News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Hakim Adhoc Mengadu ke DPR: 13 Tahun Tak Naik Kesejahteraan, Tunjangan Transport Hanya Rp40 Ribu

Kondisi kesejahteraan hakim adhoc yang cenderung stagnan karena sumber penghasilan hanya berasal dari tunjangan kehormatan dari anggaran Mahkamah Agung (MA), dikeluhkan di DPR.
Rabu, 14 Januari 2026 - 14:58 WIB
Rapat dengar pendapat umum (RDPU) bersama Komisi III DPR RI, Rabu (14/1/2026).
Sumber :
  • tvOnenews.com/Rika Pangesti

Jakarta, tvOnenews.comForum Solidaritas Hakim Adhoc Indonesia menyampaikan keluhan terkait rendahnya tingkat kesejahteraan hakim adhoc kepada Komisi III DPR RI.

Bagi mereka, terdapat kesenjangan perlakuan dan kesejahteraan yang cukup jauh dibandingkan hakim karier.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Keluhan tersebut disampaikan juru bicara Forum Solidaritas Hakim Adhoc Indonesia, Ade Darussalam, dalam rapat dengar pendapat umum (RDPU) bersama Komisi III DPR RI, Rabu (14/1/2026).

Ade mengungkapkan, hakim adhoc kerap dipandang sebelah mata oleh hakim karier.

“Dampaknya berimbas pada kesejahteraan karena selalu tertanam pemahaman bahwa Hakim Adhoc itu tidak sama dengan hakim karier. ‘Kalian itu hanya Hakim Adhoc,’ begitu,” ujar Ade.

Ia menjelaskan, kondisi kesejahteraan hakim adhoc cenderung stagnan karena sumber penghasilan hanya berasal dari tunjangan kehormatan yang bersumber dari anggaran Mahkamah Agung (MA).

“Sementara hakim karier itu diminta oleh pimpinan negara. Itu ironi yang sangat getir kami alami. Kurang lebih sudah 13 tahun kesejahteraan Hakim Adhoc tidak pernah berubah,” katanya.

Ade menyebut, terakhir kali penyesuaian tunjangan kehormatan dilakukan pada 2013. Ia menegaskan, hakim adhoc tidak memiliki gaji pokok maupun tunjangan lain yang berkaitan dengan tugas dan fungsinya.

“Tidak punya gaji pokok, tidak punya tunjangan apapun. Memang ada tunjangan transport yang dihitung berdasarkan kehadiran, itu sekitar Rp40.000 per hari,” ucapnya.

Selain itu, Ade menyebut hak normatif seperti rumah dinas juga tidak sepenuhnya bisa dinikmati hakim adhoc.

“Seharusnya kami juga mendapatkan rumah dinas sesuai undang-undang, tapi faktanya ketika Hakim Karier mau menempati, ya kami harus mengalah,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ade meminta perhatian Komisi III DPR RI agar mendorong peningkatan kesejahteraan hakim adhoc, termasuk perlindungan jaminan sosial.

“Kami berharap ada perlindungan asuransi, baik kecelakaan maupun kematian. Faktanya, ada rekan kami di Jayapura meninggal dunia, dan kami harus urunan untuk memulangkan jenazah karena tidak ada perlindungan sama sekali,” katanya.

Ia menambahkan, keluarga hakim adhoc yang meninggal juga tidak memperoleh tunjangan apapun.

“Anak-anak almarhum yang masih kecil-kecil tidak mendapatkan tunjangan pascakematian,” ujar Ade.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ade menegaskan, kesenjangan tidak hanya terjadi pada aspek finansial, tetapi juga hak normatif lainnya.

“Ada disparitas antara Hakim Karier dan Hakim Adhoc, bahkan dalam hal-hal normatif seperti cuti melahirkan. Padahal itu sudah diatur undang-undang dan tidak perlu aturan tambahan,” pungkasnya. (rpi/rpi)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Berapa Jam Proses Evakuasi Jenazah Pendaki Syafiq Ali yang Hilang 17 Hari dari Gunung Slamet?

Berapa Jam Proses Evakuasi Jenazah Pendaki Syafiq Ali yang Hilang 17 Hari dari Gunung Slamet?

Tim SAR melakukan proses evakuasi jenazah Syafiq Ridhan Ali Razan (18), pendaki Gunung Slamet yang hilang selama 17 hari, setidaknya membutuhkan waktu 15 jam.
Cuaca Ekstrem Ancam Ketahanan Pangan di Jawa Tengah, Gubernur Minta Daerah Ajukan Asuransi Gagal Panen

Cuaca Ekstrem Ancam Ketahanan Pangan di Jawa Tengah, Gubernur Minta Daerah Ajukan Asuransi Gagal Panen

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memerintahkan kepala daerah untuk segera mengajukan asuransi gagal panen guna meminimalkan dampak bencana terhadap produksi pangan.
Apa Kabar Patrick Kluivert Setelah Timnas Indonesia Dipimpin John Herdman? Berpeluang Pimpin Tim Piala Dunia 2026

Apa Kabar Patrick Kluivert Setelah Timnas Indonesia Dipimpin John Herdman? Berpeluang Pimpin Tim Piala Dunia 2026

Patrick Kluivert kemudian digantikan oleh John Herdman yang resmi diperkenalkan sebagai pelatih Timnas Indonesia. Ternyata, tak butuh waktu lama bagi Patrick Kluivert untuk mendapatkan pekerjaan baru. 
Bukan Federico Chiesa, Juventus Segera Amankan Sosok Ini sebagai Rekrutan Pertama di Bursa Transfer Januari?

