News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Harga Gabah Anjlok di Bawah HPP, DPR Desak Pemerintah dan Bulog Bergerak Cepat

DPR RI menyoroti anjloknya harga gabah di tingkat petani saat musim panen.
Senin, 12 Januari 2026 - 23:52 WIB
Petani memanen di di Kecamatan Teupah Selatan, Simeulue, Aceh, Sabtu (10/1).
Sumber :
  • Antara

Jakarta, tvOnenews.com - DPR RI menyoroti anjloknya harga gabah di tingkat petani saat musim panen.

Pemerintah diminta segera turun tangan agar petani tidak terus menanggung kerugian akibat harga jual gabah yang berada di bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Anggota Komisi IV DPR RI, Daniel Johan, menegaskan negara tidak boleh diam ketika harga gabah kering panen jatuh jauh dari ketentuan yang telah ditetapkan.

Daniel memaparkan, di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, harga gabah dilaporkan hanya berada di kisaran Rp5.700 per kilogram, lebih rendah dari HPP sebesar Rp6.500 per kilogram.

“Petani kita sudah melakukan produksi sampai panen. Negara harus segera hadir untuk memastikan gabah petani dibeli sesuai HPP,” kata Daniel Johan, Senin (12/1/2026).

Daniel menilai kondisi tersebut sangat merugikan petani yang telah menanggung seluruh biaya dan risiko produksi sejak masa tanam.

Namun hingga kini, ia menyebut belum terlihat adanya penyerapan gabah oleh Perum Bulog di sejumlah daerah, termasuk di Sambas.

Akibat belum adanya penyerapan tersebut, petani terpaksa menjual gabah kepada pembeli dengan harga di bawah HPP.

Menurut Daniel, jika Bulog belum mendapatkan penugasan resmi, maka Satgas Pangan harus segera turun untuk mengawasi dan memastikan harga pembelian sesuai ketentuan.

“Kalau Bulog belum menyerap, Satgas Pangan harus memastikan para pembeli gabah menyesuaikan harga dengan HPP, supaya petani tidak dirugikan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Daniel meminta pemerintah, khususnya Badan Pangan Nasional (Bapanas), segera memberikan penugasan dan dukungan anggaran kepada Bulog untuk menyerap gabah petani pada tahun 2026.

Ia menegaskan penugasan tersebut telah memiliki dasar hukum yang jelas.

Daniel merujuk pada Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 6 Tahun 2025 yang menetapkan Harga Pembelian Pemerintah untuk gabah kering panen di tingkat petani sebesar Rp6.500 per kilogram.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Pemerintah harus segera menugaskan Bulog sesuai Inpres tersebut. Jangan sampai terlambat dan berlarut-larut, karena saat ini banyak daerah sudah memasuki masa panen. Jika terlambat, yang dirugikan adalah petani,” ujarnya.

Ia menekankan, kehadiran negara dalam menjaga harga gabah tidak hanya menyangkut stabilitas pangan nasional, tetapi juga menjadi bentuk perlindungan terhadap kesejahteraan petani.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Harga Minyak Goreng Subsidi Minyakita Melonjak di Pasar Tradisional dan Langka

Harga Minyak Goreng Subsidi Minyakita Melonjak di Pasar Tradisional dan Langka

Harga minyak goreng di pasar tradisional di Surabaya terus mengalami kenaikan signifikan dalam tiga pekan terakhir, Dimana harga minyakita maupun minyak goreng curah, kini telah melampaui HET
Ditahan PSIM Yogyakarta 1-1, Fajar Fathurrahman: Hasil Ini Sangat Mengecewakan Bagi Persija Jakarta

Ditahan PSIM Yogyakarta 1-1, Fajar Fathurrahman: Hasil Ini Sangat Mengecewakan Bagi Persija Jakarta

‎Pertandingan Persija melawan PSIM Yogyakarta berlangsung ketat sejak awal hingga akhir laga. Kedua tim saling menunjukkan determinasi tinggi demi meraih poin penuh pada pekan ke-29 Super League 2025/2026.
Usai Video Mengolok-olok Guru Viral, Murid SMAN 1 Purwakarta Ternyata Langsung Lakukan Ini pada Bu Atun

Usai Video Mengolok-olok Guru Viral, Murid SMAN 1 Purwakarta Ternyata Langsung Lakukan Ini pada Bu Atun

Usai video mengolok-olok guru viral di media sosial, ternyata murid SMAN 1 Purwakarta langsung menghubungi Bu Atun dan melakukan hal ini.
Doa Berangkat Haji Lengkap dengan Artinya

Doa Berangkat Haji Lengkap dengan Artinya

Ratusan calon jemaah haji Indonesia sudah mulai diberangkatkan ke Tanah Suci. Bagi yang belum berangkat jangan lupa membaca doa ini
Klub-klub Liga Voli Korea Ragu Rekrut Megawati Hangestri, Tidak Seantusias yang Diperkirakan

