News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Konten Kreator Yansen Alias Piteng Diteror Ancaman hingga Bangkai Ayam Usai Buat Konten Soal Bencana Sumatera

Aktivis dan konten kreator Yansen alias Piteng membuat laporan atas dugaan tidak pidana ancaman dan teror, yang menimpanya ke Bareskrim Polri, ini katanya.
Rabu, 14 Januari 2026 - 19:57 WIB
Konten Kreator Yansen alias Piteng di Bareskrim Polri, Rabu (14/1/2026).
Sumber :
  • Adinda Ratna Safira/tvOnenews

Jakarta, tvOnenews.com - Tim Advokasi Untuk Demokrasi (TAUD) mendatangi Bareskrim Polri, Rabu (14/1/2026), untuk mendampingi aktivis dan konten kreator dalam membuat laporan atas dugaan tidak pidana ancaman dan teror, yang menimpanya.

Laporan ini telah teregister dengan nomor LP/B/20/I/2026/SPKT/BARESKRIM POLRI, dan LP/B/19/I/2026/SPKT/BARESKRIM POLRI, tanggal 14 Januari 2026. Tertulis bahwa terlapor dalam lidik.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Terkait laporan ini, salah satu Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD), Alif Fauzi Nurwidiasmoto menerangkan, kedatangannya ke Bareskrim Polri untuk memberikan pendampingan terhadap kedua pelapor terkait dugaan ancaman dan teror, usai menyuarakan bencana banjir di Sumatera.

“Yang mana ini sangat erat kaitannya dengan kegiatan aktivisme mereka di ruang digital, yaitu dengan menyuarakan soal bencana banjir Sumatera yang terjadi di akhir tahun lalu,” kata Alif, di Bareskrim Polri, Rabu (14/1/2026). 

Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD), Alif Fauzi Nurwidiasmoto di Bareskrim Polri, Rabu (14/1/2026).
Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD), Alif Fauzi Nurwidiasmoto di Bareskrim Polri, Rabu (14/1/2026).
Sumber :
  • Adinda Ratna Safira/tvOnenews

Dalam kesempatan yang sama, Gema Gita Persada yang juga merupakan bagian dari TAUD mendorong agar pihak kepolisian, memandang kasus ini secara holistik dan secara lebih makro, bahwa ini bukan tindakan ancamannya saja, tapi ada motif-motif politis yang kemudian memicu adanya ancaman tersebut. 

Sementara itu, Konten Kreator Yansen alias Piteng yang melaporkan peristiwa ini menjelaskan, dirinya mendapatkan ancaman mulai 20 Desember 2025, usai membuat konten yang berkaitan dengan bencana Sumatera.

“Salah satu ancaman yang terjadi kepada saya adalah saya disuruh untuk menghapus konten yang berhubungan juga dengan bencana-bencana di Sumatera. Konten-konten yang saya ajukan itu adalah satu, saya tidak hanya menyerang kepada, saya bukan hanya cuma menyerang itu, tapi saya mengkritisi mengapa penanganan di Sumatera itu terkesan ditutup-tutupi dan mengapa penanganannya lambat,” jelas Yansen.

Atas konten-konten yang dibuat, Yansen mengaku tidak dapat menggunakan SIM card-nya. Tak hanya dirinya, keluarganya juga merasakan hal yang sama. 

“Ancamannya, saya, HP ibu saya dan HP adik saya, SIM cardnya itu kemungkinan besar dibajak. Jadi tidak bisa diakses SIM cardnya, nggak bisa buat telepon biasa, buat WhatsApp nggak bisa, buat Telegram segala macam nggak bisa,” ucap Yansen.

Bahkan, Hansen mendapatkan telepon dari nomor yang tidak dikenal, yang meminta dirinya untuk menghapus kontennya. Selain itu juga terdapat ancaman akan menerima akibatnya, jika tidak menghapus konten. 

Kemudian, ancaman lain yang diterima Hansen yakni adanya doxing yang berisikan alamat, hingga muka ibunya yang diedit menjadi semacam kriminal.