Bukan Federico Chiesa, Juventus Segera Amankan Sosok Ini sebagai Rekrutan Pertama di Bursa Transfer Januari?

Juventus tampaknya akan segera menyelesaikan perekrutan pertamanya di bursa transfer Januari. Namun, dia bukanlah Federico Chiesa.
Revitalisasi Pasar Sunan Giri Jadi Sorotan, Anggota DPRD Minta Tak Cuma Dicat Ulang

Revitalisasi Pasar Sunan Giri Jadi Sorotan, Anggota DPRD Minta Tak Cuma Dicat Ulang

Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Solidaritas Indonesia (PSI) Josephine Simanjuntak menyoroti revitalisasi Pasar Sunan Giri, Pulogadung, Jaktim.
Tak Diajak Tinjau Aceh Tamiang, Anggota Komisi IV DPR Semprot Menteri KP: Tolong Hargai Kami Dikit!

Tak Diajak Tinjau Aceh Tamiang, Anggota Komisi IV DPR Semprot Menteri KP: Tolong Hargai Kami Dikit!

Anggota Komisi IV DPR RI, Teuku Abdul Khalid meluapkan kemarahan pada Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono dalam raker Komisi IV DPR RI.

Trending

Kabar Terbaru Pramugari Gadungan Khairun Nisa, Usai Viral Nyamar Jadi Kru Batik Air, Kini Ditawari Sekolah Pramugari Gratis

Kabar Terbaru Pramugari Gadungan Khairun Nisa, Usai Viral Nyamar Jadi Kru Batik Air, Kini Ditawari Sekolah Pramugari Gratis

Kisah pilu pramugari gadungan Batik Air, Khairun Nisa nekat nyamar jadi kru kabin karena malu ditipu di hadapan orang tuanya. Kini ditawari pendidikan gratis.
Kronologi Syafiq Ali Mendaki Gunung Slamet, Hilang 19 Hari hingga Ditemukan Meninggal Dunia

Kronologi Syafiq Ali Mendaki Gunung Slamet, Hilang 19 Hari hingga Ditemukan Meninggal Dunia

Syafiq dilaporkan hilang sejak Minggu (28/12/2025). Pada hari itu, ia seharusnya sudah turun dari pendakian Gunung Slamet.
Di Hadapan Publik Argentina, Gaston Avila Tegaskan Arah Kariernya, Sinyal ke Persib Bandung Mulai Terbaca

Di Hadapan Publik Argentina, Gaston Avila Tegaskan Arah Kariernya, Sinyal ke Persib Bandung Mulai Terbaca

Nama Gaston Avila mendadak jadi sorotan Bobotoh Persib seiring rumor hengkangnya Federico Barba. Kepada publik Argentina, Avila tegas bilang ini soal kariernya.
Syafiq Ali Pendaki Gunung Slamet Ditemukan Meninggal Dunia, Izin ke Keluarga Pergi ke Gunung Sumbing Bukan Gunung Slamet

Syafiq Ali Pendaki Gunung Slamet Ditemukan Meninggal Dunia, Izin ke Keluarga Pergi ke Gunung Sumbing Bukan Gunung Slamet

Syafiq Ali pendaki Gunung Slamet ditemukan meninggal dunia pada Rabu (14/1/2026). Pencarian Syafiq pada akhirnya membuahkan hasil. 
Selangkah Lagi Jadi Pramugari Sungguhan, Aeronef Indonesia Beri Khairun Nisa Pendidikan Pramugari 100 Persen Gratis: Kami Ingin Bantu Wujudkan Mimpinya

Selangkah Lagi Jadi Pramugari Sungguhan, Aeronef Indonesia Beri Khairun Nisa Pendidikan Pramugari 100 Persen Gratis: Kami Ingin Bantu Wujudkan Mimpinya

Selangkah lagi Khairun Nisa (23) bisa menjadi pramugari sungguhan.  Aeronef Indonesia memberi Nisa pendidikan pramugari 100 persen gratis kepadanya. 
Top 3 Bola 14 Januari 2026: Bung Binder Soroti Persib Bandung, John Herdman Terpikat Rizky Ridho, hingga MU Rugi Besar

Top 3 Bola 14 Januari 2026: Bung Binder Soroti Persib Bandung, John Herdman Terpikat Rizky Ridho, hingga MU Rugi Besar

Top 3 Bola Rabu, 14 Januari 2026 seputar rekor kandang sempurna Persib Bandung, sorotan John Herdman pada Rizky Ridho, serta kerugian besar Manchester United.
Berapa Gaji Gaston Avila? Mantan Bek Ajax Amsterdam yang Diisukan Bakal Gantikan Peran Federico Barba di Persib Bandung

Berapa Gaji Gaston Avila? Mantan Bek Ajax Amsterdam yang Diisukan Bakal Gantikan Peran Federico Barba di Persib Bandung

Segini gaji Gaston Avila, bek Ajax Amsterdam asal Argentina yang kabarnya masuk radar Persib Bandung sebagai suksesor Federico Barba di jantung pertahanan.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT