Anggota DPR Ingatkan Sekolah Aktif Daftarkan Siswa Berprestasi di SNBP 2026, Jangan Sampai Hak Terlewat
- ANTARA
“Dinas Pendidikan harus hadir memberikan pendampingan. Jangan hanya menyampaikan surat edaran, tapi juga memastikan sekolah memahami dan mampu menjalankan proses SNBP dengan benar,” ujarnya.
Hilman berharap dengan koordinasi yang solid dan sosialisasi yang masif, pelaksanaan SNBP 2026 dapat berjalan lebih inklusif dan adil. Ia menekankan bahwa jalur SNBP harus benar-benar menjadi sarana pemerataan akses pendidikan tinggi bagi siswa berprestasi di seluruh Indonesia, tanpa terkendala faktor administratif.
Sejalan dengan hal tersebut, Tim Penanggung Jawab Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2026 juga telah mengingatkan seluruh SMA dan sederajat agar tepat waktu dalam mendaftarkan institusinya. Langkah ini dinilai penting agar siswa dapat mengikuti seleksi masuk perguruan tinggi sesuai dengan haknya.
Ketua Umum Tim Penanggung Jawab SNPMB 2026, Eduart Wolok, menegaskan pentingnya ketepatan waktu pengisian dan verifikasi data sekolah. Ia mengungkapkan, peringatan ini disampaikan dengan mempertimbangkan banyaknya kasus keterlambatan pengisian PDSS yang terjadi pada pelaksanaan SNPMB 2025.
Menurut Eduart, keterlambatan pengisian PDSS berakibat fatal karena langsung berdampak pada hak siswa untuk mengikuti SNBP. Oleh karena itu, pihaknya meminta sekolah tidak menunda proses administrasi dan segera memastikan seluruh data siswa telah diinput dengan benar.
SNBP sendiri merupakan jalur seleksi masuk perguruan tinggi negeri yang menitikberatkan pada prestasi siswa selama di sekolah. Penilaian dilakukan berdasarkan nilai rapor, prestasi akademik, serta prestasi non-akademik yang relevan. Jalur ini diharapkan menjadi solusi bagi siswa berprestasi agar bisa melanjutkan pendidikan tinggi tanpa harus melalui ujian tertulis.
Dengan adanya peringatan dari DPR dan SNPMB, sekolah diharapkan lebih proaktif dan bertanggung jawab dalam mengawal masa depan siswanya. Keberhasilan SNBP 2026 tidak hanya ditentukan oleh sistem seleksi, tetapi juga oleh komitmen semua pihak, terutama sekolah, dalam memastikan setiap siswa berprestasi mendapatkan kesempatan yang setara. (ant/nsp)
Load more