News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Motif Khairun Nisya Nekat Jadi Pramugari Batik Air Gadungan, Ternyata Malu terhadap Keluarga...

Motif Khairun Nisya, nekat menjadi pramugari gadungan Batik Air hingga masuk bandara hingga lolos terbang. Ternyata malu terhadap keluarga hingga mengaku...
Kamis, 8 Januari 2026 - 15:28 WIB
Pramugari Batik Air Gadungan Khairun Nisya
Sumber :
  • Instagram @dhiianputrirhamadany

Jakarta, tvOnenews.com - Motif Khairun Nisya, nekat menjadi pramugari gadungan Batik Air lolos masuk bandara hingga berhasil terbang.

Nama Khairun Nisya tengah menjadi sorotan publik, usai aksi nekatnya menjadi pramugari gadungan Batik Air terbongkar dan viral di media sosial.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Demi menjalankan aksinya, Nisya sampai memakai atribut pramugari maskapai Batik Air, mulai dari atasan kebaya putih, bawahan batik merah, rambut cepol rapih, hingga ID card atau tanda pengenal maskapai tersebut.

Nisya berhasil lolos terbang pada penerbangan Palembang menuju Jakarta dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Selasa (6/1/2026) malam.

Kolase foto pramugari gadungan Khairun Nisya
Kolase foto pramugari gadungan Khairun Nisya
Sumber :
  • Tangkapan layar

Lenggak lenggok hingga membawa koper dan dua tas layaknya pramugari yang akan berangkat terbang.

Seperti diunggah dalam akun Instagram @jabodetabek24info, Nisya di Palembang sempat melewati fast track atau jalur khusus awak kabin yang akan bertugas.

Di pesawat, crew kabin yang curiga sempat menginterogasinya. Pasalnya, meski N mengenakan tanda pengenal di dadanya, corak batik pada seragam yang dikenakan berbeda dengan pramugari yang tengah bertugas.

Hingga, sesaat setelah mendarat, crew kabin berkordinasi dengan petugas Avsec Bandara Internasional Soekarno Hatta, untuk melakukan pengamanan.

Motif Pramugari Gadungan Batik Air

Saat diinterogasi petugas Khairun Nisya mengaku tidak berniat melakukan kejahatan.

Aksinya menjadi pramugari gadungan dan memakai seragam Batik Air ternyata di latarbelakangi rasa malu terhadap keluarga.

Perempuan asal Palembang, Sumatera Selatan itu sebelumnya mengaku sempat merantau ke Jakarta dengan harapan bisa diterima bekerja sebagai pramugari. 

Namun, nasib Nisya tak seberuntung wanita-wanita lain, dia gagal lolos. Tak ingin mengecewakan keluarga, Nisya nekat mengaku telah diterima dan bahkan sudah bekerja di maskapai tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Dulu merantau dari Palembang ke Jakarta minta izin ke keluarga untuk lamar kerja sebagai pramugari, namun gagal. Karena malu, yang bersangkutan tetap ngaku ke keluarga telah diterima dan bekerja di Batik Air, faktanya tidak," jelas Kasat Reskrim Polres Bandara Soekarno Hatta, Kompol Yandri Mono, Kamis (8/1/2026).

Saat hendak kembali ke Jakarta dari Palembang, Nisya mengenakan seragam pramugari dari rumah dengan niat menggantinya di bandara. 

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Media Vietnam Soroti Proses Calon Naturalisasi Timnas Indonesia Luke Vickery: Generasi Baru dengan Pengalaman A-League

Media Vietnam Soroti Proses Calon Naturalisasi Timnas Indonesia Luke Vickery: Generasi Baru dengan Pengalaman A-League

Salah satu nama yang akhir-akhir ini santer dikabarkan akan menjadi pemain naturalisasi dan amunisi baru John Herdman di Timnas Indonesia adalah Luke Vickery.
Tak Perlu Lagi Keluar Bekasi, Dini dan Arief Pilih Tinggal di Summarecon yang Manjakan Penghuni dengan Konsep "Integrated Ecosystem"

Tak Perlu Lagi Keluar Bekasi, Dini dan Arief Pilih Tinggal di Summarecon yang Manjakan Penghuni dengan Konsep "Integrated Ecosystem"

Memasuki usia ke-16 tahun, kawasan Summarecon sukses memulihkan nama baik Bekasi dengan bertransformasi menjadi pusat hunian premium dan destinasi bisnis berkelas dunia.
Gubernur Dedi Mulyadi Nonaktifkan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, hingga Buru Konten Kreator yang Bongkar Pelanggaran Aturan PKB

Gubernur Dedi Mulyadi Nonaktifkan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, hingga Buru Konten Kreator yang Bongkar Pelanggaran Aturan PKB