Klub-klub Liga Voli Korea Ragu Rekrut Megawati Hangestri, Tidak Seantusias yang Diperkirakan

Klub-klub Liga Voli Korea dikabarkan mulai ragu untuk merekrut Megawati Hangestri untuk musim 2026-2027 mendatang.
Pilih Bertahan dengan Red Sparks untuk V League Musim Depan, Yeum Hye-seon Janjikan Hal Ini untuk Penggemar

Pilih Bertahan dengan Red Sparks untuk V League Musim Depan, Yeum Hye-seon Janjikan Hal Ini untuk Penggemar

Masa depan Yeum Hye-seon akhirnya menemui titik terang setelah setter senior di V League itu resmi memperpanjang kontrak dengan Red Sparks.

Trending

Pertanyakan Kinerja 1.500 Penyapu Jalan di Kota Bandung, Dedi Mulyadi: Menurut Saya Tidak Berfungsi dengan Baik

Pertanyakan Kinerja 1.500 Penyapu Jalan di Kota Bandung, Dedi Mulyadi: Menurut Saya Tidak Berfungsi dengan Baik

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mempertanyakan kinerja 1.500 penyapu jalan di Kota Bandung. 
Bung Ropan Mulai Curiga dengan Niat John Herdman untuk Timnas Indonesia di FIFA Matchday Juni 2026

Bung Ropan Mulai Curiga dengan Niat John Herdman untuk Timnas Indonesia di FIFA Matchday Juni 2026

Bung Ropan bicara soal rencana yang mungkin akan dikerjakan John Herdman untuk Timnas Indonesia di FIFA Matchday Juni 2026 nanti menjelang AFF dan ASEAN Cup.
Dedi Mulyadi Temui Kakek dan Nenek Pemungut Botol di Tepi Jalan, Langsung Tawarkan Kerja Bergaji Rp4,2 Juta

Dedi Mulyadi Temui Kakek dan Nenek Pemungut Botol di Tepi Jalan, Langsung Tawarkan Kerja Bergaji Rp4,2 Juta

​​​​​​​Dedi Mulyadi temui kakek nenek pemulung botol di jalan, lalu tawarkan pekerjaan sebagai petugas kebersihan di Tangkuban Parahu bergaji Rp4,2 juta.
Trending: Kadisdik Jabar Putuskan Sanksi Baru Kasus Bully Guru, Mendikdasmen Susul Langkah KDM, Dedi Mulyadi Ungkap Fakta Haru

Trending: Kadisdik Jabar Putuskan Sanksi Baru Kasus Bully Guru, Mendikdasmen Susul Langkah KDM, Dedi Mulyadi Ungkap Fakta Haru

Langkah tegas Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi dalam menyoroti kasus siswa SMAN 1 Purwakarta yang mengejek guru kini berbuntut panjang. Ini kabar terbarunya.
Media Belanda Tak Habis Pikir, Gelandang Berdarah Manado Rp347 Miliar Jadi Penentu Lolosnya Lazio ke Final Coppa Italia

Media Belanda Tak Habis Pikir, Gelandang Berdarah Manado Rp347 Miliar Jadi Penentu Lolosnya Lazio ke Final Coppa Italia

Nama Kenneth Taylor kembali mencuri perhatian publik Eropa maupun Indonesia. Gelandang keturunan Rp347 miliar itu jadi penentu lolosnya Lazio ke Final Coppa.
Hidup Produktif Dibiasakan Sejak Kecil, Dedi Mulyadi: Anak-Anak Lebih Baik Cari Kayu Bakar Ketimbang Motor-motoran dan Main Gadget

Hidup Produktif Dibiasakan Sejak Kecil, Dedi Mulyadi: Anak-Anak Lebih Baik Cari Kayu Bakar Ketimbang Motor-motoran dan Main Gadget

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bicara soal hidup yang lebih produktif. Menurut dia, hidup produktif harus dibiasakan sejak kecil. 
Sosok Bu Atun Guru SMAN 1 Purwakarta yang Diolok Siswa: Pilih Naik Angkot, Donasikan Bantuan Rp25 Juta dari Dedi Mulyadi untuk Anak Yatim

Sosok Bu Atun Guru SMAN 1 Purwakarta yang Diolok Siswa: Pilih Naik Angkot, Donasikan Bantuan Rp25 Juta dari Dedi Mulyadi untuk Anak Yatim

Di tengah sorotan atas insiden dirinya menjadi bahan olokan sejumlah murid, Bu Atun justru menunjukkan keteladanan lewat gaya hidup bersahaja dan pandangan humanis terhadap pendidikan.
Selengkapnya

Viral