Indonesia Serukan Dialog di Tengah Konflik Yaman Selatan, Minta Upaya Saudi Gelar Konferensi Damai
- AFP/Istimewa
Jakarta, tvOnenews.com - Pemerintah Indonesia memantau ketegangan yang kembali meningkat di Yaman, khususnya di wilayah selatan, menyusul serangkaian serangan udara koalisi pimpinan Arab Saudi ke provinsi al-Dhale pada Rabu (7/1/2026) waktu setempat yang menewaskan empat warga sipil dan melukai enam lainnya.
Dalam pernyataan di media sosial X yang dikutip Kamis (8/1/2026), Kementerian Luar Negeri RI (Kemlu) menegaskan pentingnya dialog dan penahanan diri dari seluruh pihak di Yaman selatan untuk mencegah eskalasi konflik.
“Indonesia mengikuti dengan saksama perkembangan terkini di Republik Yaman, khususnya dinamika di Yaman selatan, seraya mendorong semua pihak terkait untuk berpartisipasi secara konstruktif, menahan diri, dan mengedepankan dialog politik yang inklusif dan komprehensif dalam menyelesaikan perbedaan,” tulis Kemlu RI.
Kemlu menyatakan Indonesia menyambut baik inisiatif Arab Saudi untuk memfasilitasi konferensi komprehensif di Riyadh yang mempertemukan seluruh faksi politik di Yaman selatan dalam rangka mencari solusi damai.
“Dalam rangka mencari solusi yang adil dan damai terkait Yaman selatan, Indonesia menyambut baik upaya Kerajaan Arab Saudi untuk memfasilitasi penyelenggaraan konferensi komprehensif di Riyadh yang akan mempertemukan seluruh faksi yang ada di Yaman selatan,” demikian pernyataan Kemlu.
Ketegangan di Yaman meningkat tajam setelah lebih dari 15 serangan udara menghantam al-Dhale, provinsi asal Aidaros Alzubidi—pemimpin Dewan Transisi Selatan (Southern Transitional Council/STC) yang mengusung agenda separatis. Serangan disebut menyasar rumah tokoh lokal yang loyal kepada Alzubidi.
“Lebih dari 15 serangan udara menghantam target di al-Dhale, terutama rumah para pemimpin yang setia kepada Alzubidi,” kata seorang pejabat lokal kepada AFP, meminta identitasnya dirahasiakan.
Rumah sakit Al-Nasr dan Al-Tadamon di al-Dhale mengkonfirmasi adanya korban sipil.
“Jumlah korban awal dari serangan di provinsi al-Dhale adalah empat kematian warga sipil dan enam orang luka-luka,” ujar sumber medis.
Koalisi Saudi menyebut bombardir ini sebagai operasi terbatas setelah Alzubidi gagal hadir dalam pembicaraan damai di Riyadh. STC membantah tuduhan bahwa pemimpinnya melarikan diri dan menuntut Saudi menghentikan serangan udara.
“Sementara Dewan Transisi Selatan mengutuk serangan udara yang tidak beralasan ini, kami menuntut agar otoritas Saudi segera menghentikan pemboman,” demikian pernyataan STC.
“Aidaros Alzubidi terus menjalankan tugasnya dari ibu kota selatan, Aden,” lanjut kelompok tersebut.
Juru bicara STC, Anwar Al-Tamimi, menyebut pihaknya kehilangan kontak dengan delegasi separatis yang sebelumnya terbang ke Riyadh untuk pembicaraan.
“Kami telah kehilangan kontak dengan delegasi yang bepergian ke Riyadh tadi malam,” ujar Al-Tamimi, seraya mendesak otoritas Saudi menjamin keselamatan mereka.
Eskalasi terbaru ini kembali menguji upaya diplomatik untuk membuka jalur dialog atas konflik yang telah berlarut-larut di Yaman lebih dari satu dekade. Indonesia menekankan penyelesaian politik inklusif, sejalan dengan sikapnya selama ini dalam berbagai konflik internasional.
Dengan dukungan terhadap konferensi Riyadh, Indonesia mendorong momentum diplomatik yang dianggap krusial untuk mencegah fragmentasi lebih dalam di Yaman selatan. Konflik internal Yaman bukan hanya persoalan perebutan wilayah, tetapi juga menjadi medan tarik-menarik geopolitik di kawasan Teluk.(agr/raa)
Load more