GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pasar Karbon Mandek, DPR Dorong Pembentukan Kementerian Perubahan Iklim

Pasar karbon nasional mandek, DPR dorong pembentukan Kementerian Perubahan Iklim untuk atasi krisis iklim dan perkuat daya tarik investor global.
Senin, 12 Januari 2026 - 13:29 WIB
Rapat DPR
Sumber :
  • Antara

Ateng menilai, fragmentasi kewenangan menjadi akar masalah utama. Saat ini, urusan perubahan iklim dan perdagangan karbon tersebar di berbagai kementerian dan lembaga, dengan koordinasi melalui komite lintas kementerian yang tidak memiliki fokus utama pada isu iklim.

Akibatnya, akuntabilitas menjadi tidak jelas ketika target penurunan emisi atau pengembangan pasar karbon gagal tercapai. Tumpang-tindih kewenangan juga membuat proses perizinan dan sertifikasi proyek karbon menjadi berbelit, lamban, dan tidak efisien.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Tumpang-tindih kewenangan membuat prosesnya panjang dan tidak pasti. Ini jelas menghambat investasi dan menurunkan kepercayaan pasar,” ujarnya.

Ia juga menyinggung rendahnya harga kredit karbon domestik yang masih berada di kisaran US$2–5 per ton. Angka tersebut jauh tertinggal dibandingkan pasar karbon Uni Eropa yang telah mencapai US$60–90 per ton. Kondisi ini dinilai mencerminkan lemahnya integritas pasar dan kepastian kebijakan di dalam negeri.

Dorongan pembentukan kementerian khusus perubahan iklim, lanjut Ateng, merujuk pada praktik sejumlah negara yang telah memiliki institusi khusus di bidang tersebut. Negara-negara tersebut terbukti mampu menurunkan emisi karbon per kapita secara signifikan dalam waktu relatif singkat berkat kepemimpinan kebijakan yang kuat dan terfokus.

Seiring masuknya Rancangan Undang-Undang (RUU) Perubahan Iklim dalam Program Legislasi Nasional Prioritas 2026, Ateng mendorong pemerintah segera menentukan arah kelembagaan yang tegas. Ia mengusulkan tiga opsi yang bisa dipertimbangkan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pertama, membentuk kementerian khusus perubahan iklim. Kedua, memperkuat lembaga lingkungan hidup yang ada menjadi badan strategis lintas sektor. Ketiga, mengaktifkan regulator khusus dengan kewenangan jalur cepat untuk sertifikasi proyek karbon dan penegakan hukum.

“Krisis iklim terjadi sekarang, bukan di masa depan. Potensi ekonomi karbon Indonesia juga terlalu besar untuk dikelola setengah hati. Kita butuh satu ‘dirijen’ yang memimpin orkestrasi besar menuju ekonomi rendah karbon,” pungkasnya. (nsp)x

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Qatar Jadi Target, Serangan Rudal Berhasil di Lumpuhkan

Qatar Jadi Target, Serangan Rudal Berhasil di Lumpuhkan

Qatar jadi target di tengah polemik Timur Tengah. Bahkan, baru-baru ini, Qatar diserang dengan rudal, tetapi serangan rudal itu bisa dilumpuhkan Qatar.
Tak Tinggal Diam, Orang Terdekat Isyana Sarasvati Turun Tangan Imbas sang Penyanyi Dituduh Gabung Sekte Satanis

Tak Tinggal Diam, Orang Terdekat Isyana Sarasvati Turun Tangan Imbas sang Penyanyi Dituduh Gabung Sekte Satanis

Suami penyanyi Isyana Sarasvati, Rayhan Maditra Indrayanto sikapi tuduhan soal istrinya masuk sekte satanis akibat visual karya lagu terbarunya yang viral.
Terpopuler Timnas Indonesia: 16 Pemain Abroad Terancam Absen di FIFA Series 2026, John Herdman Siapkan Skuad Darurat hingga Saran Pelatih Brasil

Terpopuler Timnas Indonesia: 16 Pemain Abroad Terancam Absen di FIFA Series 2026, John Herdman Siapkan Skuad Darurat hingga Saran Pelatih Brasil

3 berita Timnas Indonesia terpopuler: 16 pemain abroad terancam absen di FIFA Series 2026, John Herdman siapkan skuad darurat, hingga saran pelatih Brasil.
Ratusan Warga Kabupaten Bogor Ikuti Proses Seleksi Tenaga Kerja

