Prabowo Targetkan 500 Sekolah Rakyat pada 2029: Maaf, Kami Belum Bisa Lebih Banyak
- YouTube/Setpres
Jakarta, tvOnenews.com - Presiden RI, Prabowo Subianto, meresmikan operasional 166 Sekolah Rakyat yang kini tersebar di 34 provinsi, Senin (12/1/2026).
Pemerintah menargetkan pembangunan 500 Sekolah Rakyat hingga 2029, sebagai instrumen negara untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan gratis bagi keluarga paling tidak mampu.
Prabowo mengakui perjalanan menuju target tersebut masih panjang, namun menyatakan keyakinannya bahwa ambisi itu akan tercapai.
“Sasaran kita adalah 500 sekolah rakyat sampai tahun 2029, insyaallah akan tercapai dan saya minta maaf kami masih belum bisa menghasilkan lebih banyak dari sekarang,” tegas Prabowo dalam peresmian yang dipusatkan di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS), Banjarbaru, Kalimantan Selatan.
Dengan 166 sekolah yang sudah beroperasi, Prabowo menargetkan jumlah siswa meningkat dua kali lipat pada akhir tahun ini.
Saat ini jumlah murid Sekolah Rakyat mencapai sekitar 15.000 orang. Angka itu diproyeksikan menjadi 30.000 pada akhir 2026.
Jika seluruh target itu terealisasi, kapasitas penampungan diperkirakan mencapai 500.000 siswa, dengan asumsi setiap unit sekolah dapat menampung sekitar 1.000 murid.
“Kalau hari ini baru sampai 15.000, tapi saya dilaporkan akhir tahun ini capai 30.000, tapi ujungnya sasaran kita adalah tiap kampus Sekolah Rakyat adalah 1.000 murid, jadi sasaran kita 500.000 murid,” kata Prabowo.
Program Sekolah Rakyat diposisikan pemerintah sebagai kebijakan korektif terhadap ketimpangan akses pendidikan dan kualitas sumber daya manusia di kelompok termiskin.
Pemerintah memastikan biaya sekolah ditanggung negara, baik biaya operasional maupun kebutuhan dasar peserta didik.
Program ini juga terhubung dengan agenda pembangunan sektor sosial yang lebih luas, termasuk peningkatan kesejahteraan tenaga pengajar serta penciptaan lapangan kerja baru di sektor pendidikan. (agr/iwh)
Load more