Staf Khusus Menag RI Apresiasi PGI Perkuat Komitmen Kebangsaan Lewat Ibadah Syukur Awal Tahun 2026
- Istimewa
Jakarta, tvOnenews.com — Staf Khusus Menteri Agama Republik Indonesia mengapresiasi Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) atas konsistensinya dalam memperkokoh komitmen kebangsaan melalui berbagai program keagamaan dan sosial. Apresiasi tersebut disampaikan dalam Ibadah Syukur Awal Tahun PGI 2026 yang digelar di Graha Oikoumene, Jakarta, Kamis malam (9/1/2026).
Ibadah yang mengusung tema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga” (bdk. Matius 1:21–24) ini tidak hanya menjadi ruang refleksi iman di awal tahun, tetapi juga momentum penguatan nilai persaudaraan, toleransi, dan kebangsaan di tengah masyarakat majemuk Indonesia.
Acara tersebut dihadiri Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Republik Indonesia Maruarar Sirait, Staf Khusus Menteri Agama RI Gugun Gumilar yang mewakili Menteri Agama Nasaruddin Umar, Ketua Umum PGI Pdt. Jackvelyn Manuputty, para pimpinan gereja lintas denominasi, tokoh masyarakat, serta jemaat dari berbagai daerah.
Dalam sambutannya, Gugun Gumilar menegaskan bahwa keberagaman agama merupakan kekuatan strategis bangsa yang harus dirawat bersama dalam bingkai persatuan nasional. Menurutnya, Indonesia dibangun di atas fondasi kebersamaan dan semangat persaudaraan yang melampaui perbedaan suku, agama, dan latar belakang sosial.
“Indonesia berdiri di atas semangat persaudaraan dan kebersamaan. Nilai-nilai keimanan harus terus menjadi energi pemersatu yang memperkokoh persatuan, memperkuat solidaritas sosial, dan meneguhkan komitmen kebangsaan kita,” ujar Gugun.
Ia menekankan bahwa peran organisasi keagamaan seperti PGI sangat penting dalam menjaga harmoni sosial, terutama di tengah tantangan global dan dinamika sosial yang semakin kompleks. Menurutnya, suara dan tindakan gereja tidak hanya berdampak bagi umat, tetapi juga bagi kehidupan berbangsa dan bernegara secara luas.
Gugun juga menegaskan komitmen negara dalam menjamin kebebasan beragama bagi seluruh warga negara. Hal tersebut, kata dia, merupakan amanat konstitusi yang harus dijaga dan dilaksanakan secara konsisten oleh seluruh elemen bangsa.
“Negara hadir dan memastikan setiap umat beragama dapat menjalankan ibadah dengan aman, nyaman, dan bermartabat. Kebebasan beragama adalah hak konstitusional yang harus kita jaga bersama sebagai fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Gugun turut mengapresiasi berbagai program PGI sepanjang tahun 2025 yang dinilai telah berkontribusi nyata dalam memperkuat komitmen kebangsaan. Program-program tersebut mencakup aksi sosial lintas iman, dialog kebangsaan, pendidikan publik, hingga upaya menghadirkan solusi atas persoalan sosial di masyarakat.
Load more