Ratusan Warga Kabupaten Bogor Ikuti Proses Seleksi Tenaga Kerja

Ratusan warga Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor dan sekitarnya mengikuti proses seleksi tenaga kerja sektor ekowisata.
Bikin Bangga! Pemkot Tangsel Jadi Daerah Terbaik di Indonesia dalam Implementasi IPv6

Bikin Bangga! Pemkot Tangsel Jadi Daerah Terbaik di Indonesia dalam Implementasi IPv6

Pemerintah Kota Tangerang Selatan kembali mencatatkan prestasi di bidang transformasi digital.
Sebelum Berpulang, Vidi Aldiano Pernah Ungkapkan Alasannya Belum Memiliki Anak dengan Sheila Dara

Sebelum Berpulang, Vidi Aldiano Pernah Ungkapkan Alasannya Belum Memiliki Anak dengan Sheila Dara

Dunia hiburan kembali berduka, penyanyi sekaligus podcaster, Vidi Aldiano meninggal dunia pada Sabtu, (7/3/2026). Vidi sempat ungkap alasan belum punya anak

Trending

Pertemuan Tingkat Menteri  antara Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) dan Uni Eropa mengenai Serangan Iran terhadap Negara-Negara Anggota GCC

Pertemuan Tingkat Menteri  antara Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) dan Uni Eropa mengenai Serangan Iran terhadap Negara-Negara Anggota GCC

Para Menteri Luar Negeri negara-negara anggota Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) dan Uni Eropa mengadakan pertemuan luar biasa pada 5 Maret 2026.
Sebelum Berpulang, Vidi Aldiano Pernah Ungkapkan Alasannya Belum Memiliki Anak dengan Sheila Dara

Sebelum Berpulang, Vidi Aldiano Pernah Ungkapkan Alasannya Belum Memiliki Anak dengan Sheila Dara

Dunia hiburan kembali berduka, penyanyi sekaligus podcaster, Vidi Aldiano meninggal dunia pada Sabtu, (7/3/2026). Vidi sempat ungkap alasan belum punya anak
Tutup Usia 35 Tahun, Vidi Aldiano Ucapkan Harapannya Saat Ulang Tahun: Masih Berharap Hidup Lebih Lama

Tutup Usia 35 Tahun, Vidi Aldiano Ucapkan Harapannya Saat Ulang Tahun: Masih Berharap Hidup Lebih Lama

Dunia musik tanah air kini kembali berduka, seorang penyanyi bersuara khas, Vidi Aldiano dikabarkan meninggal dunia pada Sabtu (7/3/2026) di usia 35 tahun.
Ketua BEM UGM Soroti Ucapan Viral Buya Yahya yang Sebut 'Jadi Presiden itu Berat': Maaf, Lebih Berat WNI

Ketua BEM UGM Soroti Ucapan Viral Buya Yahya yang Sebut 'Jadi Presiden itu Berat': Maaf, Lebih Berat WNI

Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto kritik ucapan pendakwah KH Yahya Zainul Ma'arif (Buya Yahya) soal "Jadi Presiden itu Berat" usai diundang Presiden Prabowo Subianto.
John Herdman Dihantam Kabar Sangat Buruk Jelang FIFA Series 2026: Timnas Indonesia Terancam Jadi Bulan-bulanan Lawan Gara-gara Hal Ini

John Herdman Dihantam Kabar Sangat Buruk Jelang FIFA Series 2026: Timnas Indonesia Terancam Jadi Bulan-bulanan Lawan Gara-gara Hal Ini

John Herdman dihantam kabar buruk jelang laga Timnas Indonesia di FIFA Series 2026. 7 pemain terancam absen, 16 pemain abroad kut berpotensi tak bisa bergabung.
PSSI Jawab Kabar Dua Pemain Diaspora Incaran John Herdman untuk Perkuat Timnas Indonesia

PSSI Jawab Kabar Dua Pemain Diaspora Incaran John Herdman untuk Perkuat Timnas Indonesia

Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI Arya Sinulingga merespons kabar mengenai pelatih Timnas Indonesia John Herdman yang disebut-sebut ingin mendatangkan dua ..
Como Menang Dramatis 2-1 di Kandang Cagliari, Cesc Fabregas: Ini Kemenangan Terbaik Kami!

Como Menang Dramatis 2-1 di Kandang Cagliari, Cesc Fabregas: Ini Kemenangan Terbaik Kami!

Pelatih Como, Cesc Fabregas, menegaskan kemenangan 2-1 timnya atas Cagliari di kandang lawan sebagai kemenangan yang paling memuaskan baginya sepanjang musim ini, Sabtu (7/2/2026).
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT