News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Masalah Sampah Kian Kompleks, Kemendagri Tekankan Kerja Sama Antardaerah

Pemerintah daerah dituntut berani mengeksekusi kebijakan dan memperkuat kerja sama lintas wilayah untuk mencegah risiko bencana akibat pengelolaan sampah yang tidak optimal.
Selasa, 13 Januari 2026 - 20:37 WIB
Wamendagri Akhmad Wiyagus dalam Forum Diskusi Aktual (FDA) bertema Tata Kelola Sampah Berkelanjutan: Studi Kasus Aglomerasi Sampah.
Sumber :
  • Kemendagri

Jakarta, tvOnenews.com - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menegaskan pentingnya kerja sama lintas daerah dalam pengelolaan sampah guna menjawab persoalan persampahan yang kian kompleks.

Hal itu disampaikan dalam Forum Diskusi Aktual (FDA) bertema Tata Kelola Sampah Berkelanjutan: Studi Kasus Aglomerasi Sampah yang digelar Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kemendagri.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Forum ini menyoroti bahwa persoalan sampah tidak lagi dapat ditangani secara sektoral oleh masing-masing daerah.

Kolaborasi antardaerah dinilai menjadi kunci untuk menciptakan sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi dan berkelanjutan.

Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus menyampaikan bahwa persampahan merupakan tantangan besar dalam pembangunan daerah.

Dampaknya tidak hanya pada lingkungan, tetapi juga berpengaruh terhadap kesehatan masyarakat serta kondisi sosial dan ekonomi.

Oleh sebab itu, pemerintah daerah dituntut berani mengeksekusi kebijakan dan memperkuat kerja sama lintas wilayah untuk mencegah risiko bencana akibat pengelolaan sampah yang tidak optimal.

“Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2020 tentang Pengelolaan Sampah Spesifik telah membuka ruang bagi kerja sama antar daerah. Sementara berbagai regulasi tentang kerja sama daerah juga bisa dijadikan payung hukum oleh kita bersama,” ungkap Wamendagri Akhmad Wiyagus, Selasa (13/1/2026).

Senada dengan itu, Kepala BSKDN Yusharto Huntoyungo dalam laporannya menegaskan bahwa pengelolaan sampah tidak bisa lagi dilakukan secara terpisah oleh masing-masing daerah.

Menurutnya, pendekatan aglomerasi menjadi strategi efektif melalui kolaborasi antardaerah dalam pembangunan infrastruktur dan sistem persampahan yang terintegrasi.

Pendekatan tersebut sejalan dengan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah yang mendorong perubahan paradigma dari sekadar kumpul, angkut, dan buang menuju pengelolaan berkelanjutan dengan menjadikan sampah sebagai sumber daya.

“Timbulan sampah terus meningkat setiap tahunnya sementara kapasitas pengelolaan yang dimiliki pemerintah daerah belum mampu mengimbangi laju produksi sampah dalam situasi ini transformasi sistem pengelolaan sampah menjadi suatu keniscayaan,” jelas Yusharto.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pandangan tersebut diperkuat oleh Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim. Ia menilai penyelesaian persoalan sampah harus mengedepankan prinsip keadilan dan melibatkan seluruh pihak.

Menurutnya, penanganan sampah tidak semestinya dibebankan pada satu daerah, melainkan menjadi tanggung jawab bersama.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Jakarta "Mati Lampu", PLN Lakukan Penanganan Intensif dan Imbau Warga Tetap Tenang

Jakarta "Mati Lampu", PLN Lakukan Penanganan Intensif dan Imbau Warga Tetap Tenang

Terjadi pemadaman di sejumlah wilayah Jakarta pada Kamis (23/4/2026) sekitar pukul 10.25 WIB.
Kapten Persib Akui Persaingan di Papan Atas Super League, Jadi Tantangan Hattrick Juara

Kapten Persib Akui Persaingan di Papan Atas Super League, Jadi Tantangan Hattrick Juara

Persib sementara ini masih memimpin klasemen hingga pekan ke-28. Namun jarak poin dengan Borneo FC yang membuntuti di urutan kedua hanya dua angka saja
Antusias Fans V-League Tak Terbendung usai Rumor Kuat Megawati Hangestri Comeback ke Liga Voli Korea: Kalian Wajib Pulangkan

Antusias Fans V-League Tak Terbendung usai Rumor Kuat Megawati Hangestri Comeback ke Liga Voli Korea: Kalian Wajib Pulangkan

Nama Megawati Hangestri kembali mengguncang jagat voli Asia usai rumor kuat comeback ke Liga Voli Korea. Fans V-League beri reaksi antusias tak terbendung.
Anjlok ke Rp17.300 per Dolar AS, Forbes Sebut Rupiah Jadi Salah Satu Mata Uang Paling Lemah di Dunia

Anjlok ke Rp17.300 per Dolar AS, Forbes Sebut Rupiah Jadi Salah Satu Mata Uang Paling Lemah di Dunia

Berdasarkan data tersebut, rupiah ditempatkan di posisi kelima dengan kurs sekitar Rp17.066 per dolar AS.
Harga Minyakita di Surabaya Tembus Rp23 Ribu per Liter, Stok Langka di Pasar Tradisional

Harga Minyakita di Surabaya Tembus Rp23 Ribu per Liter, Stok Langka di Pasar Tradisional

Harga minyak goreng di pasar tradisional di Surabaya terus mengalami kenaikan signifikan dalam tiga pekan terakhir.
Jakarta Mati Listrik, Lampu Lalu Lintas di Daan Mogot Ikut Padam Bikin Macet

Jakarta Mati Listrik, Lampu Lalu Lintas di Daan Mogot Ikut Padam Bikin Macet

Gangguan ini dilaporkan memengaruhi beberapa persimpangan di kawasan Cengkareng, termasuk titik traffic light di Cengkareng Timur dan Cengkareng Barat yang padam sejak sekitar pukul 11.30 WIB.

Trending

Pertanyakan Kinerja 1.500 Penyapu Jalan di Kota Bandung, Dedi Mulyadi: Menurut Saya Tidak Berfungsi dengan Baik

Pertanyakan Kinerja 1.500 Penyapu Jalan di Kota Bandung, Dedi Mulyadi: Menurut Saya Tidak Berfungsi dengan Baik

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mempertanyakan kinerja 1.500 penyapu jalan di Kota Bandung. 
Bung Ropan Mulai Curiga dengan Niat John Herdman untuk Timnas Indonesia di FIFA Matchday Juni 2026

Bung Ropan Mulai Curiga dengan Niat John Herdman untuk Timnas Indonesia di FIFA Matchday Juni 2026

Bung Ropan bicara soal rencana yang mungkin akan dikerjakan John Herdman untuk Timnas Indonesia di FIFA Matchday Juni 2026 nanti menjelang AFF dan ASEAN Cup.
Trending: Kadisdik Jabar Putuskan Sanksi Baru Kasus Bully Guru, Mendikdasmen Susul Langkah KDM, Dedi Mulyadi Ungkap Fakta Haru

Trending: Kadisdik Jabar Putuskan Sanksi Baru Kasus Bully Guru, Mendikdasmen Susul Langkah KDM, Dedi Mulyadi Ungkap Fakta Haru

Langkah tegas Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi dalam menyoroti kasus siswa SMAN 1 Purwakarta yang mengejek guru kini berbuntut panjang. Ini kabar terbarunya.
Dedi Mulyadi Temui Kakek dan Nenek Pemungut Botol di Tepi Jalan, Langsung Tawarkan Kerja Bergaji Rp4,2 Juta

Dedi Mulyadi Temui Kakek dan Nenek Pemungut Botol di Tepi Jalan, Langsung Tawarkan Kerja Bergaji Rp4,2 Juta

​​​​​​​Dedi Mulyadi temui kakek nenek pemulung botol di jalan, lalu tawarkan pekerjaan sebagai petugas kebersihan di Tangkuban Parahu bergaji Rp4,2 juta.
Media Belanda Tak Habis Pikir, Gelandang Berdarah Manado Rp347 Miliar Jadi Penentu Lolosnya Lazio ke Final Coppa Italia

Media Belanda Tak Habis Pikir, Gelandang Berdarah Manado Rp347 Miliar Jadi Penentu Lolosnya Lazio ke Final Coppa Italia

Nama Kenneth Taylor kembali mencuri perhatian publik Eropa maupun Indonesia. Gelandang keturunan Rp347 miliar itu jadi penentu lolosnya Lazio ke Final Coppa.
Hidup Produktif Dibiasakan Sejak Kecil, Dedi Mulyadi: Anak-Anak Lebih Baik Cari Kayu Bakar Ketimbang Motor-motoran dan Main Gadget

Hidup Produktif Dibiasakan Sejak Kecil, Dedi Mulyadi: Anak-Anak Lebih Baik Cari Kayu Bakar Ketimbang Motor-motoran dan Main Gadget

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bicara soal hidup yang lebih produktif. Menurut dia, hidup produktif harus dibiasakan sejak kecil. 
Sosok Bu Atun Guru SMAN 1 Purwakarta yang Diolok Siswa: Pilih Naik Angkot, Donasikan Bantuan Rp25 Juta dari Dedi Mulyadi untuk Anak Yatim

Sosok Bu Atun Guru SMAN 1 Purwakarta yang Diolok Siswa: Pilih Naik Angkot, Donasikan Bantuan Rp25 Juta dari Dedi Mulyadi untuk Anak Yatim

Di tengah sorotan atas insiden dirinya menjadi bahan olokan sejumlah murid, Bu Atun justru menunjukkan keteladanan lewat gaya hidup bersahaja dan pandangan humanis terhadap pendidikan.
Selengkapnya

Viral