News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pengamat Kritik Keras OTT, Operasi Tangkap Tangan Berulang Jadi Bukti Kegagalan Pencegahan

Fenomena OTT, peradilan, dan kekuasaan bukan sebagai peristiwa terpisah, melainkan gejala dari krisis yang lebih dalam, yakni krisis integritas dan keberanian moral.
Sabtu, 3 Januari 2026 - 19:32 WIB
Ilustrasi OTT KPK
Sumber :
  • viva.co.id

"Cinta rakyat, kata Machiavelli, mahal dan berisiko. Sebaliknya, rasa takut adalah investasi jangka panjang. Pandangan sinis ini menemukan bentuk modernnya di era algoritma dan media sosial," timpalnya.

Pieter Zulkifli mengatakan di atas kertas, penegakan hukum di negeri ini tampak berjalan, tetapi keadilan kerap tertinggal di belakang. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dia menyatakan bahwa 2025 kembali memperlihatkan ironi itu dengan gamblang di mana penangkapan terjadi, pasal diperbanyak, tetapi rasa percaya publik terus menipis.

"Di tengah demokrasi yang berjalan rapi secara administratif, hukum justru terasa semakin jauh dari nurani," katanya.

Tak hanya itu, Pieter Zulkifli menuturkan penguasa hari ini tak perlu menyingkirkan lawan secara fisik. Cukup dengan framing, buzzer, dan pengadilan opini. Reputasi bisa runtuh dalam hitungan jam. Kritik bisa dibelokkan menjadi kebencian publik.

"Machiavelli menyebutnya seni menjadi rubah: tampil santun di depan kamera, tetapi tetap memangsa di belakang layar. Bedanya, kini semua dilakukan dengan data, statistik, dan narasi yang tampak sah," kata dia.

Dalam sistem seperti ini, kata Pieter Zulkifli, korupsi kerap bukan sekadar penyakit, melainkan alat kontrol. Ketika banyak orang terlibat, semua menjadi saling sandera, loyalitas bahkan dibayar dengan perlindungan.

"Ketidaksetiaan dibalas dengan penegakan hukum selektif. Hukum antikorupsi tetap dikibarkan, tetapi sering kali lebih berfungsi sebagai ancaman simbolik daripada instrumen keadilan substantif," katanya.

Di samping dari itu, Pieter Zulkifli menyatakan bila makna demokrasi pun ikut menipis. Pemilu tetap digelar, partisipasi dicatat, tetapi kebijakan berjalan di tempat.

Dia menyebut rakyat merasa berdaulat karena memilih, padahal yang dipilih hanya wajah, bukan arah. Demokrasi prosedural berjalan rapi, tetapi demokrasi moral tertatih. Legitimasi diperoleh dari kotak suara, bukan dari keadilan yang dirasakan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kondisi ini menguatkan peringatan klasik Tacitus; Semakin korup sebuah negara, semakin banyak aturan hukumnya. Indonesia hari ini kaya regulasi, tetapi miskin rasa adil. Aturan dibuat berlapis, teknis, dan sering ambigu," ucapnya.

Akibatnya, hukum menjadi labirin yang hanya bisa dilalui mereka yang punya uang, waktu, dan akses. Rakyat kecil tersandung administrasi dan mereka yang berkuasa berlindung di balik prosedur.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

5 Torehan Epik Lionel Messi Usai Hattrick di Piala Dunia 2026, Nomor 3 Samai Rekor Legenda Jerman

5 Torehan Epik Lionel Messi Usai Hattrick di Piala Dunia 2026, Nomor 3 Samai Rekor Legenda Jerman

Lionel Messi tengah menjadi sorotan dunia usai mencetak hattrick saat melawan Aljazair di laga pembuka Grup J Piala Dunia 2026. Simak 5 rekor bersejarahnya.
Piala Dunia 2026: Kylian Mbappe Resmi Jadi Raja Gol Timnas Prancis, Lampui Rekor Olivier Giroud

Piala Dunia 2026: Kylian Mbappe Resmi Jadi Raja Gol Timnas Prancis, Lampui Rekor Olivier Giroud

Kylian Mbappe kembali mencatatkan rekor impresif bersama Timnas Prancis di Piala Dunia 2026. Pencapaian ini juga membuat pemain berjuluk 'Donatello' itu melampui rekor milik Olivier Giroud.
BGN Bakal Berikan Insentif Sesuai dengan Kinerja Dapur MBG, Begini Penjelasannya!

BGN Bakal Berikan Insentif Sesuai dengan Kinerja Dapur MBG, Begini Penjelasannya!

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Qodari menegaskan nantinya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) alias dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) akan dievaluasi
Lionel Messi Resmi Samai Rekor Gol Terbanyak Piala Dunia usai Cetak Hattrick ke Gawang Aljazair

Lionel Messi Resmi Samai Rekor Gol Terbanyak Piala Dunia usai Cetak Hattrick ke Gawang Aljazair

Megabintang Argentina, Lionel Messi resmi menyamai rekor gol terbanyak di Piala Dunia. Hal itu tercipta usia dirinya mencetak tiga gol atau hattrick ke gawang Aljazair.
Ruben Onsu Tengah Siapkan Gugatan Hak Asuh Anak, Ini Penjelasan Kuasa Hukumnya

Ruben Onsu Tengah Siapkan Gugatan Hak Asuh Anak, Ini Penjelasan Kuasa Hukumnya

Kuasa hukum Ruben Onsu ungkap pihaknya tengah persiapkan gugatan hak asuh anak, tegaskan keinginan utama bukan nafkah tapi quality time bersama anak.
Kasus Dugaan Pelecehan pada Santri Viral, Oknum Kiai dari Ponpes di Malang Ditangkap Polisi

Kasus Dugaan Pelecehan pada Santri Viral, Oknum Kiai dari Ponpes di Malang Ditangkap Polisi

Lagi ramai kabar adanya dugaan pelecehan yang terjadi di Pondok Pesantren di Malang. Terduga pelaku disebut pengurus Ponpes yang disapa Kiai.

Trending

Siapa Yakuza Maneges yang Menyegel Ponpes di Malang?

Siapa Yakuza Maneges yang Menyegel Ponpes di Malang?

Media sosial beberapa waktu lalu dihebohkan dengan kabar, adanya pondok pesantren (Ponpes) di Malang, Jawa Timur disegel organisasi bernama Yakuza Maneges
Bepotensi Tembus Rp400 Triliun, Wakaf Dinilai Dapat Jadi Kekuatan Ekonomi BAru Indonesia

Bepotensi Tembus Rp400 Triliun, Wakaf Dinilai Dapat Jadi Kekuatan Ekonomi BAru Indonesia

Pemerintah melalui Keputusan Menteri Agama Nomor 571 Tahun 2026 resmi menetapkan Bulan Wakaf Nasional.
Hasil Piala Dunia 2026: Erling Haaland Bersinar, Norwegia Hajar Irak

Hasil Piala Dunia 2026: Erling Haaland Bersinar, Norwegia Hajar Irak

Timnas Norwegia meraih kemenangan meyakinkan atas Irak di Piala Dunia 2026. Erling Haaland pun menjadi bintang dalam pertandingan kali ini.
Link Live Streaming Argentina vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Lionel Messi Cetak Rekor Bersama Albiceleste

Link Live Streaming Argentina vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Lionel Messi Cetak Rekor Bersama Albiceleste

Link live streaming Piala Dunia 2026 antara Argentina vs Aljazair, di mana Lionel Messi bakal mencetak rekor bersejarah bersama Albiceleste.
Terduga Pelaku Pemalakan di Senen Jakarta Pusat yang Videonya Viral Berhasil Diringkus, Ternyata Positif Sabu

Terduga Pelaku Pemalakan di Senen Jakarta Pusat yang Videonya Viral Berhasil Diringkus, Ternyata Positif Sabu

Terduga pelaku pemalakan berinisial YM (43) di depan Kantor Pegadaian, Jalan Kramat Raya, Kelurahan Kenari, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat akhirnya berhasil diringkus. 
Jadwal Lengkap AVC Men's Cup 2026: Timnas Voli Indonesia Langsung Lawan Korea Selatan

Jadwal Lengkap AVC Men's Cup 2026: Timnas Voli Indonesia Langsung Lawan Korea Selatan

Jadwal lengkap AVC Men's Cup 2026, di mana Timnas Voli Indonesia akan langsung berhadapan dengan Korea Selatan.
Kebijakan Era Prabowo-Gibran Dinilai Langkah Perubahan Tata Kelola Negara Menuju Kemajuan

Kebijakan Era Prabowo-Gibran Dinilai Langkah Perubahan Tata Kelola Negara Menuju Kemajuan

Kebijakan yang dijalankan oleh pemerintahan era Presiden RI, Prabowo Subianto dan Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka menuai respons positif.
Selengkapnya

Viral