Pemilik Daycare Little Aresha Diduga Aparat Penegak Hukum, Sahroni: Kalau Benar, Tidak Ada Kata Maaf!
- tvOnenews.com
Jakarta, tvOnenews.com - Kasus dugaan penganiayaan anak di Daycare Little Aresha, Umbulharjo, Yogyakarta mendapat perhatian Wakil Komisi III DPR Ahmad Sahroni.
Ia menilai aksi dugaan penganiayaan tersebut adalah hal yang kejam. Ia mendorong ada tindakan tegas secara hukum.
"Ini benar-benar kebiadaban yang tidak bisa dimaafkan. Saya minta Kapolda DI Yogyakarta memberikan atensi penuh atas kasus ini dan mengamankan semua pihak yang terlibat, dari pimpinan hingga miss-miss-nya yang diduga kuat pelaku penganiayaan pada anak-anak yang diamanahkan pada mereka," ujar dia, Sabtu (25/4/2026).
Sahroni meminta agar semua pihak yang terlibat diusut tuntas, termasuk pihak di belakang daycare yang bersangkutan.
Kabarnya, kata dia, pemilik Daycare adalah aparat penegak hukum. Oleh karenanya, ia meminta agar pemilik daycare juga diusut.
"Info yang beredar juga pimpinan yayasannya adalah seorang hakim aktif. Kalau benar, saya minta Komisi Yudisial dan Mahkamah Agung agar pecat yang bersangkutan dan polisi juga lanjut pidanakan. Pokoknya tidak ada kata maaf,” katanya menegaskan.
Pihak kepolisian juga diminta untuk meningkatkan pengawasan pada daycare di setiap wilayah melalui Unit PPA.
Sahroni memandang, selama ini daycare semakin menjamur. Aparat harus melakukan pengawasan khususnya terkait izin.
Sebab, diketahui sejauh ini Daycare Little Aresha yang tengah jadi sorotan tidak memiliki izin.
Sebanyak 53 anak usia 0 hingga balita dilaporkan dititipkan di Daycare Little Aresha. Mereka diduga mendapatkan tindak kekerasan.
Kekerasan itu terjadi diduga sejak daycare tersebut beroperasi selama satu tahun. Hingga kini, pihak Polresta Yogyakarta masih berupaya memeriksa beberapa saksi untuk melengkapi alat bukti. (ant/iwh)
Load more