“Untuk adik saya dibikin di fake AI. Dia sedang, tanda kutip, maaf sekali, dia itu bugil. Habis itu sedang melakukan, maaf sekali, dia sedang masturbasi. Dikirim ke grup-grup sekolahnya, ke grup-grup kuliahnya,” beber Hansen.

Kemudian, Aktivis Greenpeace Indonesia, Iqbal Damanik juga mengaku mendapat ancaman hingga teror bangkai kepala ayam sekitar 20 Desember 2025.

“Jadi memang pesan ini secara jelas diberikan kepada saya untuk berhenti melakukan kritik-kritik, terutama untuk bencana Sumatera dan lingkungan hidup di Indonesia,” terangnya.

Iqbal menerangkan, ada beberapa ancaman yang diterimanya. Pertama dimulai dari emoji bom di kolom komentar, di beberapa konten-konten yang berkaitan dengan bencana Sumatera. Setelahnya Iqbal megaku mendapatkan DM yang berisikan pesan mengirimkan kepala babi. 

“Lalu kemudian DM-DM yang di dalamnya ada alamat seperti mereka mengetahui rumah saya dan meminta saya untuk berhenti. Lalu kemudian ini berlanjut, saya dikirimin bangkai ayam yang pada saat saya temukan tidak ada lagi kepalanya, lalu kemudian ada plastik yang berisi pesan bahwa saya harus menjaga ucapan saya, kalau seaninya saya ingin menjaga keluarga saya, dan ada pesan mulutmu, harimaumu di situ,” ucapnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Atas peristiwa ini, Yansen melaporkan peristiwa dugaan tindak pidana ilegal akses sebagaimana dimaksud dalam Pasal 332 ayat (1) UU No.1 tahun 2023 sebagaimana disesuaikan dalam Pasal 332 ayat (1) UU No.1 tahun 2026 tentang penyesuaian pidana atau Pasal 30 ayat (1) UU No. 1 tahun 2024 tentang ITE. 

Kemudian Iqbal melaporkan dugaan Tindak Pidana Pengancaman Secara Tertulis dan dengan Syaral Tertentu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 449 Ayat (2) KUHP Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023. (ars/muu)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Berapi-Api, Habib Bahar Geram ke Pandji Pragiwaksono: Salat Bukan untuk Bahan Candaan

Berapi-Api, Habib Bahar Geram ke Pandji Pragiwaksono: Salat Bukan untuk Bahan Candaan

Sorotan sejumlah kelompok terhadap materi Stand Up Comedy 'Mens Rea' besutan Pandji Pragiwaksono terus menuai sorotan publik.
Tentukan Kemenangan Inter Milan, Francesco Pio Esposito Akui Punya ‘Hubungan Spesial’ dengan Cristian Chivu

Tentukan Kemenangan Inter Milan, Francesco Pio Esposito Akui Punya ‘Hubungan Spesial’ dengan Cristian Chivu

Pahlawan Inter Milan, Francesco Pio Esposito, mengakui bahwa dirinya punya koneksi erat dengan pelatih Cristian Chivu. Keduanya berselebrasi secara hangat dalam kemenangan atas Lecce.
KPK Tak Lagi Pamerkan Foto Tersangka Korupsi, Jaksa Agung dan Novel Baswedan Beri Respons Berbeda

KPK Tak Lagi Pamerkan Foto Tersangka Korupsi, Jaksa Agung dan Novel Baswedan Beri Respons Berbeda

Kebijakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang tidak lagi menampilkan foto tersangka kasus korupsi saat konferensi pers menuai kritik publik.
Ini Jenis Aset yang Bisa Dirampas dalam RUU Perampasan Aset

Ini Jenis Aset yang Bisa Dirampas dalam RUU Perampasan Aset

DPR RI membeberkan secara rinci jenis-jenis aset yang dapat dirampas negara dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset terkait Tindak Pidana.
Bukan "Pak Ogah" yang Gembok Exit Tol Rawa Buaya Jakbar, Polisi Ungkap Fakta Sebenarnya

Bukan "Pak Ogah" yang Gembok Exit Tol Rawa Buaya Jakbar, Polisi Ungkap Fakta Sebenarnya

