PDI Perjuangan di Usia 53 Tahun: Konsistensi Politik Kerakyatan Terus Diteguhkan
- Istimewa
Makassar, tvOnenews.com — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-53 PDI Perjuangan menjadi momentum strategis untuk meneguhkan kembali arah perjuangan partai sebagai kekuatan politik yang konsisten berpihak pada rakyat. Lebih dari sekadar seremoni, peringatan ini dimaknai sebagai refleksi perjalanan panjang partai dalam menjaga komitmen ideologis di tengah dinamika politik, ekonomi, dan sosial yang terus berkembang.
Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Bidang Ekonomi Kreatif dan Digital DPD PDI Perjuangan Provinsi Sulawesi Selatan, Erika Tansil, Jumat (9/1/2026). Ia menegaskan bahwa usia 53 tahun merupakan fase kematangan politik yang menuntut konsistensi sikap, keberanian mengambil posisi, serta kehadiran nyata partai di tengah masyarakat.
Menurut Erika, PDI Perjuangan sejak awal berdiri telah menempatkan rakyat sebagai pusat perjuangan. Prinsip tersebut tidak berubah hingga kini, meski tantangan yang dihadapi semakin kompleks, mulai dari tekanan ekonomi global, bencana alam, hingga disrupsi teknologi dan perubahan sosial yang cepat.
“HUT ke-53 ini bukan hanya perayaan usia, tetapi penegasan bahwa PDI Perjuangan akan terus hadir dengan kerja-kerja nyata yang dirasakan langsung oleh rakyat. Komitmen kerakyatan bukan slogan, tetapi diwujudkan melalui tindakan konkret,” ujarnya.
Dalam peringatan tahun ini, PDI Perjuangan mengusung tema “Satyam Eva Jayate” yang berarti Kebenaran Akan Menang. Tema tersebut dinilai menjadi fondasi moral sekaligus ideologis partai yang berakar kuat pada nilai-nilai Pancasila, khususnya keadilan sosial dan kemanusiaan.
Erika menjelaskan, “Satyam Eva Jayate” bukan sekadar jargon, melainkan pesan etis yang relevan dengan kondisi bangsa saat ini. Di tengah derasnya arus informasi, polarisasi politik, dan tantangan era digital, kader partai—terutama generasi muda—dituntut untuk tetap menjunjung tinggi kebenaran, etika, dan keberpihakan pada kepentingan publik.
“Tema ini mengingatkan bahwa keberanian bersuara kritis harus dibarengi dengan tanggung jawab moral. Kader PDI Perjuangan, khususnya anak muda, harus mampu menjaga ruang digital tetap sehat, beretika, dan berorientasi pada keadilan sosial,” katanya.
Sebagai Wakil Ketua Bidang Ekonomi Kreatif dan Digital, Erika juga menyoroti peran strategis sektor ekonomi kreatif dan digital dalam memperkuat ekonomi rakyat. Ia menilai, di era transformasi teknologi, perjuangan ideologis partai tidak bisa dilepaskan dari upaya mendorong kemandirian ekonomi masyarakat berbasis inovasi, budaya, dan teknologi.
“Ekonomi kreatif dan digital harus menjadi alat pembebasan rakyat. Inovasi dan teknologi tidak boleh hanya menguntungkan segelintir pihak, tetapi harus mendorong pemerataan kesejahteraan dan membuka ruang partisipasi seluas-luasnya bagi masyarakat,” tegasnya.
Ia menambahkan, penguatan UMKM, pelaku ekonomi kreatif, dan talenta digital lokal merupakan bagian penting dari strategi PDI Perjuangan dalam menjawab tantangan ekonomi ke depan. Dengan pendekatan tersebut, partai berupaya memastikan bahwa transformasi digital berjalan seiring dengan nilai keadilan sosial.
Selain tema utama, peringatan HUT ke-53 PDI Perjuangan juga mengusung subtema “Di Sanalah Aku Berdiri untuk Selama-lamanya”. Menurut Erika, subtema ini mencerminkan keteguhan sikap partai untuk tetap setia pada jalan kerakyatan, meski dihadapkan pada godaan pragmatisme politik dan kepentingan jangka pendek.
“Subtema ini adalah simbol konsistensi. PDI Perjuangan memilih untuk tetap berdiri bersama rakyat, apa pun risikonya. Ini bukan sikap mudah, tetapi inilah identitas perjuangan partai,” jelasnya.
Ia berharap, peringatan HUT ke-53 dapat menjadi energi baru bagi seluruh kader PDI Perjuangan, baik di tingkat pusat maupun daerah, untuk terus bekerja, berinovasi, dan menjaga integritas politik. Konsistensi ideologis, menurutnya, harus berjalan beriringan dengan kemampuan adaptasi terhadap perubahan zaman.
“Dengan semangat 53 tahun perjuangan, PDI Perjuangan diharapkan semakin solid dalam memperjuangkan keadilan sosial, memperkuat demokrasi, dan menghadirkan kesejahteraan yang merata bagi seluruh rakyat Indonesia,” pungkas Erika. (nsp)
Load more