Dedi Mulyadi menonaktifkan sementara Kepala Samsat Soekarno-Hatta Bandung per Rabu (8/4/2026), setelah pelanggaran tersebut terekspos dan viral di media sosial.
Kejadian di Lebanon Jadi Bahan Evaluasi, Mensesneg Tegaskan Belum Ada Keputusan Penarikan TNI

Kejadian di Lebanon Jadi Bahan Evaluasi, Mensesneg Tegaskan Belum Ada Keputusan Penarikan TNI

Pemerintah Indonesia menyatakan hingga saat ini belum ada keputusan resmi untuk menarik pulang personel TNI yang tergabung dalam Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL). 
Profil Ida Hamidah Kepala Samsat Soekarno-Hatta yang Dicopot Dedi Mulyadi, Ternyata Punya Prestasi Mentereng

Profil Ida Hamidah Kepala Samsat Soekarno-Hatta yang Dicopot Dedi Mulyadi, Ternyata Punya Prestasi Mentereng

Siapa sosok Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Kota Bandung yang dinonaktifkan sementara oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi? Simak profil Ida Hamidah berikut ini.
Ruben Onsu Ungkap Rencana Onyo Kuliah di Amsterdam, Sudah Ada Sosok yang Menunggu di Sana

Ruben Onsu Ungkap Rencana Onyo Kuliah di Amsterdam, Sudah Ada Sosok yang Menunggu di Sana

Ruben Onsu ungkap rencana Onyo kuliah di Amsterdam, Belanda, dengan dukungan keluarga dan persiapan matang tanpa mengganggu karier hiburannya. (9/4/2026)

Trending

Profil Ida Hamidah Kepala Samsat Soekarno-Hatta yang Dicopot Dedi Mulyadi, Ternyata Punya Prestasi Mentereng

Profil Ida Hamidah Kepala Samsat Soekarno-Hatta yang Dicopot Dedi Mulyadi, Ternyata Punya Prestasi Mentereng

Siapa sosok Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Kota Bandung yang dinonaktifkan sementara oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi? Simak profil Ida Hamidah berikut ini.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemprov Jabar Cium Dugaan Pungli di Samsat Bandung, Ada Keluhan Tarif Rp 700 Ribu jadi Sorotan Dedi Mulyadi

Pemprov Jabar Cium Dugaan Pungli di Samsat Bandung, Ada Keluhan Tarif Rp 700 Ribu jadi Sorotan Dedi Mulyadi

Kabar adanya tarif mengurus pajak motor Rp 700 ribu menjadi viral di media sosial. Hal ini juga menuai sorotan Kang Dedi Mulyadi
Dipanggil Dedi Mulyadi, Pria yang Kritik Pelayanan Samsat Soekarno Hatta Sampaikan Saran Pembayaran PKB

Dipanggil Dedi Mulyadi, Pria yang Kritik Pelayanan Samsat Soekarno Hatta Sampaikan Saran Pembayaran PKB

Dedi Mulyadi memanggil pemuda bernama Lantang untuk dengarkan saran soal pembayaran pajak kendaraan bermotor, berharap proses di Samsat lebih mudah dan online.
KDM Tidak Pandang Bulu Langsung Tindak Tegas, Terungkap Alasan Kepala Samsat Bandung Dinonaktifkan Sementara

KDM Tidak Pandang Bulu Langsung Tindak Tegas, Terungkap Alasan Kepala Samsat Bandung Dinonaktifkan Sementara

Nama Kang Dedi Mulyadi menjadi sorotan publik setelah adanya kabar Kepala Samsat Bandung dinonaktifkan sementara
Dedi Mulyadi Tegur Keras Kontraktor, Proyek Gedung Memakan Jalan Provinsi dan Belum Miliki IMB: Bapak Pelit

Dedi Mulyadi Tegur Keras Kontraktor, Proyek Gedung Memakan Jalan Provinsi dan Belum Miliki IMB: Bapak Pelit

Dedi Mulyadi tegur kontraktor yang bangun gedung memakan jalan provinsi tanpa IMB. Proyek harus dibongkar, ia sebut kontraktor ‘Bapak Pelit'. Simak beritanya!
Gubernur Dedi Mulyadi Nonaktifkan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, hingga Buru Konten Kreator yang Bongkar Pelanggaran Aturan PKB

Gubernur Dedi Mulyadi Nonaktifkan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, hingga Buru Konten Kreator yang Bongkar Pelanggaran Aturan PKB

Dedi Mulyadi menonaktifkan sementara Kepala Samsat Soekarno-Hatta Bandung per Rabu (8/4/2026), setelah pelanggaran tersebut terekspos dan viral di media sosial.
Selengkapnya

Viral