Polisi meringkus enam orang juru parkir liar, atau yang akrab disapa "Pak Ogah" di kawasan akses pintu keluar (exit) Tol Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat. 
Reaksi Rizky Ridho Lihat Hasil Drawing Piala AFF 2026, Singgung Pemain Abroad Timnas Indonesia hingga Target Tinggi

Reaksi Rizky Ridho Lihat Hasil Drawing Piala AFF 2026, Singgung Pemain Abroad Timnas Indonesia hingga Target Tinggi

Bek Timnas Indonesia, Rizky Ridho optimistis menatap Piala AFF 2026 meski diprediksi tanpa sejumlah pemain abroad. Skuad lokal siap mengakhiri puasa gelar.

Trending

3 Bek Kelas Dunia yang Bisa Didatangkan Persib Jika Barba Out, Nomor 1 Sergio Ramos

3 Bek Kelas Dunia yang Bisa Didatangkan Persib Jika Barba Out, Nomor 1 Sergio Ramos

Persib Bandung harus mulai memikirkan langkah strategis untuk mengantisipasi kepergian Federico Barba. Salah satu opsi yang bisa diambil adalah merekrut pemain kelas dunia di sektor pertahanan.
Istri Federico Barba Tiba-tiba Speak Up di Tengah Panasnya Isu Kepergian Sang Pemain dari Persib Bandung

Istri Federico Barba Tiba-tiba Speak Up di Tengah Panasnya Isu Kepergian Sang Pemain dari Persib Bandung

Di tengah panasnya isu transfer Federico Barba dari Persib Bandung ke klub liga Italia, sang istri tiba-tiba buat unggahan yang justru bikin Bobotoh geram.
Terungkap Kejanggalan Selama Pencarian Syafiq Ali di Gunung Slamet, Ditemukan di Area yang Dilalui Tim Pencari Berkali-kali

Terungkap Kejanggalan Selama Pencarian Syafiq Ali di Gunung Slamet, Ditemukan di Area yang Dilalui Tim Pencari Berkali-kali

Syafiq Ali diketahui mendaki Gunung Slamet bersama rekannya, Himawan, melalui Basecamp Dipajaya, Desa Clekatakan, Pemalang, pada Sabtu (30/12/2025).
Kogabwilhan III Tanam 1.000 Pohon Mangrove sebagai Langkah Antisipasi Iklim

Kogabwilhan III Tanam 1.000 Pohon Mangrove sebagai Langkah Antisipasi Iklim

Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III tanam 1.000 pohon mangrove di Pantai Gambesi, Kelurahan Gambesi, Ternate, Maluku Utara Kamis (15/1/2026).
Terungkap Pesan Terakhir Syafiq Ali Sebelum Dinyatakan Hilang di Gunung Slamet, Diduga Sempat Alami Hipotermia

Terungkap Pesan Terakhir Syafiq Ali Sebelum Dinyatakan Hilang di Gunung Slamet, Diduga Sempat Alami Hipotermia

Medsos sempat dihebohkan dengan kabar hilangnya pendaki di gunung Slamet beberapa waktu lalu. Kini pendaki tersebut ditemukan dalam keadaan meninggal.
Heboh Khairun Nisya Diterima Jadi Pramugari Garuda Indonesia, Ini Faktanya

Heboh Khairun Nisya Diterima Jadi Pramugari Garuda Indonesia, Ini Faktanya

Sebelumnya, publik dihebohkan dengan aksi Khairun Nisya yang menyamar sebagai pramugari Batik Air.
Agus Saputra Guru di Jambi Akui Lontarkan Kata "Miskin" hingga Berujung Dikeroyok oleh Puluhan Siswanya, Tapi...

Agus Saputra Guru di Jambi Akui Lontarkan Kata "Miskin" hingga Berujung Dikeroyok oleh Puluhan Siswanya, Tapi...

Viral di media sosial video pengeroyokan guru SMK Negeri 3 Tanjung Jabung Timur, Jambi bernama Agus Saputra oleh sejumah siswanya. Ini pengakuan sang guru..
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT