tersebut berawal dari persoalan lahan dan penggunaan fasilitas, yang turut menyeret nama ormas MADAS ke ruang publik.

Apa Itu Ormas MADAS?

MADAS merupakan singkatan dari Madura Asli. Ormas ini berbasis pada ikatan kesukuan warga keturunan Madura, khususnya mereka yang berada di perantauan. Meski berakar di Jawa Timur, anggota MADAS tersebar di berbagai wilayah Indonesia, termasuk di Surabaya dan kota-kota besar lainnya.

Mengacu pada laman resmi madas.or.id, Madura Asli atau MADAS adalah organisasi kemasyarakatan yang terdaftar secara resmi di Kementerian Hukum dan HAM dengan nomor AHU-0011634.AH.01.07.Tahun 2020.

Ormas ini mengusung motto: “Mengajak seluruh warga Madura untuk bersama-sama menjaga keutuhan dan kedaulatan NKRI.”

Dalam dokumen resmi yang dipublikasikan di situsnya, MADAS memiliki sejumlah tujuan pendirian, antara lain:

  • Menjadi wadah tunggal sosial dan politik suku Madura

  • Menjadi wadah kontrol sosial dan politik warga Madura

  • Memperkuat persatuan dan solidaritas suku Madura

  • Membela kepentingan dan martabat suku Madura

  • Membentuk masyarakat Madura yang berpendidikan, bermartabat, dan berakhlakul karimah

Secara konseptual, MADAS menegaskan diri sebagai organisasi sosial, bukan kelompok kekerasan.

Siapa Pendiri MADAS?

MADAS secara resmi berdiri pada tahun 2020. Pendiri sekaligus tokoh sentral organisasi ini adalah almarhum H. Berlian Ismail Marzuki, yang saat itu menjabat sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) MADAS.

H. Berlian dikenal sebagai tokoh masyarakat Madura yang kerap menyuarakan pentingnya membangun citra positif warga Madura di perantauan. Dalam berbagai kesempatan, ia menekankan bahwa MADAS harus hadir sebagai organisasi yang memberi manfaat sosial, bukan ormas yang mengedepankan kekuatan fisik atau intimidasi.

Namun, H. Berlian telah meninggal dunia. Setelah itu, HM. Jusuf Rizal, SH ditetapkan sebagai Ketua Umum MADAS untuk periode 2024–2029. Jusuf Rizal dikenal luas sebagai Presiden LSM LIRA (Lumbung Informasi Rakyat). Di era kepemimpinannya, muncul penyebutan MADAS Nusantara sebagai pengembangan organisasi.

Polemik Nama dan Kepemimpinan MADAS

Di tengah mencuatnya kasus Surabaya, muncul perbedaan klaim terkait kepengurusan dan kepemimpinan MADAS. Dalam kunjungan pengurus DPD MADAS Jawa Timur ke Sekretariat Aliansi Wartawan Surabaya (AWS) pada 8 Desember 2025, disebutkan bahwa MADAS juga dimaknai sebagai Madura Asli Daerah Anak Serumpun.

Sekretaris DPD MADAS Jawa Timur, I Gede Ardika, menyatakan bahwa HaKI MADAS (Madura Asli Daerah Anak Serumpun) telah didaftarkan secara resmi di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum. Pendaftaran ini diklaim sebagai pembeda antara MADAS yang sah dengan pihak-pihak yang mencatut nama organisasi.

Menurut Gede Ardika, MADAS yang dipimpinnya tidak diketuai oleh HM. Jusuf Rizal, melainkan oleh H. Toha sebagai Ketua Umum.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“MADAS didirikan oleh almarhum Berlian untuk mencerdaskan masyarakat Madura. Sekarang Ketua Umum ialah H. Toha. Kami ingin instansi dan masyarakat bisa membedakan MADAS kami dengan organisasi lain yang membawa nama MADAS,” tegasnya.

Polemik identitas dan kepemimpinan ini kini ikut menjadi perhatian aparat penegak hukum, seiring penyelidikan kasus pengusiran nenek Elina yang telah memicu kecaman luas di tingkat nasional. (nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Jadwal Pemain Timnas Indonesia Abroad Hari Ini Usai Bela Garuda di FIFA Series 2026: Kevin Diks dan Jay Idzes Langsung Main Malam Nanti

Jadwal Pemain Timnas Indonesia Abroad Hari Ini Usai Bela Garuda di FIFA Series 2026: Kevin Diks dan Jay Idzes Langsung Main Malam Nanti

Para pemain Timnas Indonesia yang berkarier di luar negeri kembali bersiap membela klub masing-masing usai tampil bersama skuad Garuda di FIFA Series 2026.
Nasib Pilu Aipda Vicky Aristo Usai Ungkap Korupsi di Minahasa: Pilih Mundur Usai Dimutasi, Kini Jualan Kopi

Nasib Pilu Aipda Vicky Aristo Usai Ungkap Korupsi di Minahasa: Pilih Mundur Usai Dimutasi, Kini Jualan Kopi

Kini, Aipda Vicky dipastikan sudah tidak lagi menjadi bagian dari institusi Polri. Setelah resmi keluar dari kepolisian, ia memilih menjalani aktivitas baru dengan berjualan kopi.
Andrie Yunus Akhirnya Buka Suara Soal Penyiraman Air Keras: Saya akan Tetap Kuat Hadapi Teror Pengecut

Andrie Yunus Akhirnya Buka Suara Soal Penyiraman Air Keras: Saya akan Tetap Kuat Hadapi Teror Pengecut

Kondisi medisnya terus dipantau tim dokter multidisiplin, sementara akses kunjungan untuk sementara ditutup demi menjaga privasi dan fokus pemulihan
Oknum Polisi di Pacitan Lakukan KDRT kepada Istri karena Faktor Ekonomi

Oknum Polisi di Pacitan Lakukan KDRT kepada Istri karena Faktor Ekonomi

Hingga saat ini korban sudah dipanggil propam Polres Pacitan. Bella juga telah memberikan penjelasan mengenai KDRT yang dialaminya pada November 2025. Persoalan ekonomi menjadi penyebab aksi KDRT.
Manchester City vs Liverpool Nanti Malam! Jadwal Lengkap Perempat Final FA Cup Hari Ini, Sabtu 4 April 2026

Manchester City vs Liverpool Nanti Malam! Jadwal Lengkap Perempat Final FA Cup Hari Ini, Sabtu 4 April 2026

Manchester City akan menjamu Liverpool dalam perempat final FA Cup di Etihad Stadium, Sabtu (04/04/2026) malam WIB. Duel tim papan atas Inggris jadi sorotan.
Al Nassr Hancurkan Al Najma 5-2, Ronaldo dkk Pesta Gol dan Kian Nyaman di Puncak Klasemen Liga Pro Saudi

Al Nassr Hancurkan Al Najma 5-2, Ronaldo dkk Pesta Gol dan Kian Nyaman di Puncak Klasemen Liga Pro Saudi

Laga yang berlangsung pada Sabtu (4/4/2026) dini hari WIB tersebut sukses membuat Al Najma bertekuk lutut setelah dibantai dengan lima gol oleh Al Nassr.

Trending

Belum Lama Beri Diskon, Dedi Mulyadi Kini Mudahkan Warga Jabar Bayar Pajak Kendaraan: Jika Sulit Bisa Curhat Online

Belum Lama Beri Diskon, Dedi Mulyadi Kini Mudahkan Warga Jabar Bayar Pajak Kendaraan: Jika Sulit Bisa Curhat Online

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) menyediakan aplikasi Curhat Samsat Jabar untuk menyelesaikan keluhan warga Jabar yang sulit bayar pajak kendaraan (PKB).
Belum Lama Sampai di Inggris, Menit Bermain Elkan Baggott Bersama Timnas Indonesia Disorot Ipswich Town

Belum Lama Sampai di Inggris, Menit Bermain Elkan Baggott Bersama Timnas Indonesia Disorot Ipswich Town

Baru beberapa hari kembali ke Inggris, Ipswich Town justru soroti menit bermain yang diberikan pelatih John Herdman untuk Elkan Baggott bersama Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Terpopuler: Lama-lama Proyek Naturalisasi Gagal, Media Vietnam Heran dengan PSSI, hingga Jadwal Garuda 2026

Timnas Indonesia Terpopuler: Lama-lama Proyek Naturalisasi Gagal, Media Vietnam Heran dengan PSSI, hingga Jadwal Garuda 2026

Rangkuman 3 berita Timnas Indonesia terpopuler: ancaman proyek naturalisasi, sorotan media Vietnam soal Paspoorgate, hingga jadwal lengkap Garuda tahun 2026.
Akhirnya PSSI Jawab Persoalan Status WNI 4 Pemain Timnas Indonesia di Eredivisie

Akhirnya PSSI Jawab Persoalan Status WNI 4 Pemain Timnas Indonesia di Eredivisie

PSSI menegaskan polemik yang menimpa sejumlah pemain naturalisasi Timnas Indonesia di Belanda tidak berkaitan dengan status mereka sebagai Warga Negara Indonesi
Media Prancis Sebut Skuad Garuda Solid tapi Kurang Inisiatif, hingga Vietnam Yakin Timnas Indonesia Kandidat Juara Piala AFF

Media Prancis Sebut Skuad Garuda Solid tapi Kurang Inisiatif, hingga Vietnam Yakin Timnas Indonesia Kandidat Juara Piala AFF

Kekalahan tipis Timnas Indonesia dari Bulgaria di final FIFA Series memicu beragam reaksi dari media internasional. Berikut rangkuman 3 artikel terpopulernya.
Media Malaysia Tuduh 3 Pemain Timnas Indonesia Palsukan Dokumen: Mereka Akan Dihukum

Media Malaysia Tuduh 3 Pemain Timnas Indonesia Palsukan Dokumen: Mereka Akan Dihukum

Media Malaysia menuding tiga pemain Timnas Indonesia memalsukan dokumen dan terancam hukuman. Simak fakta sebenarnya di balik kasus yang kini diselidiki KNVB.
Pelatih Sassuolo Angkat Topi untuk Jay Idzes, Sebut Kapten Timnas Indonesia Layak Dapat Penghormatan Besar

Pelatih Sassuolo Angkat Topi untuk Jay Idzes, Sebut Kapten Timnas Indonesia Layak Dapat Penghormatan Besar

Nama Jay Idzes kembali mencuri perhatian, kali ini datang langsung dari Italia. Pelatih Sassuolo akui kapten Timnas Indonesia itu layak dapat penghormatan besar.
Selengkapnya

Viral